Pagi ini, gadis bermata rusa itu sudah bersiap-siap untuk menjalankan misinya 'mencari tahu tentang Xiaolu'. Setelah melihat alamat yang di berikan salah satu siswa di SM tempatnya bersekolah di website mereka, dengan semangat Luhan bergegas ke daerah pemakaman tempat Xiaolu itu di makamkan. Dia benar-benar penasaran. Sungguh.
Setelah sampai di pemakaman, luhan bertemu dengan dua orang berbeda gender dan usia. Gadis itu memilih menghampiri pria yang berperawakan mungil dan bermata sipit karena wanita paruh baya yang bersama pria itu sedang berdoa dengan khidmat. 'Kasihan sekali, itu pasti ibunya Xiaolu' Ucap luhan dalam hati.
"Emm.. Annyeonghaseyo, aku luhan.. Salah satu siswi di sekolah SM Senior High School" Luhan memperkenalkan dirinya pada pria mungil itu.
"Ada yang bisa saya bantu? " Tanya Baekhyun bingung, si pria mungil itu.
"Emm.. Begini, apa anda adalah kerabatnya Xiaolu?" Tanya luhan hati-hati, jujur saja dia sangat gugup saat ini.
"Ne.. Aku sahabat Xiaolu" jawab baekhyun sedih. Melihat wajah sedih baekhyun, si gadis rusa refleks memeluk pria mungil itu. Dia tidak tahu mengapa, tapi dia jauh lebih sedih saat melihat wajah pria mungil ini. Seperti dia sudah lama mengenal pria ini. Dan yang di peluk hanya meronta minta di lepaskan.
"Apa yang kau lakukan?" marah bakehyun pada luhan. Heol walaupun gadis ini cantik tapi baekhyun tidak tertarik. Dia lebih suka pisang okey.
"Maafkan aku, aku turut berduka atas meninggalnya Xiaolu" Luhan menatap baekhyun dengan mata berkaca-kaca, kenapa dia jadi sedih begini sih?.
Melihat mata gadis di depannya yang berkaca-kaca baekhyun jadi semakin sedih. Lalu si pria pecinta eyeliner ini mengajak gadis cantik yang bernama Luhan itu untuk pergi menjauh dari area pemakaman karena dia tidak ingin bibinya; ibunya Xiaolu mendengar pembicaraan mereka.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya baekhyun to the point setelah mereka sampai di sebuah gazebo yang ada di area pemakaman itu.
"Aku hanya ingin tahu, sebenarnya apa yang terjadi pada xiaolu. Kemarin aku membaca beritanya di mading sekolah. Aku hanya penasaran dan juga sedih, kenapa dia harus mengakhiri hidupnya hanya karena wanita jalang yang menyelingkuhinya" ucap luhan panjang lebar sambil sesenggukan, karena demi Tuhan dia juga tidak tahu kenapa dia bisa sesedih ini.
Sebenarnya baekhyun ingin terkekeh melihat wajah polos gadis di depannya ini yang sudah berlinang air mata, di tambah lagi hidungnya yang kempaang kempis karena sesenggukan. Dia jadi teringat Xiaolu.
"Aku tidak tahu kenapa kau penasaran sekali dengan Xiaolu. Tapi jika kau ingin tahu aku akan memberi tahumu. Karena sepertinya kau gadis yang baik" ucap bakehyun sambil tersenyum tulus.
"Gomawo.. Em..?
"Baekhyun, panggil saja aku baekhyun sepertinya kita seumuran" potong baekhyun seakan tahu apa yang akan di katakan gadis di depannya ini.
"Ah baekhyun-ssi..bangapseubnida" Luhan membungkukkan tubuhnya sopan yang mengundang kekehan dari pria mungil di depannya. Astaga luhan itu sopan sekali sih.
