Urutan terbucin
Stef -
Kevin -
Barta -
Romeo -
***
Phoebe melebarkan mata setelah menyadari pemilik tangan yang menyelamatkannya dari tamparan Flara. Suaminya. Tubuh Phoebe mendadak kaku, Barta tidak menyukai kalau Phoebe terlibat dalam pertengkaran seperti ini.
Phoebe takut kalau Barta marah dan membencinya. Lebih memilih Flara dibadingkan dirinya. Kedua mata Phoebe berkaca-kaca, sedangkan Barta masih memadang Flara tajamn di depannya.
"Kalau udah tahu kenapa pura-pura tolol?!" Barta menghempaskan tangan Flara kasar dan memandangnya jijik. "Phoebe istri gue! Nggak akan tergantikan oleh siapapun, temasuk lo! Ngerti?!"
Phoebe terkejut, dia memandang Barta intens. Dia tidak percaya ini. Barta tidak mungkin ngomong seperti itu. Phoebe yakin Barta hanya mencari jalan aman di depan orang banyak. Barta tidak akan mau repot-repot membela Phoebe dengan mengakuinya sebagai istri dan tidak tergantikan.
"Kalau cinta pake otak biar gak tolol!" Flara memucat, tidak sanggup menyela atau membela diri.
Barta meraih tangan Phoebe dan membawa pergi dari sana. Meskipun masih takut, Phoebe tidak berani membantah. Dia mengikuti langkah Barta dengan kesusahan, sesekali meliringis sehingga Barta melambankan langkahnya.
Sedangkan Nina dan Queensha tetap di sana memperhatikan wajah pucat Flara. Nina sangat puas dengan Barta kali ini. Meskipun cowok kampret itu sebelas dua belas dengan suaminya, tetapi mereka bisa di andalkan.
Mereka tahu waras di waktu yang tepat. Datang tepat waktu serta lontaran kalimat pedasnya selalu menusuk seperti biasa.
Nina merasa tidak berguna lagi di sana, dia menarik tangan Queensha pergi. Menyisakan orang-orang perusuh itu menerima balasan dari apa yang mereka lakukan selama ini.
"Yang menang siapa?" Najongnya Stef kumat. Dia bersama ketiga temannya baru menunjukkan diri.
Nina meninju perut suaminya keras sehingga Stef meringis kesakitan. "Palelu menang!" Maki Nina durhaka. Queensha meringis ngeri, dia memeluk lengan Romeo erat-erat. Harus jaga-jaga biar tidak ada yang bisa mengambil Romeo seperti halnya dengan Barta.
"Aduh, cinta, sayangnya yayah." Stef lebay.
Mereka memutar bola mata dan meninggalkan Stef masih ke sakitan. Dia memayunkan bibirnya dan menangkap lengan Nina. Memeluk manja dan mendusel-dusel seperti anak kucing. Nina meringis gemas, lalu menjitak kepala suaminya.
Berbeda dengan Barta dan Phoebe yang sedang ada di dalam mobil area parkiran. Phoebe tetap diam, tetapi diam-diam memandang suaminya. Dia takut kalau Barta membentaknya ketika hanya mereka berdua saja, Phoebe mengambil jalan pintas dengan bergerak dari jok. "Mau kemana?"
Phoebe terkejut, tidak berani mendorong pintu mobil. "Bee mau pulang sama mbak Nina dan Queen," Jawabnya pelan dan takut-takut. Kali ini tidak berani memandang suaminya.
"Kamu pulang sama aku." Kata Barta tegas. Mengunci pintu mobil sehingga Phoebe tidak bisa kabur. Pertahanan Phoebe runtuh, dia mulai menangis dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. "Kenapa nangis?"
"Ma-maaf, Bar. Bee salah. Bee ke kampus tapi nggak ijin sama kamu. Bee bikin kekacauan. Bee berantem sama Flara. Bee cuekin kamu selama ini."
Barta menghela nafa berat, lalu meraih pergelangan tangan istrinya agar mendekat dengannya. Phoebe masih takut-takut, tetapi Barta tidak menerima penolakan. "Aku tahu." Barta membawa Phoebe ke pelukannya. "Aku yang nggak peka. Terlalu menyepelakan hal yang nggak penting buat aku."
