Ini bukan prolog memang langsung bagian pertama dari cerita ini, jadi langsung baca saja ya mentemen, mungkin bagian pertama belum seru jadi jangan berharap banyak ya :D happy reading :)
Dia terbangun.
Begitu melihat jam, waktu sudah menunjukkan setengah delapan lewat.
Kesiangan! Asaka pun terlonjak bangun dengan cepat. Padahal aturan di Sman5 lamang mengharuskan para siswa datang setidaknya sebelum pukul tujuh pagi. Kenapa tadi jam bekernya tidak mau berdering?
KBM kelas akan di mulai pukul 07.00 pagi. Di mohon supaya datang tepat waktu. Selain demi menjaga pola hidup teratur, juga untuk melatih kedisplinan para siswa. Terlebih lagi pada hari senin di harap kan bangun lebih awal, supaya tidak terlambat dalam mengikuti upacara rutin hari senin.
Hal itu tertulis dengan tinta berwarna merah pada bagian awal buku catatan orientasi siswa milik asaka.
Juni tahun ini, asaka hedwar masuk ke Sman5 lamang. Itu pun karena orang tuanya memaksa dengan memilihkan Sman5 untuk asaka.
Asaka yang sering bermain game sampai larut malam dan akhirnya mengantuk di pagi harinya pun memikirkan tingkat kepraktisan nya, jadi anak sma itu lebih baik bangun siang datang terlambat dan memanfaat kan jam kosong untuk bolos sekolah.
Asaka bisa dengan mudah membayangkan kemarahan kepala sekolah sman5 yang sudah tua itu.
Beliau pun akan memarahinya dengan pipi bergerak-gerak layak nya seekor bulldog.
Pada akhir-akhir ini, Asaka sudah menerima peringatan gara-gara sering terlambat. Itu gara-gara kebiasaan Asaka sering bermain game sampai larut malam dan akhirnya kesiangan.
Dan aneh nya lagi, walaupun terlambat Asaka tetap berangkat sekolah dengan berjalan kaki, padahal naik sepeda akan jauh lebih cepat.
Dan yang paling parah, Asaka mampir-mampir di tengah perjalanan bermain playstation, warnet sampai sore hari.
Di tambah lagi, Ayah dan Ibu nya yang jarang pulang ke rumah. Ayah nya sibuk dengan mengurus kapal-kapal kontainer nya, Ibu nya sibuk sebagai pramugari di Garuda airlines .
Kemarahan guru nya sudah tidak mempan terhadap Asaka. Dia pikir buat apa sekolah tinggi-tinggi sampai harus masuk universitas ternama kalau pada akhir nya hanya ingin hidup lebih bahagia.
Asaka berpikir kalau sekarang bisa hidup bahagia, kenapa harus sekolah dulu sampai selama itu. Ya sudah bikin saja sekarang hidup yang bahagia, begitu menurut Asaka.
Lagi pula tidak ada bakat apapun yang bisa di kembang- kan diri nya. Yang bisa di lakukan Asaka hanya bermain game dan game.
Asaka berjalan menuju kelas, terlihat jam pertama KBM pagi sudah hampir selesai. "Maaf pak, saya terlambat." Kata Asaka dengan santai nya tanpa ada rasa bersalah.
"Sudah berapa kali kamu terlambat seperti ini?" Tanya pak Madari dengan nada marah. "Sudah dua minggu pak." Lagi-lagi Asaka menjawab dengan santai.
"Kamu ini masih siswa baru, jangan bikin nama mu jelek!" Kata pak madari sembari merapikan buku yang ada di meja nya, karena jam pelajaran pertama biologi sudah selesai. "Iya pak, saya usahakan" Kata Asaka.
YOU ARE READING
Asaka Hedwar
Teen Fiction#Untuk di baca bukan di tulis ulang. "Katanya yang bertahan di dunia ini hanyalah orang yang sepesial, tapi aku bahkan tidak tahu apa itu sepesial." (Asaka Hedwar) Hidup ini memang kejam, tapi dunia ini tetap lah i...