"Ini adalah hari ke lima belas kematian Xiaolu. Seperti yang kau bilang, dia tewas bunuh diri karena kekasihnya yang mengkhianatinya. Dan kekasihnya bukan wanita jalang" Kata baekhyun sambil melirik luhan yang melongo saat mendengar jika pacar xiaolu itu bukan wanita jalang. 'lalu apa sebutan untuk wanita yang tega bercinta dengan orang lain di depan kekasihnya sendiri?' Dahi luhan berkerut bingung yang lagi-lagi mengundang kekehan dari si pria mungil "Kekasihnya bukan wanita jalang, tapi... Pria bejat alias Keparat mesum" Bisik baekhyun di akhir kalimatnya yang membuat luhan terbelalak tak percaya.
"Ja-jadi dia..? "
"Iya, Xiaolu gay. Dan kekasihnya adalah seorang pria. Dia berada di satu sekolah yang sama denganmu"
Mendengar itu, luhan yang sempat kaget tiba-tiba bersemangat kembali. "Em.. Bisakah kau beri tahu aku siapa nama pria bejat nan mesum itu?" Tanya luhan hati-hati karena dia sadar kalau dia tidak boleh mencampuri urusan orang terlalu jauh. Tapi dia rasa pengecualian untuk saat ini. Karena sekarang dia benar-benar ingin tahu kenapa si Xiaolu itu sampai melakukan hal bodoh seperti ini.
"Lalu jika kau sudah tahu siapa pria itu, apa yang akan kau lakukan?"
'Apa yang akan aku lakukan? Benar.. Apa yang akan aku lakukan? '
"Aku akan menamparnya dan menghajarnya dengan kedua tanganku sendiri" jawab luhan dengan cepat dan suara meninggi. Dia juga menunjukkan kepalan tinjunya yang kecil itu pada baekhyun.
"Ha.. Ha.. Ha.. Kau lucu luhan-ssi" tawa baekhyun pecah melihat kepolosan gadis ini. Ya Tuhan dia mirip sekali dengan Xiaolu.
Baekhyun mendekatkan wajahnya pada gadis ini seraya berbisik "Namanya Kris Wu.. Aku tunggu kabar baik darimu" setelah itu bakehyun memundurkan wajahnya kembali sambil melihat reaksi luhan yang terbengong lucu.
Kris Wu
Kris Wu
Kris..
'Sepertinya tidak asing'
'Tentu saja tidak asing dia kan teman satu sekolahmu' dasar luhan bodoh.
Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya ribut saat memikirkan siapa si pria bernama Kris Wu itu.
"Baiklah luhan-ssi, aku harus segera kembali ke pemakaman. Aku takut nanti bibi mencariku"
"Em gomawo baekhyun-ssi, jeongmal gomawoyo" teriak luhan karena saat ini baekhyun sudah melangkahkan kakinya menjauh.
Karena dia rasa urusannya sudah selesai, luhan berniat kembali ke rumahnya. Tapi sebelum itu terjadi, tubuh gadis itu ambruk di pelukan seorang pria karena sang gadis kehilangan kesadarannya akibat efek obat bius yang pria itu bekapkan pada mukosa hidungnya.
'I got you deer..'
-
Pria berahang tegas itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil sesekali bersiul senang karena apa yang di carinya sedari pagi tadi sudah tergeletak tak berdaya di bangku penumpang mobilnya. Sesekali si pria tampan itu akan tersenyum tipis entah apa yang sedang dia bayangkan sehingga membuatnya tersenyum bahagia seperti itu dan membuatnya tidak sadar jika 'gadis' sekapannya sudah membuka mata dan berusaha membuka pintu mobil yang ada di sampingnya.
Brukk
Setelah berhasil membuka pintu mobil secara diam-diam, Luhan; gadis itu langsung melompat bebas keluar dari mobil menjatuhkan dirinya ke aspal tanpa perduli jika tubuh mulusnya akan lecet karena tindakan nekatnya itu.
Dan mendengar suara benturan yang sangat keras, Sehun; si pria tampan langsung menghentikan mobilnya dan mengerang kesal saat 'gadis' tawanannya sudah berlari ke pinggir jalan berlawanan arah dengannya.
