SAVE YOU...LOVE YOU

By Aphrodite_Themis

122K 9.9K 873

Complete hanya di VERSI CETAK Cinta, intrik, kebohongan dan perjuangan untuk mencapai impian terindah dalam h... More

The General
PEWARIS KIM
Sadness and Sacrifice
30 seconds!
Trapped
DAMN YOU, CHO KYUHYUN!
THE HEIR
LOST & LOVE
You, My Other Half
JAEJOONG FIGHT
TWINS? NO WAY!
KILL! KILL! KILL!
DEVIL KIM
Fighting and Don't Give Up
FEARLESS & FIGHTING PLAN
Finally Pewaris Kim datang
KIM CHANGMIN VS JUNG YUNHO
GOOD BYE, GENDUTTTT.....
HE IS MY SON
YOUR SON IS DEATH!
WE GO HOME!
FOLLOW OR LEAVE MY LITTLE BROTHER!
MY COUNTRY, MY ROLE
OUR FATHER....

My Name, Kim Jaejoong

5.5K 542 38
By Aphrodite_Themis

WARNING : Story ini adalah MUTLAK milik gw. So, dilarang keras untuk memplagiat/ meremake / mengambil ide/ mencuri alur dll, jika anda bukan seorang maling.

PS : Story ini gw repost setelah diedit dan direvisi beberapa part untuk keperluan gw menulis sequel-nya, THE CROWN. Jadi, yang suka silakan reread, biar anda tidak bingung dan bertanya-tanya nanti.

.

HAPPY READING

CHAPTER 2

'You are the dream in my life'

.

.

HONG KONG

BRUKKK......BUGHHH...PRANK...

"Argghhh...Hukk..Hukk..Ughhh.."

Suara tendangan, pukulan benda tumpul dan erangan kesakitan menggema di ruang bawah tanah yang sekarang berbau amis karena darah yang mengenangi lantai serta mengotori dinding ruangan luas yang penuh senjata dan alat penyiksaan itu. Aura ketakutan dan kematian tercium kuat dari sosok yang terkapar atau beberapa sosok lain yang berlutut tak berdaya sedangkan kobaran kemarahan dan kebencian menguar kuat dari namja bertubuh semampai yang sedang mengenggam pemukul besi penuh darah disatu tangan dan pedang panjang yang juga masih terus meneteskan darah segar ditangan lainnya.

"Eughh...Tol---ongg..Jann—gan.." erangan kesakitan itu hampir tak terdengar dari wajah yang membengkak dan hampir tak berbentuk itu, sosok yang terlihat mengenaskan itu terbatuk dan memuntahkan darah segar. Seluruh tubuhnya juga penuh luka sabetan pedang dan lebam karena pukulan benda tumpul.

Sosok itu sudah berusaha menghindari setiap amukan namja berambut merah yang terus menghajarnya tanpa ampun hingga terpojok disudut dinding. Tubuhnya sudah terlalu lemah untuk bergerak lagi. Matanya yang membengkak hampir tak bisa melihat, tapi dia tahu tidak ada seorang pun di ruangan ini yang akan menolongnya. Dia akan mati dengan keadaan mengerikan dan lama. Dia berharap ini akan cepat selesai karena neraka yang diciptakan sosok berang dihadapannya ini akan lebih mengerikan daripada dia mati seketika.

"Ikat dia di tiang itu! Siksa terus, jangan biarkan dia mati sebelum aku mengizinkannya! Kau akan sadar dengan siapa kau sedang berurusan!"

Baru beberapa langkah sosok dengan mata sedingin es itu berjalan menuju pintu ruang bawah tanah bersama sejumlah pengawalnya, tiba-tiba dia kembali berbalik dan memberikan perintah kejam yang membuat 5 namja yang masih berlutut langsung dilingkupi kengerian.

"Bunuh semua orang yang membantunya! Siapa pun!"

