Siaw Hung yang memang dalam kondisi ketagihan , walaupun ingin menolak tapi ia sulit menghindari kebutuhan fisik dirinya.
Seringkali manusia bermain api, disangkanya api yang kecil tidak bisa membakar.
A Sun dengan pikiran polosnya tidak menyangka bahwa ulahnya memeluk Siaw Hung akan berbuahkan malapetaka.
Ia tidak mengira bahwa Siaw Hung yang sudah ingin berubah tetap tidak bisa menyangkal kebutuhan fisiknya.
Memang dosa dimulai dari hal-hal kecil yang tidak diduga.
Karena dikira tidak akan memberi dampak yang besar, tetap kesalahan dilakukan.
Harapannya bila sampai memburuk dosa dapat dipadamkan segera.
Namun ternyata api yang tadinya kecil, semakin lama semakin besar.
Demikian juga dengan dosa, semakin dibiarkan maka dosa ini semakin menjadi.
Awalnya Siaw Hung masih bisa mengatahi gejolak birahinya.
Namun perlahan-lahan, nafsu mengambil alih pikirannya.
Sehingga ia tidak bisa lagi berpikir jernih.
Saat pria sudah terangsang , maka ia akan minta dipuaskan.
Siaw Hung awalnya hanya membalas memeluk A Sun.
Namun dengan pertemuan fisik tubuhnya dengan tubuh A Sun, ia tidak lagi sekedar memeluk.
Ia ingin menggesekkan tubuhnya.
Dikiranya setelah itu ia bisa menghentikan ulahnya.
Namun ternyata makin lama makin parah kebutuhannya.
Ibarat minum air dingin kala haus, makin minum makin perlu air lebih banyak.
A Sun yang memeluk Siaw Hung, mulai merasakan keganjilan reaksi Siaw Hung.
Namun A Sun yang masih polos tidak tahu bahwa itu ada pengaruh buruk dari ketagihan SIaw Hung.
A Sun hanya merasakan pelukan Siaw Hung semakin erat
A Sun juga merasakan bahwa seluruh aliran darah di tubuh Siaw Hung sangat cepat berputar.
Hanya aliran darah ini sangat aneh.
Kalau ia melatih jurus Perjaka Abadi, maka seluruh jalan darahnya akan mengalir deras tanpa hambatan apa pun sehingga makin lama tubuh semakin segar.
Namun saat ia merasakan aliran darah Siaw Hung sepertinya aliran darah ini berputar terbalik dan tidak sepenuhnya berputar normal.
Aliran darah ini berputar kencang terutama di daerah selangkangannya.
A Sun pun dapat merasakan bahwa aliran darah ini lebih berpusatkan ke daerah itu sehingga membuat barang di situ membesar.
Hal ini sepertinya yang menambah gairah Siaw Hung.
SIaw Hung menyadari hal ini hanya tidak mampu mengatasinya.
Ia hanya merasakan tubuhnya ingin mereguk sesuatu dan ingin dipuaskan!
Tubuh Siaw Hung makin lama semakin panas.
Itu pertanda bahwa gairahnya semakin lama semakin tinggi.
Ia pun semakin ingin secepatnya mereguk tubuh A Sun.
Sambil tetap memeluk A Sun, ia pun berusaha meloloskan pakaiannya satu per satu.
Bukan usaha yang mudah karena dalam kondisi memeluk tidak mungkin bisa melakukannya.
Namun bagi Siaw Hung hal tersebut sepertinya mudah saja.
Ia sudah terbiasa untuk melakukannya pada banyak brondong.
Secara bergantian tangannya mengurai ikatan pada bajunya
Walau cara ini memakan waktu lebih lama, namun ternyata berhasil.
Pakaian atasnya telah berhasil disingkirkan.
A Sun yang berada dalam dekapannya terus mempelajari reaksi tubuh Siaw Hung.
Selain aliran darah di seputar selangkanan, dia juga bisa merasakan ada keanehan di sekitar aliran darah kepala Siaw Hung.
Sepertinya aliran darah ini juga mengalir deras ke bagian tertentu di otak Siaw Hung.
Itulah bagian yang mengontrol nafsu dan hormone seks manusia.
Ia sudah mempelajari anatomi tubuh manusia dari bapaknya Pendekar Kaki Kilat, A Bun senironya di perguruan maupun Manusia Tanpa Batas.
Rupanya hal itu yang membuat Siaw Hung semakin bergairah.
Setelah pakaian atasnya berhasil diloloskan, Siaw Hung pun berusaha membuka pakaian bawahnya satu per satu.
Hal ini lebih mudah dilakukan karena ia tinggal membuka pengaitnya dan celananya pun jatuh mengikuti gravitasi bumi.
Yang sedikit agak sulit adalah celana dalamnya karena menggunakan karet.
Namun lagi-lagi hal ini pun bukan perkara yang sulit baginya.
Dengan sedikit usaha ia menggunakan satu tangannya untuk menurunkan celana dalamnya itu, sisanya ia menggunakan kakinya untuk meloloskan celana itu.