"YA! Xi Luhan mau kemana kau bodoh?"
Tanpa pikir panjang sehun langsung berlari mengejar si 'gadis' rusa yang saat ini sudah berlari jauh di depannya. Dia jelmaan rusa, tentu saja larinya sangat cepat.
"Ya! Xi Luhan tunggu, hei" Dan terjadilah adegan kejar-kejaran yang saat ini masih di pimpin oleh sang rusa betina.
"Mau apa kau pria mesum? Kau pria yang mau memperkosaku di toilet sekolah kemarin kan?" masih tetap berlari luhan berteriak takut pada pria tampan di belakangnya, yang menurutnya adalah pria jahat yang ingin memperkosanya.
Mendengar itu sehun merotasikan bola matanya. Rusa ini benar-benar tidak meminum obatnya ternyata.
"AKU MENGENAL XIAO LU" Teriak sehun pada luhan yang saat ini sudah menghentikan laju larinya saat mendengar nama pria yang membuatnya penasaran itu.
Gotcha.. I got you rusa.
Grep
Bruk
Bruk
Akh..
Kejadiannya secepat kilat, sehun yang memeluk luhan dari belakang dan luhan yang refleks memukul perut dan wajah sehun bertubi-tubi.
"Omooo...! " Luhan kaget saat melihat pria tampan itu sudah babak belur dan terbaring di rerumputan pinggir jalan. Untung masih sadar.
"Ya Xi Luhan kau mau membunuh ku hah? " Sehun meringis pedih saat berteriak akibat luka di pinggir bibirnya.
"Maafkan aku. Habisnya kenapa kau suka sekali sih menguntit ku, kau mau memperkosa ku kan?" Luhan ikut mendudukkan dirinya di samping sehun, sambil membawa kepala sehun untuk berbaring di pahanya.
"Xi Luhan dengarkan aku.." Karena jengah dengan perkataan luhan, akhirnya sehun menjepit dagu luhan dengan lembut agar gadis itu menunduk menatap wajah babak belurnya.
"Aku bukan pria jahat, aku Sehun, Oh Sehun.. Apa kau ingat" Tanya sehun lembut pada luhan yang berkerut bingung.
"Sedari kemarin kau mengkhawatirkan Xiaolu itu kan lu?" Tanya sehun lagi "Coba kau fikir, kenapa kau begitu perduli kepada orang asing yang baru kau kenal, kau bahkan menangis semalaman hanya karena memikirkan pria itu, memangnya dia siapa. Coba fikirkan, kau aneh bukan"
Benar.. Ada yang aneh dengan ku..
Dan luhan hanya mengangguk imut sebagai jawaban dari pertanyaan sehun. Dahinya masih berkerut bingung memikirkan kenapa dia jadi sepenasaran ini.
"Itu karena Xiao Lu itu adalah kau Xi Luhan" Jelas Sehun akhirnya karena melihat raut bingung di wajah gadis jadi-jadiannya ini.
"Huh.. Apa? Apa kau gila? Mana mungkin aku ini Xiaolu! Aku ini perempuan dan Xiaolu itu adalah laki-laki" Bantah luhan tidak terima pada pernyataan sehun.
Haahh..
Mendengar itu sehun menghela nafasnya frustasi. Sudah dia duga akan seperti ini.
Sehun mengeluarkan botol kecil yang berisi obat di dalamnya dan memberikannya pada Luhan."Minum ini agar kesadaranmu kembali" Lalu memberikan sebotol air mineral yang ada dalam tasnya.
"Ini apa?" Tanya luhan bodoh sambil memandangi botol kecil yang ada di tangannya itu. "Jika kau ingin tahu minum saja dulu" jelas sehun gemas pada 'gadis' bodoh ini.
"Tidak mau!! Itu pasti obat perangsang kan? Dasar keparat mesum"
Astaga... Rasanya sehun ingin sekali membenturkan kepala gadis ini ke aspal di depan mereka agar lekas sadar.