♥♥♥

KORUT – VILLA KIM

Tatapan Jaejoong menggeras dan dadanya terasa diremas kuat saat melihat kondisi menyedihkan namja bertubuh kekar itu. Penuh debu, kotor, punggung penuh luka bekas cambukan yang masih mengeluarkan darah segar dan wajah tampan itu juga sedikit ternoda darah dengan sudut bibir yang membiru karena pukulan salah satu prajurit saat dia melawan untuk diikat. Jaejoong merasa ingin menjerit keras melihat semua itu, tiba-tiba kemarahan memenuhi hati dan pikirannya. Dia akan membunuh prajurit yang telah mencambuk namja yang sudah diklaimnya ini.

Tidak ada yang boleh menyentuh apa yang sudah disukainya!

"Untuk apa tinju itu jika tanganmu sedang diborgol?" tanya Jaejoong ringan saat dilihatnya namja tampan itu memasang sikap siap bertarung dengan tinju dikedua tangannya. Lucu disaat dirinya saja hampir tidak dapat berdiri tegak.

Yunho menatap tajam namja cantik yang didepannya dengan sikap angkuh,"Apa maumu? Siapa kau?" Dia tahu suaranya pasti terdengar parau dan serak karena dilihatnya namja cantik itu mengeryit sedikit sebelum kembali berjalan mendekat. Yunho sekuat tenaga berusaha mundur tanpa memperlihatkan dia sangat kesakitan karena luka diseluruh punggungnya. Para setan dan arwah orang yang pernah dibunuhnya pasti sedang menertawakannya.

Jung Yunho, pewaris mafia terbesar saat ini sedang merangkak mundur dari namja bertubuh ramping yang bisa dipatahkannya dalam sekali gerakan jika dia tidak sedang terluka! Sungguh ironis!

"Jangan bergerak, itu akan membuat lukamu semakin sakit." Nada khawatir yang anehnya keluar dari bibir merah itu membuat Yunho merasa curiga hingga memicingkan matanya.

"Bukan urusanmu! Jawab aku, siapa kau? Kenapa kau ada disini? Apa aku akan dieksekusi sekarang? Dimana tawanan lainnya?" cecar Yunho kuat, mengabaikan tenaganya yang semakin lemah setiap kali dia bergerak pelan.

Tawa lembut yang keluar dari bibir namja cantik yang mengenakan setelan serba hitam itu membuat Yunho semakin bingung menduga situasi yang sedang terjadi padanya. Dia yakin sekali ada yang salah dengan situasi ini! Dia juga tidak merasa ada yang lucu dari pertanyaannya.

Disisi lain, Jaejoong mengerang pelan dalam hati,'Dasar keras kepala! Tapi, aku suka...' Setelah terdiam sesaat dan menghela nafas kesal karena namja tidak tahu diri ini sama sekali tidak mau memelankan suaranya. "Kau tidak perlu memikirkan tawanan lain!" sahut Jaejoong acuh.

"Jadi, siapa kau?" desak Yunho lagi.

"Namaku, Kim Jaejoong, dan tutup mulutmu sekarang! Tidak boleh seorang pun yang tahu aku disini!" desis namja cantik itu terlihat tidak sabar karena Yunho terus beringsut menghindari darinya.

'Kim Jaejoong? Marga Kim. Jangan-jangan...' Mulut Yunho terbuka, jelas sekali ingin memastikan dugaan yang terlintas dibenaknya. Mata gelap itu menyipit dingin memandang sosok indah didepannya dengan rasa curiga yang semakin membuncah.

Jaejoong terkekeh tanpa suara melihat tampang bodoh namja Jung itu,"Apa yang sedang kau pikirkan itu benar! Aku putra dari Jenderal Kim Young Woon. Sekarang diamlah!" seru Jaejoong pelan saat dilihatnya Yunho akan kembali bertanya. Dengan gerakan cepat Jaejoong menyergap tubuh besar itu kesudut ruang, tangannya menutup kuat mulut Yunho yang akan mengerang kesakitan karena gerakan cepat Jaejoong pasti sedikit banyak melukai punggungnya.

