The Second Life [ END]

Por Oourfairyy_

113K 5.2K 63

[ ENDING ] Karna belum direvisi jadi mohon dimaklumi jika banyak typo Tidak ada kesempurnaan penulisan karen... Más

prolog
01 | tragedi
02 | toxic friends
03 | hari pertama sekolah
04 | annoying
05 | pulang bareng
06 | Dihukum
07 | Kerja kelompok
08 | perjodohan
09 | perjodohan diterima (?)
10 | pertemuan keluarga
12 | fitting baju
13 | sekolah bareng
14 | Hari pernikahan
15 | tinggal berdua
16 | jealousy
17 | jealous part 2
18 | trouble
19 | baikan
20 | kedatangan teman-teman Arga
21 | mulai suka (?)
22 | ulang tahun sekolah
23 | berduka
24 | confes
25 | bucin
26 | kebohongan
27 | salah paham
28 | permintaan maaf
29 | mulai publik hubungan
30 | beautiful moments together

11 | pertemuan keluarga 2

2.7K 141 0
Por Oourfairyy_

Halo! Bagaimana hari ini? Semoga baik yaa
Jangan lupa vote dan coment untuk meninggalkan jejak ( ◜‿◝ )♡

HAPPY READING

"Arga?!"

"Kesya?!"

Ucap keduanya kaget

Sungguh diluar dugaan mereka, jadi mereka berdua akan dijodohkan?!

"Kalian satu sekolah kan? Jadi udah akrab lagi dong sekarang?" Tanya Manda

"Ga terlalu akrab kok ma" jawab Arga

Arga pun mulai mendudukkan dirinya di kursi depan Kesya.

"Kalian dulu deket banget loh waktu kecil, bahkan Arga sampe ga mau pindah ke luar negeri sama kakeknya waktu SD" ucap Sintya

"Iya loh" sambung Manda

'jadi Kesya sama Arga dulu deket?' pikir Kesya

"Oh iya kita pesan makanan dulu" usul Manda

"Sorry Manda, kita ada urusan jadi ga bisa lama di sini. Gimana kalo kita bicarain soal pernikahannya sekarang?" Tanya Sintya

"Oh iyaa gapapa, gimana kalo pernikahannya kita adakan satu Minggu lagi? Soalnya seperti yang kalian tau, kakek Arga udah semakin kritis jadi mau ga mau harus dipercepat" ucap Manda yang langsung diangguki setuju oleh Antonio

"Mah tapi satu Minggu terlalu cepet" bantah Arga

'WHAT?! SATU MINGGU?! GUE BELUM LULUS SMA TAPI UDAH MAU DINIKAHIN AJA' batin Kesya menjerit

"Arga... Kamu tau kan kondisi kakek gimana?"

Arga mengangguk, bujukan Antonio berhasil membuat Arga patuh, ia mengkhawatirkan kakeknya jadi mau tak mau ia harus menerima permintaan terakhir kakeknya.

"Kesya gimana?" Tanya Manda

Lamunan Kesya buyar dan kini menatap Manda

"Kesy-"

Belum sempat menyelesaikan ucapannya tapi Sintya malah menyela ucapan Kesya.

"Kesya pasti setuju kok! Ya kan Kesya?"

'ga mungkin gue nolak sekarang, pasti mama sama papa bakal malu banget kalo gue nolak' pikir Kesya

"Kesya setuju"

"Bagus deh" ucap Manda sembari tersenyum ramah ke arah Kesya.

"Oh iya, kita ga bisa lama karna urusan kantor jadi kita harus pergi dulu" ucap Rega yang mulai berdiri dan diikuti oleh Sintya.

Semua pun ikut berdiri dan Arga langsung menyalimi tangan Rega dan Sintya.

"Hati-hati ya kalian" ucap Manda

"Iya" jawab Sintya dan Rega dengan senyuman

"Kesya disini dulu ya sayang, ngobrol-ngobrol dulu" ucap Sintya dan langsung diangguki oleh Kesya.

Rega dan Sintya pun mulai beranjak dari restoran tersebut.

"Ayo kita pesen makanan dulu"

Manda langsung memanggil pelayan untuk memesankan makanan mereka.

*****

Kini mereka telah selesai menyantap makanan mereka. Antonio dan Manda sudah berencana untuk meninggalkan restoran.

"Kita harus ke rumah sakit dulu buat jenguk kakek, kalian disini dulu ya. Kalian ngobrol-ngobrol dulu biar makin akrab" ucap Antonio yang diangguki oleh Kesya dan Arga.