"Minum atau kuperkosa kau di sini Luhan" ancam sehun yang membuat Luhan bergidik ngeri namun langsung meminum obat yang di berikan sehun padanya itu.
"Bagaimana? Sudah ingat siapa aku?" Tanya sehun antusias, namun bukannya jawaban yang dia dapat melainkan gadis itu yang tergeletak pingsan tak sadarkan diri untuk yang ke dua kalinya dalam sehari ini.
Haah.. Merepotkan.
Lagi-lagi sehun menghela nafasnya frustasi dan langsung menggendong luhan masuk ke dalam mobilnya.
-
"Ahjumma.. Siapkan air kompresan untuk Luhan" setibanya di apartmen mereka, sehun langsung menggendong luhan dan membawanya masuk ke kamarnya. Gadis ini demam, dia pasti shock sekali saat mengingat semuanya. Sehun jadi kasihan pada 'gadis' ciptaannya ini.
Sehun masih betah memandangi wajah cantik luhan. 'Kau sangat cantik, tapi kenapa nasibmu malang sekali?' sambil sesekali menyeka keringat di wajah cantik luhan dengan handuk kompresan yang sudah di siapkan Kim ahjumma; pembantu sehun.
Sehun masih betah duduk di ranjang samping luhan, sambil memandangi wajah gadis itu yang sedang tidak tenang dalam tidurnya. 'Dia pasti bermimpi buruk lagi' pikir sehun saat melihat dahi berkerut dan wajah pucat pasi luhan yang sudah di banjiri keringat.
Karena tidak tega melihat kondisi sang 'gadis'. Sehun ikut membaringkan dirinya di samping luhan dan membawa luhan ke dalam pelukannya, sambil sesekali memberikan kecupan sayang di seluruh wajah luhan. Dari mulai dahinya yang berkerut dan berpeluh, turun ke mata favorite sehun yang terpejam erat, lanjut ke hidung bangirnya yang bernafas tidak teratur, lalu ke kedua pipi gembilnya yang biasanya merona namun sekarang malah pucat pasi tak berwarna dan terakhir bibir mungil yang diam-diam selalu sehun kecup setiap malam saat gadis itu sedang tertidur lelap.
Sehun terus mengecupnya dan memberikan usapan sayang di punggung luhan, berharap perlakuannya ini dapat menghilangkan mimpi buruk sang 'gadis' tawanan.
Lima belas hari yang lalu, pria mungil yang kerap di sapa Xiaolu itu mendapat kabar bahwa sang kekasih sudah pulang dari China, negara kelahirannya dan sang kekasih.
Sebenarnya ini sudah jam pulang sekolah, dan sekolah juga sudah mulai sepi. Tapi demi sang kekasih luhan rela memutar arah yang awalnya ingin pulang ke rumah malah kembali ke sekolah. Karena menurut sang pengirim pesan; orang yang memberitahu xiaolu kalau kekasihnya sudah pulang, bahwa kekasihnya sedang berada di sekolah saat ini.
Dengan semangat dan senyum cerah di wajah cantiknya, pria bermata rusa ini terus melangkahkan kakinya mengitari gedung sekolah guna mencari sang kekasih. Sampai tiba di perpustakaan si pria tidak sengaja mendengar suara dua manusia berbeda gender, yang dia tidak tahu itu siapa.
Karena takut di kira mengintip, xiaolu langsung menyembunyikan dirinya di balik meja penjaga perpustakaan, karena saat ini ke dua manusia berbeda gender itu sedang berada di depannya tanpa menyadari keberadaan sang rusa karena xiaolu menunduk.
"Apa kau sudah mengirim pesan ke pada pria culun itu?" Tanya si pria pada sang wanita yang sedang memeluknya mesra.