"Diam dan tahan sakit itu!" bisiknya tajam ditelinga Yunho yang masih berusaha memberontak.

Dengan sebelah tangannya yang bebas Jaejoong mengeluarkan kunci dari sakunya,"Akan kubuka borgol itu tapi kau harus berjanji tidak ada perlawanan, setuju?" Bisa dilihatnya pertentangan di mata yang sedingin es itu sebelum namja itu akhirnya mengangguk pelan. Suara klik terdengar samar saat Jaejoong berhasil melepaskan borgol dari tangan besar Yunho yang terluka karena terus bergesekan dengan besi borgol.

"Apa maumu? Jawab aku sekarang!" desak Yunho tajam, berusaha menjernihkan pikirannya dari aroma vanilla yang menguar dari tubuh ramping yang hanya berada dalam satu jangkauan tangannya, mata bulat itu begitu jernih jika dilihat dalam jarak sedekat ini dan bibir merah itu tampak mengkilat, menggoda pertahanan Yunho.

'Sadarlah Jung! Sadar!' jerit suara dalam kepala Yunho kuat yang membuatnya menepis semua pikirannya dan segera bersiap untuk melumpuhkan namja cantik yang tersenyum kecil padanya, ini kesempatannya untuk kabur karena putra jenderal itu sekarang ada dihadapannya tanpa senjata apapun. Aku juga bisa memiliki namja ini untuk dirinya sendiri, pikir Yunho tiba-tiba.

Ya, dia akan menculik putra cantik jenderal gila itu!

"Mengobati lukamu dan memberimu makan! Kau pasti kelaparan sekali."

Suara lembut nan pelan itu membuyarkan semua rencana-rencana spontan yang berkelebat dalam benak Yunho dan membuat namja Jung itu kembali menatap mata bulat itu dengan berang. "Aku tidak butuh perhatian itu! Suruh saja ayahmu yang kejam itu membunuhku sekarang! Atau kalau perlu cambuk saja lagi aku sampai mati!"

Yunho bisa melihat dalam cahaya temaram itu kilat marah dalam mata bulat itu dan tangan sepucat pualam sosok ramping itu juga sontak mencengkram kuat lengannya setelah mendengar semua ucapannya, pasti namja cantik itu murka karena Yunho telah mencaci ayahnya...Tapi, apa yang keluar dari bibir merah itu membuat Yunho merasa dia pasti sedang berhalusinasi karena sakit membakar di punggungnya!

"Kau hanya boleh mati jika kuizinkan, Jung Yunho! Sekali lagi kubilang tutup mulutmu, setelah luka sialan itu sembuh, aku akan membawamu keluar dari sini!" desis suara lembut itu tajam dengan mata yang menggelap.

♥♥♥

Kamar luas itu tampak mewah walaupun berkesan kaku, karena dipenuhi semua dekorasi berwarna coklat dan hitam. Ditengah ruangan terdapat ranjang besar yang ditutupi bedcover hitam berkilau dan tepat didinding sebelah kiri ranjang itu terpasang lukisan besar seorang anak kecil berambut hitam legam yang sedang dipeluk erat seorang remaja dengan seringai tipis dibibirnya.

TOKK..TOKK..

Bunyi ketukan pelan itu membuat namja yang sedang bekerja serius di meja kerja di sudut kamar itu meletakkan penanya dan berseru keras,"Masuk!" teriaknya lantang,"Apa yang kau dapat?" tanya Kim Changmin, namja jangkung pemilik kamar itu langsung pada namja bertubuh tinggi besar yang baru saja duduk didepannya.

"Dia pergi kesana dengan Kyu."

Changmin berdecak kecil, sudah bisa menduga apa yang akan dilakukan adiknya. "Pastikan tidak ada yang melihat mereka, aku percayakan semua ini padamu, Chan!" gumamnya dengan ekspresi kesal.