"Bye sayang" ucap Manda yang mulai berdiri dan diikuti oleh Antonio

Mereka pun mulai meninggalkan restoran dan kini tinggal Arga dan Kesya.

Keduanya kini tengah menyantap desert dan tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya.

"Gue mau pulang" ucap Kesya memecah keheningan

"Sekarang?" Tanya Arga

"Ga" jawab Kesya

"Ya sekarang lah!" Imbuhnya

"Ohh kirain tahun depan"

"Ga lucu"

"Ga ada yang lagi ngelawak makannya ga lucu"

"Sekarepmu!"

Mood Kesya yang mudah berubah pun mulai menjadi jelek dan Arga merasakan kalau mood Kesya sedang tidak bagus jadi ia pun mulai berdiri dan mengajak Kesya untuk pulang.

"Ayo" ajak Arga

"Kemana?"

"Pulang goblok"

Arga mulai meninggalkan Kesya untuk membayar makanan mereka

"Tungguin!"

Kesya cepat-cepat mengambil tasnya dan mengejar Arga.

Sampailah kini Kesya di depan restoran dan melihat Arga yang sudah menunggunya sedari tadi.

"Lama banget lo"

"Terserah gue lah!"

Arga langsung berjalan mendahului Kesya ke parkiran.

"Bisa ga sih tu orang ga ninggalin gue sekali aja?!" Gerutu Kesya

Kesya pun kembali mengejar Arga dan sampailah kini mereka di tempat Arga memarkirkan mobilnya.

"Lo bawa mobil?" Tanya Kesya

"Hm, cepetan masuk" ucap Arga yang mulai membukakan pintu mobil untuk Kesya.

Kesya langsung masuk ke dalam mobil Arga dan diikuti oleh Arga.

Kesya berusaha memasang sabuk pengamannya sendiri namun sepertinya sabuk pengaman di mobil Arga macet jadi Kesya tak bisa menariknya.

"Sini biar gue pasangin"

Arga langsung mencondongkan tubuhnya ke arah Kesya dan membantu Kesya menarik sabuk pengamannya.

Nafas Kesya tercegat ketika melihat kepala Arga tepat berada di depan wajahnya.

'ga bisa! Ini terlalu deket' pikir Kesya

"Nih udah" ucap Arga

Kesya langsung memalingkan wajahnya ke samping "makasih"

Arga mulai melajukan mobilnya membelah jalanan malam yang terlihat begitu menenangkan.

"Lo sempet kecelakaan katanya?" Tanya Arga memecah keheningan

"Iya"

"Katanya amnesia?"

"Iya"

"Ga inget semuanya?"

"Inget sebagian"

"Jadi-"

"APA?! LO NANYA MULU DEH"

"Ngegas mulu lo, gue belum selesai ngomong"

"Yaudah lanjutin"

1 menit

2 menit

3 menit
Berlalu....

"LO MAU NANYA APA ARGA?! GUE CAPE NUNGGUIN" geram Kesya

"Ga jadi"

Kesya yang sudah geram pun menyentil tangan Arga

"Awshhh.. belom apa-apa lo udah kdrt"

"Makan tuh ga jadi!" Sarkas Kesya

"Lo pms ya?"

"Kaga!"

"Kaya orang lagi pms aja"

"Eh" Kesya yang memang sedari tadi merasa sedikit nyeri di perutnya pun mulai melihat kalender dan ternyata benar dugaan Arga, saat ini memang waktunya Kesya datang bulan.

"Arga"

"Hmm?"

"Boleh ga mampir ke minimarket bentar?" Tanya Kesya ragu

"Boleh, mau beli apa?"

"Ada"

"Yaudah"

Mata Arga mulai melirik kanan dan kiri untuk mencari minimarket terdekat dan akhirnya Arga menemukannya. Ia mulai memarkirkan mobilnya di depan minimarket dan mulai turun dari mobil.

Kesya pun ikut turun dari mobil namun saat ia mulai menutup pintu mobil, Arga langsung menyuruh Kesya untuk kembali masuk ke dalam mobil.

"Jangan keluar" ucap Arga

"Emang kenapa?"

"Tembus"

"Hah?! Masa?!"

Kesya sangat malu dan tidak berani kontak mata dengan Arga.

"Lo mau beli apa? Biar gue beliin" tawar Arga

"Beneran?"

"Iya"

"Emm gue mau beli pembalut" ucap Kesya ragu

"Hah?!"

