🤍🤎🖤
Mau cerita dikit 😔
Kemarin waktu tahun baru itu aku udah ngetik panjang banget dan siap baut di publish, dan tiba-tiba hp aku mati, pas aku nyalain hpnya lagi sumpah BM banget
Ceritanya ilang dong, mangkanya itu mls banget ngetik.
Maaf juga yang udah nungguin sampe ada yang begadang.
Minta maaf banget 😞🙏🏻
Tapi tenang aja 🤩 sekarang aku dobel up 😍✨
-
❗BANYAK KATA-KATA KASAR❗
_
Vote ✨
+
Komen disetiap paragraf
Pasti bisa lah 😍
---
Happy reading ✨
♡ ♡ ♡
___
Jalanan yang jauh dari pemukiman warga saat ini dipenuhi oleh motor-motor yang terparkir berjejer di setiap jalan, pemilik motor tersebut ingin melihat perlombaan yang diadakan di jalanan tersebut.
Yah, balab liar, itu adalah kegiatan yang biasanya di lakukan oleh geng motor, geng motor pada umunya.
Argala sejak kemarin sudah menyeting motornya agar kecepatannya meningkat. Dengan memakai helm fullfacenya Lelaki itu sudah siap untuk beradu kecepatan bersama musuhnya.
Saat ini sudah pukul 03.00, suasan dingin dan sangat mencekam melihat Argala melawan musuh bebuyutannya Gavin.
Sesuai yang di katakan oleh Gaara kemarin Bradiz akan mengikuti lomba balap liar ini. Argala tidak ingin menyia-nyiakan hari ini, ini kesempatannya untuk membuat Bradiz tunduk.
"Okeee... Semuanya, Mari kita lihat dua peserta kita yang sudah siap untuk beradu kecepatan, siapa yang akan menang dalam perlombaan ini? Apakah Argala ketua dari Asther atau Gavin dari Bradizz!!" Sorak MC, memeriahkan suasana perlombaan.
Seluruh peserta bersorak, "wooooo..." Mereka tidak sabar melihat siapa pemenang di antar Asther dan Bradiz.
"Yo, Asther rek seng menang," sorak Gaara dengan bahasa jawanya.
Bradiz yang mendengar itu pun tidak mau kalah.
"Geng kok bunga, banci Cok.." teriak balasam dari salah satu Anggota Bradiz.
"Bacot yang penting suci dan polos, gak kaya Lo anj banyak dosanya, yahahaha..." Celetuk Sean.
"Stop, jangan buat masalah." Tegur Prince, sambil bersedekap dada.
Perlombaan pun akan di mulai.
Bruumm.. brummm..
Suara gassan motor yang sudah siap untuk melaju.
Argala memfokuskan dirinya, ja menghadap kearah depan seakan fokus untuk memenangkan perlombaan ini. Gavin menoleh kepada Argala, ia terkekeh.
"Tunggu." Kata Gavin ketua Geng Bradiz itu, ia ingin mengatakan sesuatu sebelum perlombaan ini di mulai.
Semuanya menoleh kepada Gavin begitu juga Argala.
"Ayo taruhan!" Kata Gavin menatap Argala.
Argala menaikkan satu alisnya sebagai tanda ia bertanya.
"Lo kalah, geng bunga Lo Bubar dan Lo tunduk ke gue dan kalo geng Lo menang Bradiz bubar dan tunduk ke Asther, Gimana?" Kata Gavin dengan wajah songongnya menantang Argala.
Malas menjawab Argala hanya mengisaratkan tangannya Ok 👌🏻 sebagai jawaban.
"Woyyy... Gavinanjing, kita mah ogah Cok nunduk ke Lo, gelooo anjing..." Teriak Sean, dan diikuti tawaan anak-anak Asther.
"Woyy... Lo Sean boti, kita juga ogah punya ketua yang habis ngent*t di hotel." Triak salah satu Anggota Bradiz membalas ucapan Sean.
Argala tidak memperdulikan hal itu, karena harus fokus ke jalanannya.
Namun Prince tidak terima lelaki membawa papan kayu lalu berjalan menuju kerumunan Bradiz.
"Bradiz janc*k!!" Umpatnya.
"Woyy... Prince, c*k!"
Beberapa anak Asther menahan Prince agar tidak memancing keributan.
Icang berusaha menarik Prince agar tidak membuat keributan.
"Lepasin gue, Cang!" Seru Prince yang tersulut emosi, Argala tidak akan melakukan itu di bukan karena Bradiz sialan itu, ia tidak terima.
"Sabar bang, Lo kenapa!?
"Udah, Prince... Nanti tawuran Cok!"
Nafas prince sudah seperti banteng.
"Sini..., oy.. sini!" Triak anak-anak Bradiz memancing Prince.
Prince memberontak, mau tak mau badan Besar Icang pun memeluk Prince dan menyeretnya ke belakang.
"Woyy... Bradizanjing, Arga ngelakuin itu gegara Lo kon*l!" Triak Prince, yang sedang emosi.
"Manaa buktii, coyy!" Seluruh anggota Bradiz tertawa mengejek.