"Arra, aku akan memastikannya sendiri tapi sebaiknya segera lakukan sesuatu. Kau tahu bukan bagaimana ini akan berakhir jika Jenderal Kim sampai tahu!" cetus Hwang Chansung, namja yang menjadi orang kepercayaan sekaligus sahabat terbaik Kim Changmin.

Memang itu yang sedang dikhawatirkan pewaris Jenderal Kim itu. "Jaejoongie begitu keras kepala dan semua akan jadi sangat rumit." desah Changmin memijit kepalanya yang sakit, mengacuhkan senyum kecil Chansung yang seolah mengejeknya.

♥♥♥

Yunho terkekeh kecil dan menggeleng tidak percaya dengan seruan sombong itu,"Kenapa kau mau menolongku? Kau tahukan siapa aku? Putra dari mafia yang menjual senjata perang! Katakan saja apa tujuanmu, cantik!" seru Yunho sarkastik, dia tidak bermaksud sekeras itu dengan namja cantik ini, namun ini bukan saatnya percaya begitu saja pada uluran tangan yang tak terduga ini.

"Jadi, aku harus terpesona dengan kenyataan itu, tuan Jung?" seru Jaejoong pelan dan tidak peduli seraya berusaha mendorong kuat tubuh besar Yunho agar berbaring telungkup. "Aku tahu siapa kau dan apa peduliku dengan semua itu? Asal kau tahu, aku suka padamu, Jung Yunho!" tambah suara lembut itu tanpa basa basi.

Hati Yunho berdetak kencang, terkejut dengan ucapan langsung itu dan tanpa sadar berbalik cepat hingga mulutnya mengerang kesakitan saat punggungnya kembali menggores jerami kasar dan dilihatnya namja cantik itu mendelik kesal. "Kau menyukaiku? Sejak kapan? Kita tidak pernah bertemu. Kau baru melihatku hari ini. Dan, ayahmu telah membuatku hampir mati! Tak kusangka putra Jenderal Kim itu gila!" rutuk Yunho marah, tidak percaya sama sekali.

"Kau tidak tahu aku segila apa, Jung Yunho!" seringai licik membayang di bibir merah itu. "Suka padamu? Hmpfh, mungkin sejak aku melihatmu berani membalas tatapan appa atau saat kau tidak bergeming waktu dicambuk!" cetus Jaejoong ringan kembali mendorong tubuh namja yang sedang terkejut itu ke kasur tipis. Dengan kasar disobeknya baju rusak penuh noda darah yang masih menempel ditubuh besar itu dan berdesis tajam saat melihat punggung kekar yang dikaguminya itu begitu mengerikan sekarang.

"Kau suka dengan yang kau lihat?"seru Yunho meringis kesakitan.

Bukannya menjawab pertanyaan aneh itu, Jaejoong memilih mengeluarkan ponselnya,"Kyu, masuklah sekarang!" bisiknya pelan namun masih terdengar orang Yunho yang tertahan di kasur karena sekarang namja cantik dengan tidak sopannya duduk diatas bokongnya.

"Siapa Kyu? Buatlah dirimu sedikit berguna, jawab aku Kim Jaejoong!" Yunho mengeram pelan, sesuatu dibawah tubuhnya dengan tidak tahu diri telah menggeras karena Jaejoong tiba-tiba bergerak.

'Dasar keras kepala!', gerutu Jaejoong dalam hati sebelum dengan suara pelan menjawab pertanyaan namja yang sedang dipaksanya telungkup itu. "Kyu itu pengawal kepercayaanku, dia akan membawa obat dan makanan untukmu. Kau harus hidup sampai aku bisa membawamu keluar dari sini!" desisnya dingin, sedikit kesal pada namja tampan yang terus bertanya itu.

♥♥♥

HONGKONG

Suara pintu yang ditutup kuat itu seperti palu raja iblis yang baru diketukkan bagi Kangta yang masih meringkuk kesakitan dipojak ruangan bawah tanah, dia bahkan tidak mampu menggerakkan tangannya sedikit pun. Tubuhnya remuk redam, mungkin beberapa tulangnya patah karena hantaman tongkat besi yang tadi dilayangkan Jung Junsu padanya.