"Hm.. Aku sudah mengiriminya pesan, dan aku harap dia melihat apa yang sedang kita lakukan sekarang" Ucap sang wanita yang membuat si pria rusa yang sedari tadi bersembunyi membekap mulutnya tak percaya. Dia kenal suara ini.. Ini suara kekasihnya. Ya Tuhan.. Tidak mungkin. Xiaolu bergetar menahan tangis, tapi dia sebisa mungkin menahannya agar tidak terdengar oleh kedua orang tersebut.
"Kapan kau akan mengakhiri hubunganmu dengannya sayang?" Dan hati Xiaolu semakin mencelos pilu saat mendengar pertanyaan dari selingkuhan sang kekasih. Buru-buru Xiaolu menyalakan ponselnya dan memencet tombol 'take video' untuk merekam kelakuan bejat sang kekasih. Karena feelingnya mengatakan kalau ini tidak akan berakhir baik. Dan biasanya feeling pria mungil itu selalu benar dan tepat sasaran.
"Hari ini juga saat dia memperlihatkan wajah jeleknya aku akan segera memutuskannya"
"Apa kau sudah mendapatkan apa yang kau mau"
"Tentu saja, xiaolu itu dengan bodohnya mau menyerahkan mobil dan surat kepemilikan cafe miliknya menjadi milikku. Aku tidak tahu jika dia sebodoh itu" Ucap sang pria yang membuat xiaolu menjerit pilu mengetahui kebusukan pria itu.
"Dia terlalu mencintaimu sehingga membuatnya bodoh seperti itu. Apa dia tidak pernah berkaca. Seharusnya dia sadar betapa dia tidak pantas bersanding dengan pria sesempurna dirimu kris wu" Ucap sang wanita lagi, sambil sesekali mencium mesra sang kekasih.
Karena tidak tahan dengan rangsangan dan cumbuan yang di berikan sang kekasih. Kris langsung mencium Zitao mesra.
"Tao-ah.. Aku merindukanmu.. "Ucap kris berbisik di telinga tao. Keduanya di mabuk asmara. Keduanya terlalu di bakar rindu sehingga lupa pada tempat yang membuat keduanya tanpa sungkan saling menelanjangi tubuh masing-masing dengan saling berpagut mesra. Melupakan jika ada siapa saja yang bisa melihat keduanya. Dan melupakan seorang pria mungil yang hatinya sedang di khianati begitu parah saat ini.
Cukup.. Ini sudah cukup..Xiaolu tidak bisa lagi menahan semuanya.
Brakk...
Plak..
Xiaolu keluar dari persembunyiannya dan langsung menghadiahi tamparan pada pipi calon 'mantan kekasih'. Dia sudah tidak tahan lagi, sungguh. Tangannya bergetar menahan marah dan bibirnya dia gigit kuat guna menahan tangis.
"Keparat jahanam teganya kau melakukan ini padaku kris" Sembur Xiaolu ngosngosan karena dadanya sesak, sangat sesak.
"Aku akan melaporkanmu dengan kepala sekolah karena bercinta di area sekolah. Dan aku akan melaporkanmu ke polisi atas kasus penipuan karena sudah berani mengambil mobil dan cafe ku" Dan dengan itu xiaolu berlari meninggalkan kedua manusia bejat itu yang baru tersadar akan keterkejutan mereka. Sehingga keduanya langsung memakai pakaian masing-masing sambil mengejar Xiaolu.
Kris tidak menduga kejadiannya akan seperti ini. Dia kira xiaolu akan menangis dan memohon padanya agar tidak meninggalkannya saat tahu bahwa kris menghianatinya. Tapi kris salah, Xiaolu tidaklah selemah yang dia bayangkan.
"Xiaolu berhenti" teriak kris panik karena xiaolu hampir menuruni tangga sekolah. Perpustakaan ada di lantai tiga ngomong-ngomong.
Sret..
Bruk..
Bruk..
Bruk..
