Urutan Paling Bisa mengambil Peluang
Barta -
Stef -
Romeo -
Kevin -
***
"Bee, bangun udah pagi." Kata Barta mengecup pipi Phoebe setelah mengumpulkan kesadarannya ketika baru bangun tidur.
"Jangan ganggu, Bee. Bee masih ngantuk." Jawab Phoebe tanpa membuka mata. Dia menyeruakkan wajahnya pada tumpukan bantal dan boneka kesayangannya.
"Nggak mau mandi dulu?" Phoebe berdehem. "Yaudah, bentar lagi bangun ya." Phoebe kembali hanya berdehem pelan dan Barta mengecup pelipisnya.
Mungkin Phoebe masih capek dengan perjalanannya kemarin bersama teman-temannya. Barta ingin marah, tetapi tidak bisa. Phoebe jarang sekali jalan-jalan seharian bersama temannya. Barta akhirnya memberi waktu, meskipun masih kesal.
Selesai mandi, Barta meringis melihat Phoebe masih tidur nyaman. Wajahnya damai seperti biasa. "Bee, baju aku mana? Kamu belum siapin?" Ucapnya sembari berkacak pinggang dengan hanya handuk berwarna putih melilit di bagian pinggang.
Kening Phoebe mengkerut tidak suka diganggu. Dia menggeliat mencari posisi nyaman dan berbicara pelan. "Ambil sendiri, Bar. Bee masih ngantuk."
"Ini udah mau siang, Bee. Kamu gak ikut ke kampus?" Kata Barta cepat sambil memadang punggung Phoebe.
Phoebe menggeleng. "Nggak. Bee males keluar."
Barta berdecak, lalu mencari bajunya di lemari. Dia sudah terbiasa disediakan pakaian sebelum berangkat ke kampus. Barta mulai tidak bisa rapi, dia mengacak-acak pakaiannya karena bingung hendak mengenakan yang mana. "Bee aku pake baju yang mana hari ini?"
Phoebe meringis, "Celana jeans hitam, kaos putih dan kemeja kotak-kotak navy." Katanya malas.
Barta semakin kesal, mengambil asal bajunya sehingga yang paling atas berantakan. Dia tidak peduli, biarin Phoebe mendumel nanti. Siapa suruh tidak mau bangun menyiapkan keperluannya.
Setelah rapi dengan setelannya, Barta kembali menoleh pada Phoebe yang belum menunjukkan tanda-tanda akan bangun segera. "Bee ayo sarapan dulu."
"Kamu aja, Bar. Nanti Bee bisa sarapan sendiri." Phoebe kesal dan menutup kepalanya dengan bantal.
"Kamu yakin bisa?"
"Bisa." Barta mengangguk dan pergi. Biarin Phoebe kumat! Masih pagi udah bikin Barta males ke kampus.
Berbeda dengan Phoebe yang masih tidur pulas di kamar. Meskipun baru beberapa hari pergi ke kampus bersama Barta dengan keadaan hamil besar, tentu saja menguras tenaga. Phoebe seperti sedang balas dendam dengan tidur sepanjang hari.
Dia bangun ketika merasakan perutnya keroncongan. Mengelus perutnya sembari memesan makanan. Dipastikan tidak ada makanan hari ini, Barta mungkin langsung pergi tanpa ke dapur terlebih dahulu.
Setelah selesai makan dan menonton, Phoebe kembali bermalas-malasan di kamar hingga kahirnya tidur lagi sampai sore hari. Barta belum juga pulang, tetapi Phoebe tidak begitu peduli.
Jika biasanya paling rewel dan merecoki Barta agar cepat pulang, kali ini Phoebe berubah. Dia membiarkan pesan Barta yang mengingatkannya untuk bangun dan makan.
Sekarang keadaan mereka seperti terbalik saja. Barta yang dulunya sangat cuek secara tidak sadar telah berubah banyak. Mencium Phoebe tanpa bisa dihitung sepanjang hari, mengalah pada istrinya dan menuruti semua permintaannya.
