Sensual goddess | Aphrodite
"Selamat menikmati hidangannya, Nona."
Seperti hari-hari biasanya, Baekhyun selalu menghadiahkan senyuman ramah setiap kali menu untuk pelanggan ia hidangkan. Menebarkan pikat yang tak bisa ditolak orang-orang di sekitarnya tanpa ia sadari.
"Baekhyun oppa, duduklah sebentar, temani kami." Seorang gadis menarik lengan kemejanya.
"Aku harus bekerja, Nona."
"Sebentar saja. Lagipula restoran sedang sepi, kan?" Gadis lainnya menyahuti.
Baekhyun menggaruk tengkuk. Ia menoleh ke penjuru restoran. Tempatnya bekerja selama dua tahun terakhir ini memang sedang sepi. Baekhyun menilik jarum jam. Waktu jam makan siang masih bermula satu jam lagi. Artinya, masih ada enam puluh menit untuk bersantai.
"Baiklah. Tapi aku tidak bisa lama-lama, ok?"
Senyuman riang dua gadis itu mengawali obrolan ketiganya. Banyak hal mereka bicarakan. Menjadi pelanggan restoran sejak beberapa bulan yang lalu mengikis kecanggungan diantara mereka. Apalagi, Baekhyun selalu bersikap ramah.
"Ya Tuhan, lihatlah jari-jarimu, oppa. Cantik sekali." Seorang gadis bersurai sebatas bahu meraih tangan Baekhyun.
"Ah, pantas saja makanan yang oppa buat selalu enak. Iya, kan, Lisa?"
Gadis bernama Lisa mengangguk cepat. "Benar sekali, Jennie."
"Apa kau sudah memiliki kekasih, Baekhyun oppa?" Jennie membingkai wajahnya dengan kedua tangan yang menyiku meja.
Baekhyun terkekeh seraya menutup mulutnya menggunakan gulungan tangan.
"Aku tidak punya waktu untuk menjalin hubungan percintaan. Aku harus mencari banyak uang untuk menopang hidupku."
"Kasihan sekali. Kudengar kau tinggal seorang diri di apartemen kecil. Benarkah?"
Baekhyun menganggukkan wajah memelasnya yang hanya didramatisir semata.
"Bagaimana jika kita berkencan? Akan kuberikan banyak tip dan membawa banyak teman untuk makan disini. Dengan begitu, kau tidak perlu khawatir lagi soal uang," ujar Jennie mengedipkan kedua matanya berulang kali.
"Yaa! Kau sudah gila? Bagaimana denganku?!" Lisa memukul lengan Jennie.
"Apa masalahmu, Lisa?!"
"Kau yang bermasalah, Jane! Jauhi Baekhyun oppa atau aku akan memukulmu!"
"Memangnya Baekhyun mau dengan gadis galak sepertimu?"
"Yaa!!"
Baekhyun menghela napas. Diperebutkan gadis-gadis mungkin adalah anugerah bagi sebagian lelaki, tapi bagi Baekhyun, itu membosankan. Hal-hal seperti ini terlalu sering terjadi padanya sejak kecil. Seperti acara televisi yang ia tonton berulang kali semasa hidupnya.
"Baiklah Nona-nona, sepertinya aku harus kembali bekerja." Baekhyun bangkit dari duduknya seraya merapikan apron yang melingkar di tubuhnya.
"Eoh? Kenapa terburu-buru sekali? Kau bahkan baru saja duduk." Jennie cemberut. Namun Baekhyun hanya mengendik bahu sembari tersenyum.
"Tunggu, oppa." Lisa menahan langkah Baekhyun tanpa menatap padanya. Gadis itu merogoh tas, mencari sesuatu dan memberikannya kepada Baekhyun. Itu adalah tiga lembar uang dalam bilangan Won terbesar.
"Ini..." Baekhyun termenung sejenak.
"Tip." Lisa membuat V sign dengan dua jarinya.
Tak mau kalah, Jennie juga mengeluarkan lembaran yang sama dalam jumlah yang lebih banyak. Ditambah sebuah kartu nama.
YOU ARE READING
Aphrodite | Chanbaek BL
FanfictionBaekhyun tidak mengerti kenapa banyak pria selalu berusaha melecehkan dirinya ketika ia seorang heterosexual. Sampai suatu hari ia dipertemukan dengan seorang pria yang memanggilnya Aphrodite. Siapakah pria itu dan kenapa dia memanggil Baekhyun, Aph...