"Bee takut kehilangan kamu." Potong Phoebe cepat. "Bee nggak mau kamu pergi sama Flara." Lanjutnya. "Kamu nggak suka sama Bee. Bee takut kamu di ambil orang."
"Bodoh!" Barta menjitak kepalanya.
Phoebe menggeleng tidak terima. "Bee nggak bodoh. Bee cinta sama kamu. Bee pengin kamu tetap sama Bee."
"Ya." Barta mengiyakan.
Phoebe terkejut. "Kamu mau sama Bee?"
Barta meringis, "Selama ini apa? Aku sama siapa, Bee?"
Phoebe menunduk sedih, "Kamu nggak pernah cinta sama Bee. Kamu terpaksa sama Bee." Semakin Phoebe mengenal cinta, semakin pula dia tidak percaya diri. Cinta tidak semudah yang dipikirkan selama ini. Perasaan yang terbalaskan adalah penyempurna kebahagiaan.
"Aku sayang sama adek bayi kita." Jawab Barta jujur sambil mengelus perut buncit istrinya. Phoebe terkejut, memandang Barta tidak percaya. "Sama kamu juga." Lanjutnya sembari menyeka air mata Phoebe di pipinya.
Pikiran Phoebe kosong. Mendadak syaraf-syarafnya tidak berfungsi untuk berpikir. Tidak percaya dengan apa yang keluar dari mulut suaminya. "Kamu sayang sama Bee?" Tanyanya tidak yakin.
Barta tidak menjawab, mengelus wajah Phoebe di depannya lalu mengecup mesra. "Ayo pulang." Katanya.
"Bar, Bee pengin denger sekali lagi."
"Nggak." Barta menolak.
"Bar..." Phoebe menggoyang-goyangkan lengannya.
"Nggak." Barta tetap menolak. "Kita pulang ke rumah."
Phoebe menggeleng. "Bee mau ke hotel." Elaknya cepat.
"Hotel?" Barta mengerutkan dahi.
"Tadi malam kamu ngajak Bee ke hotel. Sekarang Bee pengin ke hotel. Hotel yang luas. Bee nggak mau sempit seperti sebelumnya. Bee mau tempat tidurnya satu aja, nggak mau dua." Katanya semakin menjadi-jadi. "Bee mau denger sekali lagi kamu bilang sayang sama Bee nanti di hotel." Phoebe melupakan apa yang terjadi sebelumnya. Sekarang dia memeluk tubuh suaminya erat, tidak akan melepaskannya lagi.
Barta tidak menjawab, meraih bibir Phoebe dan mencium lama. Kali ini Phoebe tidak melontarkan alasan atau penolakan lagi. Berkat ajaran sesat suaminya selama ini, Phoebe sekarang semakin ahli.
Dia tersnyum dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher suaminya setelah selesai. "Bar, maafin Bee ya. Bee nggak akan cuekin kamu lagi."
"Hem." Barta berdehem. "Dimaafin.Tapi besok nggak boleh ikut outbond.
***
Jakarta, 10.03.19
Ciyeee, udah baikan hahaha.
Hollah, up lageh
Sori, gengs.
Dari siang mau up tapi mager tingkat internasional mode on.
Abis nelponan sama emak gua yang lagi ultah hari ini sampe sekarang kerjanya cuma tiduran aja hahhaha.
Mandi sekali aja. Lagi mager juga hahaha.
Untuk Queen gak up dulu ya. Belum ada bahan -_-'
Cuma up HG dan Sweet Trapped aja ya.
Pibi
Eniwe, HG bentar lagi end ya.
Tinggal 1 lagi konfliknya.
Puncaknya.
Follow ig.
Kevin => Axeankevin
Citra => AleandraCitra
Barta=> Bartaaratha
Phoebe => Phoebe_Sasikirana
Romeo => Reynaldi_romeo
Queensha => Queenshaqyra
Stef => Stefanquand
Nina => Aurellianina48
Dira => ila_dira