Mata kris dan Tao membola sempurna saat melihat tubuh mungil xiaolu sudah bergelinding menuruni tangga, kris tidak bermaksud mencelakai kekasihnya itu. Dia hanya menarik tangan xiaolu tapi karena dia kehilangan keseimbangan, Kris menabrak tubuh Xiaolu menyebabkan pria mungil itu terjatuh dengan debuman yang cukup keras. Sedangkan Kris juga akan jatuh menyusul Xiaolu jika tidak ada Tao yang menahan dan menarik tangannya sehingga kris tidak terjatuh.
Kris dan Tao langsung buru-buru menghampiri tubuh mengenaskan Xiaolu. Keduanya semakin menganga dan terbelalak kaget saat melihat kepala Xiaolu sudah berlumuran darah dan tidak ada lagi tanda kehidupan pada diri Xiaolu alias meninggal.
"Astaga kris bagaimana ini, dia mati" ucap Tao panik bukan main.
Kris mengacak rambutnya frustasi "mau bagaimana lagi, bukankah lebih baik dia mati, dengan itu kita berdua akan aman" Jawab kris dengan smirk jahat di wajahnya.
"Kris kau gila, kita berdua akan masuk penjara"
"Kau pikir aku sebodoh itu apa? Kita rekayasa saja semuanya. Buat dia seperti menjatuhkan dirinya dari atap sekolah alias bunuh dari" Jawab kris yang membuat keduanya tersenyum licik. Ah Tao lupa jika kekasihnya ini benar-benar pria jahat dan licik.
Setelah hari hampir gelap, tao dan kris selesai membuat Xiaolu seolah olah bunuh diri dengan menyelipkan foto mesra/intim mereka berdua yang wajahnya sudah di blur itu ke sela jari-jari Xiaolu.
"Selesai.. "
"Ayo sayang kita pulang"
Dan dengan itu, mereka berdua meninggalkan Xiaolu yang mereka anggap sudah mati itu.
"Aku tidak tahu jika ada manusia sejahat itu" tidak, itu bukan Xiaolu. Itu adalah sehun yang sedari tadi menyaksikan semuanya. Saat itu dia sedang latihan dance di ruang dancenya di samping perpustakaan. Tapi dia menghentikan latihannya saat mendengar bunyi benda jatuh yang sangat keras itu. Sehun saja di buat kaget mendengar nya dan semakin kaget lagi saat dengan mata kepalanya sendiri, dia menyaksikan adegan pembunuhan secara tidak sengaja itu.
"Xiaolu.. "
"Xiaolu.. Hei kau mendengar ku?" bodoh tentu saja dia tidak mendengarmu sehun. Mana ada orang pingsan yang bisa mendengar? Sehun jadi terkekeh sendiri karena kebodohannya.
Setelah sehun memeriksa denyut nadi Xiaolu di pergelangan tangannya. Sehun tahu jika pria mungil mengenaskan ini masih hidup. Bagaimanapun juga, Sehun adalah pria genius. Sedari kecil dia sudah di bekali dan di ajarkan dengan ilmu kedokteran karena ibunya yang seorang dokter terkenal itu. Maka tidak heran jika sehun bisa dengan mudahnya menebak jika pria mungil ini masih bernafas meskipun samar. Dan dengan kebaikan hatinya yang secuil itu Sehun langsung membawa luhan ke rumah sakit milik keluarganya untuk menyelamatkan pria malang ini.
-
"Bagaimana dengan keadaannya eomma?"
Setelah mengemudikan mobilnya seperti orang kesetanan menuju rumah sakit. Sehun langsung saja menghubungi eommanya untuk menyelamatkan Xiaolu.
Dan setelah hampir tiga puluh menit menunggu sehun bisa bernafas sedikit lega saat eommanya sudah keluar dari ruang mengerikan; emergency.
"Dia kritis, kemungkinan kepalanya kena benturan keras dan beberapa tulang bahu dan kakinya bergeser"
"Eomma lakukan yang terbaik, tolong sembuhkan dia" mohon sehun pada eommanya, dokter yang menangani XiaoLu.