Prince menatap Argala begitu juga Argala, lelaki itu menggelengkan kepalanya mengisaratkan, 'gausah'
Melihat itu, Prince pun patuh lalu lelaki itu pergi untuk menenangkan dirinya.
Gadis seksi dengan pakaian mini itu berjalan ketengah-tengah antara Argala dan Gavin setelah itu ia mengangkat kain berwarna merah dari sakunya.
"ARE YOU READY??" Seru gadis itu.
"ONE... TWO..."
Gadis itu menjatuhkan main merahnya.
"THREE"
Brummm... Wushh...
Motor Argala dan gavin melaju dengan kecepatan tinggi, tidak ada yang mau mangalah di Antara mereka berdua.
Argala memimpin, jalanan yang sangat sepi ini membuat Argala leluasa untuk menancapkan gasnya lebih kencang.
dari samping Gavin mengimbanginya, kecepatan mereka Setara, keduanya berambisi memenangkan perlombaan ini semuanya untuk harga diri mereka.
Ditengah perjalanan menuju finish tiba-tiba ada sebuah mobil Avanza melintas dari arah perlawanan.
Argala terkejut begitu juga dengan Gavin. Argala tidak bisa mengontrol laju kecepatan motornya karena kecepatannya sangat tinggi. Argala berusaha mengerem pun tidak bisa, sial!
Remnya blong?
"Anjing," umpat Argala, apa ia pasrah saja?
Argala tidak bisa mengontrol motornya itu.
Tin.. tinnnnnn...
Klason mobil itu memperingatinya untuk minggir namun ia tidak bisa. Sorot lampu mobil tersebut menyinari wajah Argala hingga.
Brakkk.
Argala tertabrak oleh mobil tersebut, ia terpental jauh dari motornya.
Bagaimana dengan Gavin? Lelaki itu juga tidak bisa mengontrol motornya yang sangat cepat, mengerem pun percuma hingga Gavin terjatuh di semak-semak sawah bersama motornya.
Tidak ada pemenang disini.
Mendengar Argala yang menabrak mobil di tengah-tengah perlombaan, semua anggota Asther langsung menjemput Argala, untuk melihat kondisinya.
Agil yang sampai terlebih dahulu langsung turun dari motornya lalu ia mendekati Argala, sepeda motornya rusak parah, helm yang ia kenakan pun pecah.
Argala tergeletak tidak sadarkan diri di belakang mobil Avanza tersebut dengan darah yang mengalir. Agil mengangkat kepala Argala, berusaha membangunkan lelaki itu.
"Ga? Arga? Woyy... Bangun, ga, Arga!!" Teriak Agil panik.
"Bawa ke rumah sakitt." Sorak Sean yang sudah sampai.
Dan Argala pun di bawa ke rumah sakit, oleh anak-anak Asther, untuk di tangani.
✧✧✧✧
Aleta berjalan tergopoh-gopoh mencari dimana ruangan suaminya di rawat. Pagi tadi Prince kakak Bebyla itu menelfonnya dan menceritakan bahwa Argala kecelakaan akibat balap liar.
Aleta sangat menghawatirkan suaminya itu, semalam ia tidak pulang sama sekali pesannya tidak dibalas, ditelfon pun tidak di angkat.
Ruangan Anggrek no.5
Aleta terdiam sebentar, banyak sekali anak laki-laki di luar ruangan itu disana juga ada prince.
Prince yang melihat Aleta datang, ia pun menghampiri gadis itu.
Prince menghampirinya, "bagus, Lo dateng, gak mau makan dia pas bangun dari pingsan."
Aleta mengganguk, "aku masuk ya. Kak Prince."
Prince mengganguk, "Yoi."
Beberapa anggota Asther itu menatap Aleta yang masuk kedalam ruangan Argala.
Siapa dia? Itu yang ada di pikiran anak-anak Asther tersebut.
"Siapa, Prince?" Tanya Sean yang mewakili Anggotanya.
"Bininya." Jawab santai Prince.
"Hahhhh...?" Semuanya cengo.
Ceklek
Aleta membuka pintu ruangan rawat Argala, saat Aleta masuk ia sudah melihat Argala yang duduk dengan tangan kanan yang di gips, dan kepalanya di plester.
Aleta termenung menatap Argala begitu juga dengan lelaki itu. Ia baru saja akan makan buah apel yang di kupaskan oleh Agil tadi, dan tiba-tiba Aleta sudah ada di depannya.
Saat ini Aleta rasanya ingin menangis, ingin marah dan khawatir. Ia tidak tau harus apa saat ini, otaknya sedang ngeblank.
Argala pun meletakkan piringannya di nakas lalu lelaki itu menyuruh Aleta untuk mendekat kearahnya.
Aleta tetap diam dengan raut wajah yang sulit untuk di jelaskan.
"CK, sini!" Pintah Argala.
"Kita cerai aja, lah. Kak!"
♡ ♡ ♡
Minta cere mulu y si, eta 😆
---
Follow, vote, and komen
! Wajib !
bersambung