Red Wedding

52.5K 2.1K 126
                                    

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Pesta pernikahan sederhana nan elegant ala dimitri dan aleena. Dipulau yang indah itu dengan nuansa yang didominasi warna merah.

Aleena dan dimitri terlihat tak henti-hentinya menyalami tamu yang datang. Undangan yang tadinya dibeli begitu banyak oleh mama aleena pun banyak yang terbuang sia-sia karena aleena bersikeras hanya ingin mengundang orang-orang terdekat saja.

Mengenai transportasi pun secara keseluruhan sudah ditangani oleh dimitri. Dengan dana yang tak terbayangkan oleh aleena untuk menyediakan beberapa kapal pesiar bagi para tamu undangan yang akan hadir.

Tetapi dipesta yang seharusnya menjadi moment kebahagiaan bagi para mempelai yang tampak justru sebaliknya. Aleena masih merasa bingung dengan perubahan sikap dimitri yang mendadak dingin padanya.

Dimitri memang selalu terlihat ramah dengan senyum yang menghiasi wajahnya ketika menyambut para tamu undangan tetapi tidak ketika matanya beradu pandang dengan aleena.

Aleena terdiam menatap mata gelap itu, terpaku berusaha mencari kesalahan apa yang telah diperbuatnya hingga membuat sikap dimitri berubah. Apakah dimitri sudah mengetahui soal ciuman itu. Atau dimitri menyesal dengan pernikahan ini.

"Ada apa leen ?" Tanya dimitri setelah lama mereka saling bertatapan.

Aleena rasanya ingin menangis begitu mendengar suara lelaki disebelahnya ini. Karena setelah moment dim memberikan cincin padanya dan aleena menciumnya, dim sama sekali tak mau bicara dengannya.

Aleena menggeleng. "Tidak.. tidak apa-apa"

Red Shoes (Re-Write Processed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang