My Prince Boy [TERBIT]

By Pcy21_

4.4M 203K 8.6K

TELAH TERBIT DI SIAO MEDIA PUBLISHER LANJUTAN CERITA MY PRINCE BOY = NoTa Merupakan cerita seorang wanita man... More

Pengenalan tokoh
Prolog
MPB 1
MPB 3
MPB 4
MPB 5
MPB 6
MPB 7
MPB 8
MPB 9
MPB 10
MPB 11
MPB 12
MPB 13
Tokoh
MPB 14
MPB 15
MPB 16
MPB 17
MPB 18
MPB 19
MPB 20
MPB 21
MPB 22
MPB 23
MPB 24
MPB 25
MPB 26
MPB 27
MPB 28 (END)
Squel Dan Cerita yang lain
Vote Cover
PRE-ORDER MPB
Novel ku
PO KE 2
PO KE 3

MPB 2

157K 9K 525
By Pcy21_

Jangan lupa Vote !
Spam comment juga ya !

Setibanya di kantin mereka melihat kerumunan yang ramai.

"Itu ada apa ya?" tanya Sasa bingung.

"Palingan si Rey berantem lagi." ucap Luna.

"Rey siapa? Sasa kan gak tau." Sasa menyerngitkan dahinya.

"Sang most wanted boy, ganteng, mancung, putih, Abs ulalala idaman." Nita tersenyum.

"Eummm?" Sasa tampak berfikir, "Hah?! jangan jangan mas mas tembok, OMG!" pekik Sasa heboh lalu masuk kedalam kerumunan.

"STOPPP!" pekik Sasa nyaring menarik lengan Reyhan yang memukuli laki laki bername tag Dian membuat mereka menatapnya heran.

"Eh gila tuh anak baru."

"Busettt."

"Ehh neng awas jangan di sono."

"Nyari mati."

"Dibogem Reyhan nyaho sia."

Ucap siswa dan siswi melihat Sasa menghentikan perkelahian Reyhan.

"Mas mas tembok ngapain sih mukul mukul anak orang?!" omel Sasa kesal.

"Dia numpahin es ke baju gue!" bentak Reyhan dengan wajah emosi membuat Sasa takut.

"Ya--yaudah dong jangan bentak bentak Sasa!"

"Kamu kenapa bisa numpahin es ke baju mas mas tembok?" Sasa bertanya Dian.

"Gu-e gak sengaja tadi gue ke sandung itu." ucap Dian menunjuk keramik yang sompel.

"Tuh kan mangkanya jangan main pukul dong! kasian tau dianya bonyok bonyok." Sasa melotot kearah Reyhan.

Reyhan menatapnya nyalang lalu menghembuskan nafas nya lelah lalu pergi namun sebelum pergi tangan Reyhan ditarik terlebih dahulu oleh Sasa.

"Kamu minta maaf deh biar mas mas tembok gak marah marah, serem tau." celetuk Sasa polos.

"Gu--e minta maaf Rey." Dian takut takut.

"Hmm." ucap Reyhan lalu menyentakan tangan Sasa lalu kembali duduk bersama teman temannya.

"Bubar bubar heh!" Bagas membubarkan kerumunan membuat mereka mendesah kecewa.

"Kamu bisa ke UKS sendiri atau Sasa temenin?" tanya Sasa membantu Dian untuk berdiri.

"Gak usah, makasih udah nolongin gue." Dian tersenyum.

"Oke sama sama, dadah Sasa mau ketemen temen Sasa dulu yah!" Sasa lalu berlalu menuju meja teman temanya yang menatapnya cengo.

"Kalian kenapa?" tanya Sasa bingung.

"Gila Lo!" celetuk Nita kearah Sasa.

"Gak kok, Sasa gak gila Nita, kalo Sasa gila Sasa gak bakalan sekolah disini." Sasa menggeleng polos membuat Luna tertawa mendengar nya.

"Sasa mau pesen bakso dulu, Sasa laper." Sasa pergi memesan bakso.

"Tuh anak baru hari pertama sekolah udah cari gara gara aja." ringis nita.

"Biarin aja dah Sasa mah udah begitu dari sononya." ucap Luna santai.

"Bego!" Nita kesal menoyor kepala Luna membuatnya meringis.

"Ish Monyet!" ucap Luna mencibir.

"Ibu sasa mau bakso satu ya!" ucap Sasa memesan bakso kepada ibu kantin.

"Siap neng tunggu ya." ucap ibu yang melayani bakso.

"Oce!" Sasa tersenyum polos

"Bu bakso satu." ucap seseorang dari belakang Sasa membuatnya terkejut.

"Loh? mas mas tembok yang tadi pagi nolongin Sasa kan? hello!" Sasa tersenyum polos kearah Reyhan namun Reyhan hanya diam Dengan tatapan datarnya.

"Reyhan Candra Anggara." gumam Sasa membaca name tag Reyhan.

"Oh iya! makasih ya Rey udah nolongin Sasa tadi pagi!" Sasa tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi nya yang putih bersih kearah Reyhan.

"Dadah, Sasa duluan ya." Sasa mengambil baksonya lalu bergabung dengan temannya meninggalkan Reyhan yang tersenyum tipis.

"Sasa, lu berani banget berhenti in Reyhan pas lagi berantem, tau ga si lo?! biasanya kalo ada yang misahin dia pas lagi berantem langsung dibogem, manteb deh salut gue sama lo!" ucap Nita dengan suara kecil karena tepat disebelah meja mereka terdapat Reyhan dkk.

"Hehehe, gak papa kok Rey baik! tadi dia senyum sama Sasa." ucap Sasa polos membuat mereka melongo kaget.

"Kalo yang barusan, abisnya Sasa kesel tau main pukul pukul aja kan kasian tadi yang dipukul sama Rey bonyok bonyok gitu ihh." Sasa bergidik ngeri sambil memasukkan sambal kedalam mangkuk baksonya dan memakan bakso nya.

Tanpa mereka sadari Reyhan mendengar yang diucapkan Sasa.

"Untung lo gak kena bogem sama Reyhan, Sa!" ucap Luna.

"Bogem itu apa luna? Sasa gak tau,"  Sasa bingung.

"Tonjok." celetuk Nita membuat Sasa tersedak.

"Uhuk! uhuk! uhuk!" Sasa terbatuk batuk dan ia lupa membeli minum.

Namun ada seseorang yang menyodorkan air minum kearah Sasa tanpa pikir panjang Sasa langsung mengambil nya dengan cepat dan menegak ya hingga setengah.

"Pedes banget mama!" rengek Sasa kepedasan.

"Mangkanya kalo mau ngomongin orang jangan dibelakang muka gue didepan bukan dibelakang." ucap Reyhan datar lalu merebut kembali air mineral yang diminum oleh Sasa lalu menegak nya hingga kandas tanpa menempel kan bibir nya di ujung botol, dan melemparkannya kedalam tong sampah, Yap masuk! Lalu meninggalkan siswa dan siswi melongo melihatnya.

Sasa ke gep ngomongin orang?! batin Sasa lalu menutup mulutnya rapat rapat
lalu menarik teman temanya menuju kelas.

Sesampainya dikelas Sasa langsung duduk ditempatnya lalu melirik kearah pojok tempat duduk Reyhan dan Bagas.

"Lohh kita sekelas ya?" gumam Sasa mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Emang!" Nita memutar bola matanya malas, Sasa bangun dari tempat duduknya lalu menghampiri Reyhan.

"Rey!" panggil Sasa pelan membuat Reyhan menoleh dan menatap nya datar.

"Rey, maapin Sasa yah Sasa gak bermaksud ngomongin Rey tadi yayayaya!" Sasa menunjukkan jari tengah dan telunjuknya Reyhan hanya memandangnya datar.

"Cantik pisan kamu teh neng." Bagas genit mengedipkan sebelah matanya memandang wajah Sasa.

"Sutttts diem, Sasa gak ngomong sama Bagas." Sasa melotot ke arah Bagas.

"Kok kamu tau nama aku cantik, cieee!" Bagas menggoda Sasa.

"Tau lah kan dibaju Bagas ada nama Bagas." ucap Sasa kesal Bagas hanya terkekeh.

"Rey!" rengek Sasa.

"Hmm?" gumam Reyhan.

"Maapin Sasa dong." Sasa merengek membuat Reyhan mengangguk.

"Yeyy! makasih Rey makin ganteng deh, dadah! Sasa duduk dulu jangan kangen Sasa oke?!" ucap Sasa senang lalu duduk di bangkunya.

"Ajaib." gumam Reyhan geleng geleng melihat tingkah Sasa.

Continue Reading

You'll Also Like

69.9K 2.1K 15
[PRIVATE] Cerdas, Kaya, dan juga Cantik. Cowok mana yang nggak naksir sama dia. Hanya saja Dinginnya hati dan sikapnyalah yang membuat laki laki tak...
27.7K 2K 47
"Kayak nya emang lo ditakdirkan untuk jadi milik gue El" ucap seorang pria dihadapannya. "Cowok gila" jawab wanita dihadapan nya lalu pergi begitu sa...
9.1K 861 8
Lelaki tampan dengan pesona dingin nya mampu meluluhkan hati para perempuan-perempuan yang melihat nya sekali saja, namun dapat di sayangkan ia lebih...
"Hujan" By deayns

Teen Fiction

2.2K 97 12
Bagaimana jadinya jika cowok yang memiliki sikap dingin, bertemu dengan gadis yang dingin pula?? Tetapi jika sudah mengenal gadis itu, seseorang pas...
Wattpad App - Unlock exclusive features