01.Panik

6 1 0
                                        

Happy reading!
Jangan lupa vote ya.

Aulora pov

Aku melangkah kan kaki ku memasuki zoya's mart itu, ya disini Aku bekerja sehari hari nya. Sudah hampir satu tahun lebih aku bekerja disini.

Seperti kehilangan arah namun Aku harus melanjutkan sisa hidupku yang tak berguna ini, hanya ini yang bisa Ku lakukan menyerah pada nasib atau takdir. Huh! Mirisnya diriku.

The real beban keluarga, bukan?
Sepertinya, ya.

Hanya ini yang ku lakukan melayani pelanggan yang datang tiap hari jikalau sedang butuh uang Aku kerja lembur.

Aku bahkan tak seperti yang lainnya, anak seumuran ku pasti suka nongkrong entah itu di angkiran atau cafe. Aku? Aku pun mau. Mau sekali, tetapi hmm ya sudah aku hanya terima nasib ku saat ini. Entah itu bertahan sampai kapan intinya aku lelah aku muak! Namun tak bisa apa yang harus aku lakukan, mengeluh tiada artinya hanya menambah beban pikiran cukup saja aku jadi beban keluarga.

Aku melirik jam di dinding zoya's mart ini menunjukan pukul 23.23, huh mata ku lelah, badan ku pegal, namun jam kerja ku seperti tak kunjung berjalan.

Ku kerjakan pekerjaan ku dengan penuh tanggung jawab, yaa aku membutuhkan uang sangat butuh. Untuk kehidupan ku sehari hari dan biaya lainnya.

Oh ya, Aku kelas 2 SMA sebenarnya Aku sekarang sudah menduduki bangku kelas 3 SMA, kalian pasti tau karena apa? Ya. Karena ekonomi ku.

Berkutat dengan mesin uang, melihat jam, melayani pelanggan, bergumam kecil, sembari mengeluh lelah di hati.

SREK! CEKLING.

Aku sontak mendongak, melihat siapa pelanggan yang kasar membuka pintu itu.

GUBRAK!

"Oh, tidak!" Gumam ku pelan. Aku pun takut.

Ku rasa itu seorang Pria, ku kunci mesin kasir dan ku sembunyikan kunci itu di dalam saku ku. Agar pria ini tidak mencuri...?

"S-selamat datang di zoya's mart kami," ucap ku terbata-bata.

Pria itu mendongak, sembari menatap tajam.

Aku membasahi bibir ku yang nampak kering akibat ketakutan, Aku gugup. Sangat gugup!

"Tolong" Ucap pria itu.

"He-haa?" Jawab ku pelan. Aku takut sekaligus tidak kedengaran dengan suara pria itu kecil dan sangat menakutkan.

"Tolong" Ucap pria dengan sedikit kuat.

Aku mendekati pria itu dengan hati hati. Hati ku ingin membantunya namun kaki ku sulit melangkah.

Aku mengangguk, lalu mengangkat nya pelan pelan.

"Apa tujuan anda kesini?" ucap ku penuh dengan hati hati.

"Sakit" Ucapnya lagi.

Aku panik. Lalu melihat ia memegang perutnya yang nampak... Oh tidak! Ia terluka.

Lalu aku membantu nya berangkat, menintin nya ke kursi yang ada didekat pojokan zoya's mart ini.

CEKLING!

"Oh shit!" Gumam nya pelan. Ternyata ada pelanggan baru.

"Sebentar ya, aku mau melayani pelanggan dulu." Ucap ku.

Saat Aku hendak sedikit berlari menuju kasir Pria itu mencekal lengan ku.

"aw!" aku meringis kesakitan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 01, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

AuloraStories to obsess over. Discover now