part 18: what??

123K 2.7K 136
                                    

Sambil tersenyum alena memasuki ruang kerjanya yang sudah beberapa minggu ditinggalkannya.

" alena " seru meli begitu kepala alena nonggol dipintu. Meli beranjak dari mejanya dan memeluk alena singkat.

" ya ampun lama banget si cutinya" rajuk meli seraya memukul pelan lengan alena. Alena hanya tersenyum sebagai respon.

" sekali-sekali kan nggak papa mbak. Gimana keadaan kantor selama aku cuti mbak?" tanya alena sembari duduk dikursinya. Meli mengekor dan memilih bersandar di meja alena agar dia bisa leluasa untuk bercerita.

" selama kamu nggak ada mbak sama pak alvin super duper sibuk, soalnya kami harus mengerjakan pekerjaan yang seharusnya kamu kerjakan." jelas melli.

"maaf deh mbak, tapi sekarangkan aku udah balik jadi mbak bisa sedikit santai" ucap alena tersenyum meminta maaf, melli hanya mencibir.

" oh ya ngomong-ngomong masalah pak alvin, ada berita heboh loh " ujar melli sedikit berbisik takut jika alvin mendengar kalau mereka sedang menggosipkan lelaki bujang namun tampan itu. Padahal alvin belum tiba dikantor.

Mendengar topik yang sedang dibicarakan melli alena menghentikan aktivitas yang baru saja ingin dimulainya.

" memangnya ada apa dengan pak alvin?" tanya alena penasaran karena selama dia bekerja dengan alvin lelaki itu jauh dari gosip bahkan bisa dibilang hampir tidak pernah.

" beberapa waktu lalu pak alvin masuk kantor dengan muka babak belur. Menurut kabar yang mbak dengar katanya semalam dia habis berantem karena rebutan cewek sama seseorang"jelas melli.

" dan lebih menghebohkan lagi ternyata tuh cewek satu kantor juga sama kita. Tapi sayangnya nggak ada yang tau dia siapa" ujar melli mengakhiri ceritanya.

apa benar pak alvin seperti itu,pikir alena tak percaya, tiba-tiba pintu ruangan terbuka, alvin masuk dan langsung menyelonong keruangannya tanpa membalas sapaan alena dan melli.

" tuh kan semenjak kejadian itu pak alvin jadi dingin gitu" ujar melli.

Alena menatap pintu ruangan alvin yang tertutup dengan pandangan menerawang entah kenapa firasatnya mengatakan wanita yang dikatakan melli sedang dekat dengan alvin itu adalah laura, karena beberapa waktu lalu alvin dan laura terlihat sering bersama. Dan luka-luka diwajah alvin pasti ada sangkut pautnya dengan menghilangnya laura.

Jam makan siang alena beranjak menuju ruangan laura, dan berharap kalau laura ada diruangan saat ini.

Alena mendapati ruangan itu dalam keadaan kosong, pasti semua karyawan sedang keluar untuk makan siang.

" eh ada cewek cantik " sapa rio yang baru kembali membeli makan siang diluar.

" ada perlu apa nih? Mau ketemu mas yang gantengnya sejagat ya?" lanjut rio sambil menaik turunkan alis tipisnya.

Alena tersenyum geli kemudian menatap meja laura yang kosong.

" mas rio laura kemana?" tanya alena.

" laura udah hampir seminggu nggak masuk, dan dengar-dengar katanya laura mau dipindah tugaskan kekantor cabang" ucap rio mengagetkan alena.

" laura pindah?" tanya alena tak percaya, rio mengangguk serius.

" ia mas aja kaget waktu dengar kabar itu, soalnya laura nggak pernah cerita apa-apa" ucap rio.

" oh kalau begitu aku permisi dulu ya mas" ujar alena buru-buru.

Pasti ada sesuatu yang tidak beres karena laura tidak mungkin tidak bicara padanya kalau dia mau pindah. Alena mengeluarkan ponselnya dan menghubungi laura dia harus bicara dengan laura.Namun nomor laura belum juga aktif.Ra kemana sih loe?Batin alena.

Love, Sex, and Fiendship (Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang