Chapter 14: Human Being

650 40 3
                                    

Manusia.

Mereka kejam. Mereka biadab. Mereka penjahat besar.

Setiap langkah mereka adalah pilihan. Pilihan di mana ada warna hitam dan putih bertemu.

Setiap nafas mereka adalah keputusan. Keputusan untuk tetap melangkah atau berlutut pada takdir.

Setiap denyut nadi mereka adalah kesedihan. Kesedihan yang mereka buat sendiri tanpa tahu bahwa itu adalah perbuatan mereka.

Setiap detak jantung mereka adalah kegelapan. Kegelapan yang akan terus menyelimuti mereka ketika mereka telah kalah oleh diri mereka sendiri.

 

Manusia.

Sebongkah daging yang terkadang tak tahu diri. Seenaknya memutuskan tanpa mempedulikan orang lain.

Sebuah makhluk yang dapat berjalan tegak dengan alat indera dan organ yang sempurna. Tetapi tidak pernah merasa cukup dengan semuanya.

Wujud yang disebut-sebut sebagai wujud yang sempurna tetapi bukanlah yang paling sempurna. Yang terkadang sering menyempurnakan diri mereka sendiri.

Makhluk berdarah hangat yang menjadi pembunuh berdarah dingin. Mahkluk vertebrata yang menggeliat seperti invertebrata di balik layar.

 

Manusia.

Apakah mereka benar-benar “manusia”?

Bagaimana bisa mereka menyebut diri mereka sendiri “manusia”?

Sejak kapan mereka memutuskan nama “manusia” untuk memanggil diri mereka sendiri?

Siapa yang akan menjawab jika suatu saat salah satu dari mereka bertanya mengenai apa itu “manusia”?

 

Manusia.

Kelamahan yang selalu menyelimuti mereka.

Mereka selalu menutupi kelemahan mereka dengan kekuatan mereka.

Namun, satu kesalahan saja dapat membuat semua hal yang telah tertutup kembali terbuka.

Dengan begitu, mereka kembali berusaha dari titik terendah untuk kembali menutupi semuanya.

 

Manusia.

Mereka tidak abadi. Mereka tidak kekal. Mereka tidak hidup untuk selamanya.

Mereka bukan benda mati seperti bebatuan. Umur mereka hanya sependek anak jagung.

Mereka bukan makhluk serba bisa. Mereka hanya bisa menangkap satu dari dua atau lebih suara pada saat yang bersamaan.

Tapi mengapa, mengapa terkadang mereka berlagak bahwa diri mereka adalah makhluk paling kuat di muka bumi?

 

Apakah aku seperti itu?

Apakah kalimat-kalimat di atas mencerminkan diriku?

Bagaimana jika semuanya salah?

Bagaimana jika aku bukan bagian dari mereka?

 

 

Jadi, aku siapa?

.

Turn Back The PendulumTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang