Kepada Naya,
Selamat pagi. Bukankah manis mendapat surat di bawah laci mejamu? Apa kau merasa senang? Ah, bagaimana kalau kamu memberikan senyum itu nanti saat kita berpapasan?
Omong-omong, kamu tahu, kan? Semua orang berkata kita sepasang. Berirama merangkai kata. Bersama menghanyutkan lewat bahtera dari huruf-huruf. Kau tahu aku benar, Naya. Kau tahu itu.
Lantas, maukah kau melakukan pertunjukan bersamaku? Pertunjukan apa, tanyamu? Tentu saja, pertunjukan bertajuk hati. Soal pengesahan kata-kata orang itu. Soal kita yang sepasang.
Oh, ayolah. Kita sudah ditakdirkan sepasang, Naya. Kamu harus menerimanya. Karena aku telah tenggelam dalam jurang pembendaharaan katamu. Dan aku juga akan melakukan hal yang sama padamu.
Dengan beribu kasih,
Yaka.
YOU ARE READING
Selembar atau Lebih
Teen Fiction[ ✦ ] Completed: 25-12-20 Berisi kisah Yaka dan Naya dalam bentuk surat.
