Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Chopsticks

33 2 1
                                        

Untuk pertama kalinya aku menyadari bahwa mungkin hidupku rasanya seperti baru saja keluar dari kandang panda, kalau saja beberapa minggu yang lalu aku tidak lolos masuk universitas impian orang tuaku dengan jurusan yang mereka inginkan juga. Jadi, mungkin hari ini aku tidak akan ada di pesawat dengan tujuan Beijing ini untuk mewujudkan hadiah yang kuinginkan karena aku bisa masuk ke universitas impian Baba dan Mama-ku.

Hadiah itu adalah selembar tiket menonton pertandingan final e-sports tim favoritku yang akan bertanding di Beijing. Selain untuk menonton pertandingan itu, hari ini ke Beijing, aku memang harus masuk ke asrama universitas.

Yah sebenarnya aku bisa saja membeli tiket pertandingan final sendiri seandainya kartuku tidak diblokir oleh Baba sejak aku harus belajar lebih giat lagi agar bisa masuk universitas itu. Tapi, aku rasa ada untungnya juga nanti aku tinggal di Beijing, karena selain bisa jauh dari orang tua, aku juga bisa bermain games sepuasnya tanpa harus di waktu atau dimarahin setiap saat seperti di rumah.

Aku berjalan mencari kursiku, sampai aku berhenti di salah satu kursi yang di sampingnya sudah ada seorang gadis yang sedang membaca buku dengan earphone di telinganya. Dia sepertinya tidak menyadari ataukah memang sengaja duduk di kursi yang bukan miliknya itu? Karena seharusnya berdasarkan tiket yang aku booking, akulah yang duduk di dekat jendela, bukan gadis itu.

"Permisi?" kataku yang mencoba memanggilnya, namun sepertinya aku gagal karena gadis itu masih saja menunduk dengan buku di tangannya. Oh aku lupa, mungkin saja dia tidak mendengarku karena telinganya mungkin sedang mendengarkan musik. Jadi aku menyentuh bahunya, "permisi, Nona, ini... ouh...." Aku belum selesai berbicara, gadis itu langsung terkaget dan langsung berdiri, sehingga kepalanya membentur daguku.

"Maaf, maaf, maaf, oh ya ampun." Tangannya menyentuh daguku yang sepertinya sedikit memerah gara-gara benturan dengan kepalanya.

"Tidak apa-apa," aku menyentuh tangannya yang ada di daguku agar ia segera melepaskannya.

Namun sepertinya gara-gara tanganku yang memegang tangannya yang saat ini masih menyentuh daguku, tiba-tiba saja suasana sekitar kami menjadi sunyi. Dan aku, mataku malah tanpa sengaja melihat wajahnya yang masih terlihat kaget. Aku melihat matanya, rasanya ini pertama kalinya aku melihat mata yang sangat cantik.

Dia langsung melepaskan tangannya. "Oh maaf, aku tidak bermaksud duduk di kursimu tadi aku hanya ingin memotret dari jendela pesawat saja sebelum lepas landas. Tapi karena pemilik kursinya yaitu kau belum juga datang, jadi tadi untuk sementara aku duduk di kursimu sambil membaca novelku," ucapnya yang panjang lebar menjelaskan dengan detail sebelum aku menanyakan alasannya mengapa duduk dikursiku. Dia juga sembari menyengir dan menunjukkan padaku novel yang tadi sedang ia baca, di sana tertulis judul "The Kite Runner".

Dan pada akhirnya aku hanya membalasnya dengan senyuman dan mengangguk padanya, lalu kami saling bertukar posisi yang memang seharusnya akulah yang ada di dekat jendela.

Ketika kami sudah duduk di kursi masing-masing, dan pesawat pun lepas landas, aku yang akan memasang earphone ke telingaku, tiba-tiba saja sebuah uluran telapak tangan ada di depanku. Aku tahu itu telapak tangan gadis yang duduk dsampingku, gadis yang sempat menduduki kursiku hanya karena ingin memotret dari jendela pesawat. Aku menoleh ke arahnya, melihatnya yang tersenyum lalu aku melihat tangannya yang masih terulur, apakah dia ingin berkenalan denganku?

"Bai Mengyan, namaku Bai Mengyan. Siapa namamu?" katanya memperkenalkan dirinya padaku yang tentu saja tak lupa dia memamerkan senyum manisnya.

Aku masih terdiam dan kurasa di dahiku sekarang ada sebuah kerutan, karena aku heran ini untuk pertama kalinya aku bertemu seorang gadis yang terang-terangan meminta berkenalan denganku, padahal bisa dibilang kita adalah orang asing yang baru bertemu beberapa menit yang lalu. Apakah dia tidak takut aku bisa saja orang jahat?

ChopsticksDes histoires addictives. Découvrez maintenant