Sehingga walau waktunya cukup lama, tapi tujuannya sudah tercapi.
Ia sudah berhasil meloloskan seluruh pakaiannya.
Ia pun merasa bebas sepenuhnya.
Minimal tubuhnya yang sedang panas sedikit mendapat kelegaan.
A Sun mengamati bahwa selama dalam pelukannya , ada hawa yang berbeda dengan mengalir dalam tubuhnya.
Hawa tersebut bersifat panas dan setahunya hawa itu seperti hawa orang keracunan.
Hawa itu berputar di sekitar pusarnya.
Hawa ini sangat berbeda dengan hawa di dalam tubuhnya sendiri.
Hawa yang dimilikinya bersifat sangat murni dan hanya ada pada orang yang masih perjaka
Sedangkan hawa dalam tubuh SIaw Hung walaupun masih banyak hawa keperjakaan yang beraneka ragam dan belum bersatu , ada hawa jahat yang setahu ia dapat menyebabkan tubuh keracunan!
Harusnya hawa ini tidak boleh ada pada tubuh orang normal.
Siaw Hung yang sudah polos, kemudian melanjutkan aksinya.
Ia pun ingin agar A Sun menemaninya.
Maksudnya ia ingin agar A Sun juga sama seperti dirinya.
Maka ia pun bergerilya meloloskan pakaian A Sun satu per satu.
A Sun yang masih polos itu membiarkan saja ulah Siaw Hung.
Dia terlalu asyik mempelajari reaksi dari tubuh Siaw Hung.
Ia tidak ingin melepaskan dekapan Siaw Hung.
Ia ingin sepenuhnya mengetahui keanehan-keanehan yang ada dalam tubuhnya itu.
Karena tidak mendapat perlawanan dari A Sun, maka Siaw Hung dengan leluasa meloloskan pakaian A Sun.
Bagian ini agak sedikit sulit karena membutuhkan kerjasama ke dua lengan A Sun.
Karena A Sun tidak menolak, maka proses ini sedikit mudah.
Maka walau waktunya agak lama, akhirnya ia berhasil meloloskannya juga.
A Sun sepertinya pasrah saja.
Setelah bajunya berhasil ditanggalkan, Siaw Hung segera menyerbu celana A Sun.
A Sun sebenarnya merasa jengah juga.
Hanya pengalaman ditelanjangi oleh Wei Xie membuat dia lebih berani.
Kali ini dia sudah putuskan untuk menyerahkannya saja ke Siaw Hung.
Kali ini Siaw Hung bisa dengan cepat meloloskan celananya.
Selanjutnya Siaw Hung bekerja cepat menghabisi bagain celana yang tersisa.
Ia tidak ingin berlarut-larut untuk menghilangkan bagian ini.
A Sun terus mempelajari reaksi Siaw Hung.
Sepertinya ada yang aneh dengan otaknya.
Dari apa yang dipelajari , otak itu memang punya fungsi yang unik dan rumit.
Salah satunya adalah mengendalikan hormon seksual manusia.
Ada bagian otak ini yang seperti membesar.
Ia tahu memang bagian itu akan membesar dan menghasilkan hormone seks.
Tapi anehnya bagian ini membesar dalam ukuran yang tidak normal.
Rupanya hal ini yang membuat nafsu Siaw Hung tidak terkendali.
Saat nafsunya semakin meningkat , hawa racun yang ada di pusar mengalir memutari tubuh Siaw Hung.
Hawa ini adalah hawa yang berbahaya.
Seharusnya tidak ada di dalam tubuh manusia.
Sehingga tidak heran, setelah orang yang melatih jurus Menghisap Keperjakaan harus mengeluarkan hawa beracun ini, kalau tidak ia sendiri akan menemui kebinasaan!
Di samping itu putaran angin di daerah selangkangan mengakibatkan senjata Siaw Hung membesar dan sudah mencapai ukuran puncaknya.
Alat ini memang pertanda bahwa pemiliknya sudah mencapai taraf gairah yang sangat tinggi.
Dan pada akhir dari jurus Menghisap Keperjakaan , alat ini berfungsi untuk mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh orang yang melatihnya.
A Sun tentu saja dapat merasakan membesarnya barang milik SIaw Hung ini.
Tapi lagi-lagi ia terlalu asyik mempelajari semua reaksi tubuh Siaw Hung.
Siaw Hung yang sudah berhasil melepaskan pakaiannya dan pakaian A Sun semakin bernafsu.
A Sun dapat merasakan dan mengamatai reaksinya dari pembesaran bagian otak Siaw Hung yang semakin tidak normal.
Siaw Hung terus berusaha menahan agar ia tidak menghisap sari keperjakaan A Sun.
Ia mati-matian menentang nafsunya sendiri.
Hal ini pun dapat dipantau A Sun karena ibarang membendung air bah seperti batu pertahanan Siaw Hung sedang digempur habis-habisan.
