.
.
.
.
.
Aku melihatnya lagi,pria dengan rambut Dwi warna yang selalu ada di saat hujan turun,di sebuah gang kecil yang sangat terpencil dari lingkup masyarakat.
Dia masih tetap berdiri disitu,dibawar air hujan yang mengguyur tubuhnya,menatap tajam diriku dengan manik rubahnya.
Ini sudah kali ketiga aku bertemu dengannya,masih dengan tatapan yang sama tajam dan menusuk,aura yang kelam,serta bau anyir yang ada di sekitarnya makin membuat suasana mencekam.
Hingga di dalam derasnya hujan aku mendengarnya bicara kepadaku dengan senyuman yang terpatri di wajahnya,namun aku tau hal buruk akan terjadi padaku dalam waktu dekat ini.
.
.
.
.
.
Brak...
"Ohayou (name)-chan tumben sekali kau terlambat?"sapaan yang sangat familier di telingaku menyapa,itu adalah aoi sahabatku di universitas.
"Ohayou mou aoi,iya seperti biasa kemarin aku kehujanan dan pulang terlalu larut"jawabku dengan nada yang sedikit lesu
"Ah iya kau benar semalam hujannya sangat deras,dan lebih lama dari biasanya"
"Ya begitulah"
'dan juga malam itu aku bertemu dengannya lagi'
"(Name)-chan apa yang terjadi dengan tanganmu?kenapa di perban?"pertanyaan itu sontak membuatku menegang di tempat.
"A-ah ini aku hanya terjatuh,iya terjatuh saat aku sedang berlari semalam"semoga dia percaya dengan jawabanku.
"Lain kali berhati-hatilah (name)-chan)"nasihat aoi yang hanya ku balas dengan anggukan karena pelajaran akan segera di mulai,dan para mahasiswa yang buru buru duduk di tempatnya masing masing.
Dosen pengajar hari ini memasuki kelas dengan buku yang ada di kedua tangannya.
"Baiklah anak anak kelas kita bertambah satu orang mahasiswa lagi,silahkan masuk nak"pengumuman dari sang dosen Mampun membuat kelasku sedikit berisik, ditambah bisikan bisikan penasaran dari mahasiswa lainnya yang mempertanyakan perempuan ataupun pria untuk teman baru kami, sedangkan aku hanya menyimak dengan malas apa yang mereka bicarakan.
Pintu kelas di geser menampakan pria dengan bahu yang tegap,wajah yang rupawan,tatapan mata yang seperti rubah,dan rambut Dwi warna yang sangat familier untukku.
Dia memandang kelas sekilas
Gotcha,dia menatapku dengan tatapan mata nya yang tajam.
'i catch you kitty'
Gumaman tanpa suara itu tertangkap jelas pada pengelihatan ku,ah sial aku baru mengingatnya dia yang ada di dalam gang itu bukan.
"Kita shinsuke, yoroshiku minna"suara yang mungkin bagi sebagian orang indah dan halus itu malah membuatku meridnding ketakutan.
"Baiklah kita-kun silahkan duduk di belakang (fullname)"sial jangan duduk di belakang ku,tapi terlambat dia sudah berada di belakang ku sekarang.
Ah apakah pasokan udara di sekitan sini menipis?aku tidak bisa bernafas.
Apa yang dia lakukan,hey jangan menyentuh rambut seorang gadis dengan seenaknya sialan!
'kita bertemu lagi Kitty,akan ku pastikan kali ini kau tidak bisa kabur dariku'
Baiklah sekarang aku ingin benar benar menghilang dari dunia ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Flashback on
"Hai lagi"suara serak itu teredam oleh derasnya hujan namun masih bisa ku tangkap dengan Indra pendengarku walau samar.
Ya di hadapanku seorang pria tampan ah ralat seorang iblis yang tampan tengah tersenyum padaku,dengan kapak di tangannya dan juga cipratan serta anyir darah yang sangat kuat.
Aku terdiam mematung memandangnya,ya sudah tiga kali aku melihatnya dalam keadaan yang berbeda,jika kemarin kemarin aku melihatnya hanya menikmati guyuran di bawah hujan sekarang berbeda dia adalah seorang pembunuh.
Nafasku tercekat ketika dia mulai berjalan mendekati ku sambil menyeret kapak yang terus di genggamnya.bodoh seharusnya aku lari bukan.
Dengan susah payah aku menggerakkan kaki ku untuk berlari,namun belum seberapa jauh sebuah tangan memegan pergelangan tangan ku dengan kuat.
"Ara~kau mau kemana nona?"
Kumohon kami-sama selamatkan aku.
"Hei,kenapa kau diam saja nona?kau mempunyai mulut untuk berbicara bukan?"
Aku menatapnya dengan pandangan takut.
"A-aku mohon l-lepaskan aku,aku berjanji tidak akan m-mengatakannya pada siapapun"
"Huh?!ya aku tak masalah kau mau membocorkan tentang hal ini,tapi akan sangat sia dia jika aku melepaskan mangsa yang imut sepertimu bukan?maa~maa~ tak perlu takut nona aku tak akan melukaimu jika kau tak memberontak"
Sungguh aku muak dan takut melihat senyumnya yang terkesan menakutkan itu, siapa pun tolong aku.
Dengan tiba tiba dia menjatuhkan kapak yang sedari tadi masih bertengger di tangannya,menggambil pisau lipat yang tersembunyi dalam saki jaketnya dan menggores lenganku.
"A-apa yang kau lakukan hah?!hentikan itu sakit dan perih kumohon"air mata sudah menggenang dan siap tumpah di pelupuk mataku walau tak terlihat karena derasnya hujan yang masih mengguyur,erangan kesakitan ku tak di indahkan oleh pria dihadapanku ini,dia menikmatinya sangat sangat menikmatinya.
Ketika dia selesai menggores lenganku,aku langsung mundur beberapa langkah,menatapnya takut,marah,benci serta ingin muntah karena dengan entengnya ia menjilati darahku yang menempel di pisau lipatnya seraya bergumam 'manis'.
Aku memegangi lenganku ang terasa sangat perih,dia melangkah lagi mendekatiku,mencengkram kuat bahuku mebuatku meringis kesakitan dan hal yang tak ingin ku dengar terjadi.
"Saa~mohon bantuannya untuk seterusnya (name)-chan"
Setelahnya aku berlari menjauh dengan dirinya yang masih menatapku dengan senyuman iblisnya.
.
.
.
.
.
.
.
Flashback off
..........
Aneh bat yawloh kak kita occ parah ಥ‿ಥ
Ga yandere lagi hiks dahlah 😭🔫
Tapi ga papa lah baru pertama kali juga hiks:')
Jan lupa vote ya minna
Oiya kalo mau request boleh kok di komentar
Arigatou
YOU ARE READING
Yandere|Haikyuuxreader
Short StoryHanya berisikan one-shot antara kamu dan husbu mu yang yandere Maaf juga kalau husbu mu menjadi occ atau bahkan kesan yandere nya tidak ada 😭🔫
