Nasib Satpam Di. Keroyok Santri

19 2 1
                                        

****DITO****

Namaku adalah Dito. Dito Wiro Sanjaya. Yaah, aku keturunan orang jawa, ibu dan ayahku semua dari keturunan orang jawa. Namun mereka berdua dari daerah yang berbeda-beda. Ayahku berasal dari jawa timur, sedangkan ibuku berasal dari jawa tengah. Aku masih berumur 15 tahun. Dan menduduki kelas IX Serta duduk di bangku terdepan.

Aku di sekolahkan oleh Ayahku di ponpes (pondok pesantren), pondok pesantren ku sangatlah familiar di kalangan masyarakat sekitar.

Waktu sudah mulai menunjukkan pukul 06.00 pagi. Seperti biasa, aku melakukan rutinitasku setiap hari yaitu bersekolah. Sperti biasa, aku ke sekolah dengan berjalan kaki, tanpa rasa malu dan gengsi. Akupun langsung bergegas menuju ke sekolah.

"Dito!!!, tungguin gw napa!!,asal tinggal-tinggal aja lo!!".teriak doni padaku, yang memberiku kode ke sekolah berbarengan.

"iya iyah, makanya buruan!!, lama banget jadi orang!! ". Tukasku pada doni, geram.
Ini lah sikap doni, lelet dan suka bermalas malasan.

Aku dan Doni sudah bersahabat sejak kelas 1 SMP. Aku dan Doni hampir setiap saat selalu bersama dia. Sekamar, setable, sampai sampai aku dan doni semeja makan dengan dia.

"Buruan!!!, udah di tungguin malah lemat lemot, kaya siput lo!!, GC napa!!". Tukasku pada doni, sedikit kesal.
"iya iyah, sabar napa!! Santuy!! ". Ujarnya kepadaku.

"weh ini udah jam berapa coba!!, masih sempet sempetnya lo ngomong santuy!?? ".
"iyaah, nih udah selesai!!, ayo langsung berangkat!! ".ujarnya tegas sambil merapikan tali sepatu yang ia kenakan.

Nex, komentar terbanyak, kita lanjut. Ok
Terimakasih udah mau baca yaah teman teman. Jangan lupa untuk Vote nyaa yaah teman teman.

Nasib Satpam Di. Keroyok SantriStories to obsess over. Discover now