"Kau berani atau bodoh, Kangta?" Suara parau penuh ejekan itu terdengar aneh ditelinga Kangta yang terus berdengung.

Taecyeon melirik tubuh yang sudah tak berbentuk itu dengan sinis,"Dasar tidak tahu diri! Yunho mengangkatmu dari jalanan, memberimu tempat tinggal dan makanan tapi kau mengkhianatinya hanya karena seorang yeoja murahan!" desisnya dingin penuh emosi tertahan.

"Taecc--yeon--Too—long..." erang Kangta lirih, berharap namja tinggi besar itu akan menolongnya, dia tidak mau mati. Mungkin saja Taecyeon akan membantunya, mengingat mereka adalah partner yang kompak di lapangan.

Ok Taecyeon, sepupu sekaligus tangan kanan Yunho itu tertawa kecil,"Menolongmu?" Dia bisa melihat harapan di mata Kangta yang membengkak itu sebelum membalikkan badan. "Angkat dan ikat dia!" perintah Taecyeon kuat pada anak buah yang langsung melaksanakan perintahnya. Dengan kasar dan tanpa peduli pada erangan kesakitan Kangta, namja itu ditarik ketengah ruangan, tangannya langsung diborgol dan seember air yang disiramkan kewajahnya membuat Kangta berusaha membuka matanya.

"Mianhee..Taec.." mohonnya, berusaha meluluhkan hati Taecyeon yang sedang berdiri tegak dengan wajah dingin ditengah ruangan itu.

"Tutup Mulutmu! Aku tidak mau mendengar suara menjijikkan itu! Pernah kau berpikir apa yang terjadi pada Yunho sekarang? Mungkin saja dia sedang disiksa atau lebih parah lagi, sudah dibunuh dengan kejam!" desis Taecyeon penuh penekanan, tangannya meraih pedang panjang yang terdapat di dinding dan berjalan perlahan menghampiri Kangta yang sudah terikat.

Sretttt.....

"AARRHH.." jerit kesakitan keluar dari mulut Kangta saat ujung pedang panjang Taecyeon mengiris kulit perutnya. Darah segar langsung mengalir dari luka lebar itu.

"Menjeritlah! Mungkin itu juga yang dialami Yunho sekarang, aku akan membuatmu mati perlahan sesuai perintah Junsu!" Taecyeon kembali mengoreskan pedang itu. Kali ini punggung Kangta sasarannya.

Sepanjang malam jerit kesakitan menggema kuat di ruang bawah tanah itu. Taecyeon melakukan tugasnya dengan dingin, tidak peduli jika namja yang terikat hampir mati itu pernah menjadi rekan sekaligus temannya. Yunho lebih penting dari semuanya, namja itu adalah sepupunya dan karena bajingan gila dan yeoja sialan itu sekarang mereka tidak tahu nasib pewaris mafia itu.

.

.

Note Author : Beberapa part gw ubah dan untuk yang uda lupa atau baru baca, pasti tidak akan menyadarinya. But, baca sajalah hahaha....Dan, maybe akan lebih baik jika kalian juga mengikuti The Hair karena The Crown nanti akan berhubungan dengan 2 judul ini, thanks.

Ingat, jangan jadi siders apalagi ghost readers yang tak bertata krama!



Continue Reading

You'll Also Like

6.3K 366 43
Cintanya tidak salah, tetapi waktu yang kurang sigap menyelamatkan. Pertemuan tak terduga antara seorang gadis amnesia dengan sekelompok mafia, hingg...
51.7K 6.2K 28
[END] Ia hanya ingin bertahan hidup. Dunia kejam penuh pembunuhan dan bau mesiu bukan sesuatu yang Ia harapkan. Di tengah keputusasaan, Jeongin in...
52.1K 8.5K 62
Series 1 YunJae gw yang super makjang = orisinil tanpa edit. ================================================== Always you.... My other half... Jung...
Wattpad App - Unlock exclusive features