"Kalo ga mau ga usah, nanti gue  bel-"

"Lo tunggu di sini biar gue beli"

Arga langsung masuk ke dalam minimarket dan mulai mencari rak tempat pembalut.

"Banyak banget jenis pembalut, si Kesya make yang kaya gimana?" Gumamnya

Arga langsung melakukan panggilan video Dengan Kesya untuk menanyakan pembalut jenis apa yang dibutuhkan Kesya.

"Lo make yang kaya gimana?" Tanya Arga sembari mengarahkan ponselnya ke arah rak pembalut.

["Beliin yang mana aja! Terserah!"] Ucap Kesya lalu memutuskan sambungan teleponnya.

'Semua jenis sama aja ya?' pikir Arga

"Yaampun! Kakanya lagi beliin pacar ya?" Tanya seorang karyawan minimarket yang berhasil membuat Arga terkejut.

"Ah iya"

"Idaman banget si!" Gumam sang karyawan

"Beliin yang ini aja, cocok untuk semua biasanya" imbuhnya

"Oh iya, terimakasih" Arga langsung mengambil tiga pembalut dengan merk dan ukuran yang sama seperti yang ditawarkan oleh karyawan minimarket tersebut.

Arga langsung berjalan menuju kasir dan mulai membayar belanjaannya itu, tidak sedikit yang menatap dirinya karena membeli pembalut.

Setelah selesai membayar, Arga langsung kembali ke mobil dan memberikan pembalut tersebut kepada Kesya.

"Berapa harganya?" Tanya Kesya sembari membuka tas untuk mengambil dompet

"Ga usah dibayar, kata mbak kasirnya gratis karna gue ganteng"

"Dih narsis, beneran ga usah dibayar?"

"Iya ga usah"

"Makasih"

"Hmm"

****

Kini mereka sudah sampai di depan rumah Kesya.

"Ga mampir dulu?" Tanya Kesya

"Ga usah, udah malem"

"Yaudah, hati-hati"

"Okay"

Mobil Arga pun melaju menjauhi perumahan Kesya.

Kesya mulai memasuki rumah yang sudah terlihat sepi.

"Kayaknya udah pada tidur" gumamnya

Kesya langsung masuk ke dalam kamarnya dan mulai mandi. Setelah itu ia langsung merebahkan diri di kasurnya.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya

"Masuk aja, ga dikunci kok"

Ternyata Alvaro lah yang mengetuk pintu kamar Kesya. Ia pun mulai duduk di tepi ranjang Kesya.

"Kenapa?" Tanya Kesya

"Gimana perjodohannya?"

"Ya tetep terlaksanakan"

"Siapa cowonya?"

"Arga"

"ARGA?! ARGA DIATMADJA?!" Tanya Varo kaget

"Iyaa, kaget kan? Lebih kagetnya lagi, katanya dia temen kecil gue" jawab Kesya

"Selama ini gue kira beda orang, ternyata bener dugaan gue! Dia orang yang sama" ucap Varo

"Tapi kayaknya dia baik buat lo" imbuhnya

"Baik kata Lo?! Dia sering bolos, sering dihukum, sering dateng telat, sering kecantolan cabe-cabean sekolah, bawa motor ngebut mulu kaya lagi di sirkuit. Entah gimana jadinya hidup gue kalo nikah sama dia"

"Gue baru tau si Arga kaya gitu"

"BARU TAU?!"

"Udah-udah, tidur gih. Biar gue yang ngomong sama Arga biar dia ga kaya gitu lagi kalo mau nikahin adik kesayangan gue"

"Hmm iyaa"

"Good night" ucap Varo dan mulai meninggalkan kamar Kesya

"PINTUNYA TUTUP!" Teriak Kesya

"IYA IYA" Varo kembali ke kamar Kesya dan mulai menutup pintu kamar adiknya itu.

TBC

Seguir leyendo

También te gustarán

72.1K 2.2K 41
#jangan lupa follow akun aku dulu ya.. QATHYA MEYRA seorang gadis yang baru memasuki jenjang pendidikan sekolah menengah atas Ia terlibat kecelakaan...
1.3M 83.8K 50
Apa jadinya jika dua saudara kembar berbeda karakter menikah dihari yang sama dengan 2 pria tampan yang juga berbeda karakter? Meet Seza seorang ce...
4.6M 309K 75
⚠️ TAHAP REVISI ⚠️ 15+ [ FOLLOW SEBELUM MEMBACA. ] Buruan baca sebelum sebagian part dihapus!!! Reyhan Aditama, manusia bermuka tembok, dengan sikap...
Wattpad App - Desbloquea funciones exclusivas