"Eomma akan melakukan yang terbaik, tapi perlu waktu beberapa hari untuk memulihkannya. Setidaknya tulang-tulang dan kepalanya yang cidera parah harus mendapat penangana khusus" jelas eomma sehun yang membuat sehun menatap iba pada ruang emergency yang di tempati Xiaolu.
'Aku akan melakukan segalanya agar kau kembali sehat'
-
"Enghh... "
Luhan menggeliat kecil saat merasakan berat di pinggang dan pahanya. Ternyata itu tangan dan kaki sehun yang melingkar mesra di tubuh mungilnya.
"Kau sudah bangun rusa?"
"Emh.. " Karena masih mengantuk dan pusing akibat obat yang di berikan sehun, Luhan hanya menjawab pertanyaan sehun dengan mengangguk imut.
Tapi tunggu dulu, ada yang aneh dengan wajah sehun.
"Sehun.. Kenapa wajahmu jadi jelek begini?" tanya luhan sambil menggoyang-goyangkan wajah sehun.
Lagi-lagi sehun memutar bola matanya melihat kebodohan pria mungil ini.
"Kau pikir... " Sehun sengaja menggantungkan kalimatnya, berharap pria mungil nan bodoh ini bisa mengingat apa yang dia lakukan dua hari ini padanya.
"Omooo.... " Dan si bodoh hanya menutup mulutnya kaget saat mengingat dengan jelas apa yang sudah dia lakukan pada pria tampan ini.
"Sudah ku bilang, jangan pernah melewatkan meminum obatmu luhan. Satu tahun ini kau tidak bisa bebas dari obat itu. Lihatlah kelakuanmu yang membuatku babak belur begini. Dan lagi kemarin kau ke sekolah memakai heels menjijikkanmu itu. Kau pasti berhalusinasi lagi kan?" Sehun menggerutu panjang lebar, sungguh bukan sehun sekali. Dan yang mendapat gerutuan sayang dari si pria tampan hanya terkekeh geli.
"Mianhaeyo Dokter tampan" Luhan terkikik lucu sambil menusuk-nusuk pipi sehun yang tidak terdapat lebam dengan jari-jari mungilnya.
"Sudah ku bilang aku bukan dokter"
"Tapi kan kau yang membuatku sembuh, tidak hanya menyembuhkan lukaku, tapi kau juga mengobati lukaku. Gomawo seongsangnim. Kau malaikatku, malaikat tampan" Luhan berterima kasih tulus pada sehun, pria yang sudah menyelamatkan nyawanya dan hidupnya. Pria yang menggengam tangannya saat dia mulai menyerah dan pria yang membantunya untuk memulai hidup kembali.
Mendengar nada tulus dari luhan, sehun langsung tertawa canggung. Hatinya berdebar. Dia tidak sanggup menatap mata luhan. Dan lagi, pipinya pasti merona merah sekarang.
"Aigoo uri sehunnie sedang merona eoh?" Damn, luhan malah makin menggoda sehun. Luhan makin cekikian saat melihat sehun membalikkan badan dan membelakanginya.
Sehun itu pria dingin, sedari dulu dia sudah tahu desas desus dari siswa-siswi SM betapa dingin dan angkuhnya sehun itu. Tapi luhan tidak pernah menyangka, ternyata di balik sifat dinginnya sehun itu adalah pria yang baik, hanya pada luhan. Tidak hanya baik, sehun itu juga sangat perhatian dan begitu membuat luhan nyaman. Sehingga dengan senang hati luhan mempercayakan kehidupannya dan masa depannya setelah 'kematiannya' hanya pada sehun. Luhan benar-benar berterima kasih pada pria tampan ini.
'Aku adalah seorang pendendam yang cantik. Karena kau telah berani menyembuhkan lukaku, maka aku akan membalasnya berkaki-kali lipat'
TBC
----
Baby!
Thursday, 2017 08 17
◌⑅⃝●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