Kekuatan batu itu tidak akan bertahan lama.
Batu penahan ini hanya bisa bertahan beberapa saat lagi dan akan jebol.
Tak lama kemudian batu penahan ini memang benar-benar ambrol.
Siaw Hung pun sudah lupa dengan misi semula untuk tidak menghisap A Sun.
Ia pun mulai memainkan jurus-jurus menghisap keperjakaan awalnya.
Dia pun mulai menciumi seluruh tubuh A Sun.
A Sun yang masih muda dan tidak pengalaman bagaimana bisa bertahan?
Ia masih terlalu muda dan tidak memahami bahwa di dalam dirinya sendirinya terdapat hormone seks yang memang belum saat dibangkitkan.
Namun karena dirangsang oleh Siaw Hung terus menerus, hormone ini bekerja dan A Sun menghadapi gempuran birahi dalam dirinya sendiri.
Secara perlahan tapi pasti rangsangan ini mempengaruhi aliran darahnya sendiri terutama di bagian selangkangan.
Akibatnya barangnya sendiri ikut membesar.
A Sun terkejut.
Ia pun segera menotok jalan darah di tubuhnya agar tidak mengalir deras di daerah sensitifnya.
Untuk sementara tubuhnya aman.
Namun rangsangan yang diberikan Siaw Hung tidak berhenti sampai di sitiu.
Setelah ia merangsang dan menciumi seluruh tubuh A Sun, Siaw Hung pun mengalihkan rangsangannya langsung ke daerah paling sensitive itu!
Dihisapnya bagian ltu sehingga bagian itu sehingga totokan A Sun punah dan barangnya kembali membesar dan secara pasti mencapai ukuran puncaknya!
Lagi-lagi A Sun terkejut dan berusaha menetralisir nya dengan kembali menotok bagian selangkangannya.
Namun lagi-lagi gagal.
Hal ini disebabkan totokan A Sun dipunahkan dengan sedotan Siaw Hung yang sangat dahsyat.
Rangsangan yang diterima A Sun sangat dahsyat.
Beruntung ia memiliki hawa yang benar-benar murni.
Hawa seorang perjaka!
Sehingga ia masih mampu mengendalikan dirinya.
A Sun melihat bahwa tubuh Siaw Hung sudah terbakar nafsu sehingga memancarakn hawa panas.
Aliran darah di selangkangannya sudah tidak mungkin terbendung
Itu ibarat air bah yang menerjang ke sana ke mari.
Namun A Sun tetap berusaha untuk menguranginya dengan menggelar jurus Perjaka Abadi.
Tubuhnya yang menyatu dengan tubuh Siaw Hung membuat gerakan jurus ini menjadi aneh, apalagi Siaw Hung menggelar jurus Menghisap Keperjakaan.
Siaw Hung berusaha menghisap keperjakaan A Sun, sedangkan A Sun menghilangkan jejak sehingga Siaw Hung kesulitan menghisap keperjakaannya.
Kedua jurus yang dilakukan berbarengan dengan tubuh saling melekat ini, menimbulkan keanehan saat dilihat.
Yang satu seperti mengimbangi yang lain.
A Sun tidak membiarkan Siaw Hung menghisap barangnya.
Ia mendekap tubuh Siaw Hung erat-erat sehingga Siaw Hung hanya bisa menciumi bagian atas A Sun saja.
Namun sepandai-pandainya A Sun menolak rangsangan Siaw Hung, ia kalah pengalaman.
Siaw Hung sudah terlalu banyak menghadapi korban-korbannya.
Ia pun sudah berhasil menundukkan mereka semua.
Kali ini pun Siaw Hung mati-matian menundukkan A Sun.
Saat A Sun berusaha mendekap erat tubuh Siaw Hung agar Siaw Hung tidak bisa bergerak,
Siaw Hung malah mengunci tangan A Sun lalu kemudian menekankannya ke tembok agar A Sun tidak bisa bergerak.
Setelah ia mematok tangan A Sun di dinding gua dengan tangannya, maka Siaw Hung pun kembali dengan leluasa memainkan jurus Menghisap Keperjakaan.
Siaw Hung yang dari tadi tidak berhasil melaksanakan niatnya, kali ini sudah tidak bisa menunda lagi niatnya.
A Sun memang bermaksud baik ingin menolong Siaw Hung.
Namun ia tidak mengetahui gawatnya ancaman terhadap dirinya sendiri karena maksudnya itu.
A Sun punya hati yang murni namun kemurnian ini dengan mudah akan hilang kalau nafsu menguasai!
Maka janganlah orang dekat-dekat dengan kejahatan dan nafsu.
Itu akan membakar dan menghanguskan.
Jangan menganggap diri hebat bisa mengatasi kejahatan dan nafsu, karena secara alamiah manusia memang akan mudah dikelahkan nafsu ini apabila berjaga-jaga.
Nasehat paling mudah bila menghadapinya adalah : LARI! Jauhilah kejahatan dan nafsu!