Aneh, tetapi Barta tidak merasa keberatan melakukannya. Dia menikmatinya dan secara perlahan menjadi sosok lembut meskipun emosi kerap melanda jika Phoebe sudah keterlaluan.
Malam harinya setelah Barta pulang tanpa disambut hangat seperti biasanya, dia menemukan Phoebe sedang bersoleh di meja rias. Barta tidak langsung sewot, terlebih dahulu mengecup pipi istrinya dan mengelus perutnya
"Mau kemana rapi-rapian?"
"Nggak kemana-mana." Jawab Phoebe sambil memoleskan lipgloss di bibirnya.
Barta meringis sambil memandang alat-alat kosmetik di meja rias yang semakin bertambah banyak. Sebelumnya meja rias itu hanya ada bedak bayi, pelembab, parfum, lipgloss serta deodorant.
Tetapi sekarang meja itu hampir penuh, ada beberapa warna lipstick, bedak padat serta botol-botol lainnya yang tidak ketahui oleh Barta nama serta fungsinya.
"Kenapa pake ini itu? Wajah kamu sampe merah." Tunjuk Barta pada tumpukan alat rias tersebut.
"Pengen aja."
"Oh."
Barta menjawab singkat. Dia meninggalkan Phoebe yang masih sibuk dengan riasannya tanpa peduli dengan suaminya yang baru pulang, capek dan lapar. Barta memasuki kamar mandi setelah mengembalikan barang-barangnya pada tempatnya.
Dia menghabiskan waktu sekitar lima belas menit untuk menyegarkan kembali tubuhnya. Barta tidak menemukan Phoebe di kamar dan tidak ada pakaiannya di atas ranjang. Cowok itu berdecak lalu melanjutkan mengambil pakaian sendiri yang motifnya sama seperti dikenakan oleh istrinya tadi.
Peraturan itu sudah lama diterapkan. Setiap malam harus menggunakan pakaian yang sama. Sifat kekanak-kanakan Phoebe mengharuskan Barta ikut serta. Dimulai dari casing ponsel yang sama, sepatu, pakaian serta lain sebagainya. Dan paling parah, semua itu bertema panda.
Barta menghela nafas berat setelah mengganti pakaiannya, dia kerepotan kalau Phoebe seperti ini. Sudah sangat lama sekali Barta dibantu oleh Phoebe mengurus dirinya. Sekarang dia mulai sadar bahwa istri oonnya itu banyak gunanya.
"Bee, kamu makan nggak nunggu aku?" Barta mencari Phoebe dan menemukannya di dapur sedang membersihkan meja. Dia baru selesai makan tanpa menunggu suaminya terlebih dahulu.
"Bee kelaperan. Nggak bisa nunggu kamu lagi." Jawab Phoebe cuek, melanjutkan pekerjaannya lalu kembali duduk di kursi sambil minum susu.
Barta mendengkus. "Makanannya mana?" Tanyanya memandang meja yang kosong.
"Kamu lapar juga? Bee cuma pesan pesen buat Bee sama adek bayi aja." Jawabnya polos. "Terus sekarang udah habis."
Barta menggeram, sekarang dia sangat lapar. "Bee, kamu kenapa sih?!"
Phoebe menggeleng tanpa merasa bersalah. "Nggak kenapa-napa. Bee cuma nggak tahu kalau kamu mau makan juga. Biasanya kan kamu paling males makan. Bee sampe capek bujuknya."
"Bee!!"
"Bee ngantuk. Bee ke kamar dulu ya." Phoebe mengabaikan amarah Barta. Buru-buru pergi meninggalkan Barta yang hampir meledak.
***
Jakarta, 21.02.19
Sori, belum bisa up yang lain.
Mana komen cantiknya, gengs?
Hahaha
Follow ya
Kevin => AxeankevinCitra => AleandraCitraBarta=> BartaarathaPhoebe => Phoebe_SasikiranaRomeo => Reynaldi_romeoQueensha => QueenshaqyraStef => StefanquandNina => Aurellianina48Dira => ila_dira
Stress Barta ngeliat kelakuan Bini kampretnya.
Dikasih boneka ini juga gak mempan, hahaha