Angin berhembusan sangat kencang, membuat tantangan jg pohon pun berjatuhan memenuhi jalan raya dan terlihat begitu ramainya kendaraan yang melintas dijalankan.
Dijalanan pun terlihat sebuah gerombolan anak remaja yang hanya mencari kesenangan dunia. Dan dari salah satu diantara mereka mengajak balapan mobil dijalanan yang sempit dan dipenuhi kendaraan serta para penjual kaki lima.
"Woy balapan mobil yok,"ucap Ray.
"Ayo lah siapa takut,"sahut Zidan dengan keadaan mabuk.
"Woy gila Lo mau ikut balap mobil sadarkan diri lo dulu,"saran Gilang.
"Gua dah sadar nih,"ucap Zidan.
"Dah gila nih anak,"sahut Gilang.
"Udah enggak usah pakai panjang kali lebar, yok kita mulai,"ucap Ray.
Akhirnya balapan pun dimulai dan dipertengahan jalan Zidan pun tidak mampu mengontrol kecepatan mobilnya, seketika mobil Zidan pun menabrak sebuah pohon besar di tepi jalan dan membuat pohon itu pun menimpa kendaraan roda empat nya. Zidan pun tidak sadarkan diri lagi akibat benturan kuat dikepalanya itu.
Para masyarakat yang berada didekat kejadian itu pun berlarienuju mobil itu dan melihat keadaan seseorang yang berada didalam mobil tersebut.
Dan salah satu dari masyarakat setempat pun menelefon pihak kepolisan serta pihak rumah sakit untuk menangani korban kecelakaan tersebut.
Jalanan berubah menjadi padat total dan para pihak kepolisan pun mengatur jalur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
Suara serunai ambulance pun mulai terdengar para masyarakat pun mulai menyingkir dari tempat kejadian.
***
"Abi,"panggil Nisa.
"Ada apa ummi, udah jangan terlalu khawatir,"sahut Fajar menenangkan.
"Gimana seorang ummi bisa tenang bi, jika saja anak satu-satunya belum pulang juga jam segini,"ucap ummi mengarah ke jedela.
"Ummi pasti bentar lagi Zidan juga pulang,"sahut Fajar.
"Tapi tidak pernah selama ini bi,"ucap Nisa yang semakin khawatir.
"Udah sini ummi duduk disamping abi,"ajak Fajar.
Akhirnya Nisa pin duduk disebelah pria yang membuat dirinya selalu lebih tenang yaitu fajar suaminya.
Kring!
Suara telefon pun berbunyi Nisa pun mengangkat telefon tersebut dan ternyata telefon itu dari pihak rumah sakit dan membuat dirinya khawatir.
"Halo assalamualaikum,"ucap Nisa.
"Waa'alaikumussalam apakah ini benar dengan saudara tuan Ahmad Zidan?"tanya seseorang dari seberang telefon itu.
"Iya dengan saya sendiri umminya ada apa,"jawab Nisa.
"Kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahu bahwa anak ibu tuan Ahmad Zidan sekarang berada di rumah sakit pelangi,"ucap pihak rumah sakit.
"Astagfirullah,"ucap Nisa dan handphone yang berada digenggaman tangannya jatuh.
Fajar pun panik dan langsung menghampiri seorang istrinya yang sedang menangis diujung kursi.
"Ummi kok nangis?"tanya Fajar.
"Abi ayo kita kerumah sakit pelangi,"sahut Nisa mengajak Fajar.
"Ada apa ummi,"ucap Fajar yang mulai ikut panik.
"Zidan bi, Zidan masuk rumah sakit,"jelas Nisa sambil menagis.
VOCÊ ESTÁ LENDO
Syaikha
Ficção AdolescenteSyaikha ada putri kecil seorang dokter di kota itu, namun ia tak pernah sombong memiliki seorang Abah yang begitu banyak di kenal banyak orang. Dan dirinya lun tidak pernah menyangka bahwa dirinya bisa hidup bersama orang yang tidak saling mengenal...
