[1]√

12.3K 1K 114
                                        

Seorang gadis dengan rambut blonde berjalan dengan langkah tergesa. Sesekali menundukan kepalanya agar tidak tertangkap basah oleh guru maupun satpam yang berjaga di depan gerbang sekolah.

"WINTER! MAU KEMANA KAMU HAH?!" suara membahana nan cetar milik Jihyo yang merupakan guru bk nya membuat Winter terlonjak kaget.

Untung saja dia tidak reflek melepaskan pegangan tangan pada motornya. Kan kasian motor kesayangannya jika harus terhempas manja hanya karna teriakan Jihyo.

Winter menurunkan standar motor lalu berlari sambil menutupi wajahnya menggunakan tas.

Berharap jika Jihyo tidak akan mengenalinya. Entah kurang pintar atau bodoh, padahal sudah jelas tadi Jihyo meneriaki namanya dengan aura mengerikan.

"WINTER KEMBALI KAMU! SAYA HITUNG SAMPAI TIGA ATAU MAU SAYA PANGGIL ORANGTUAMU?!"

Tappp

Winter langsung menghentikan langkahnya setelah mendengar ucapan Jihyo. Bisa dipotong nih uang jajannya kalo sampai mama papanya tau kelakuan si anak bontot di sekolah.

.

.

.

.

.

.

****
"Ah sialan" Winter mendengus kesal sambil mengelap keringatnya yang bercucuran di wajah. Pasti gurunya itu mempunyai dendam tersendiri.

Berdiri tepat ditengah lapangan utama yang biasa digunakan untuk melaksanakan upacara bendera dan terkadang digunakan untuk tempat olahraga. Karena dalam sehari terkadang ada dua sampai 3 kelas yang memiliki jam olahraga.

Bayangkan saja betapa malunya winter, apalagi dia baru beberapa minggu menjadi siswa di SMA ini.

Banyak pasang mata yang mengintip bahkan terang terangan menertawai Winter. Untung saja Winter punya muka tembok, atau bahasa kerennya gapunya malu.

"Upss" sebuah botol minum yang isinya lumayan banyak sengaja dilemparkan mengenai Winter yang wajahnya sudah memerah akibat paparan sinar matahari.

"Tolol banget sih!" maki Winter tanpa melihat ke arah si pelaku.
Dia mengusap pelan kepalanya yang tadi terkena lemparan botol minum.

"Sorry gw kira tong sampah" ucap Karina sarkas sambil menatap remeh kearah Winter yang sudah melototkan matanya.

'kalo bukan kakel udah gw pites nih ususnya' batin Winter mencoba untuk sabar. Apalagi dia tau kalo Karina ini pentolan sekolah yang kerjaannya ngebully. Bahasa gaulnya badgirl.

Cocok banget sama muka judesnya. Sejak kedatangan siswa tahun ajaran baru membuat sasaran bully Karina semakin bertambah.

"Guys diem doang tuh bocah, lempar lagi gih" ucap Karina pada 2 temannya.

Winter yang dengan jelas mendengar ucapan Karina barusan langsung melangkahkan kakinya kebelakang.

Mending mundur aja daripada cari masalah sama si kupret Karina, batin winter. Dia juga lagi cape untuk sekedar meladeni mereka.

Dahlah pura-pura gakenal aja.
"Maaf kalian siapa ya?" ucap Winter dengan gaya menyetop ala tukang parkir. Tapi tenang saja, Winter ini bukan turunan atau reinkarnasi dari tukang parkir.

Karina dan 2 temannya yang bernama Giselle dan Lia mulai tertawa remeh.
Kan gak mungkin banget siswa di SMA ini gatau siapa itu Karina and the konco.

"Mau kenalan dulu?" ucap Giselle terkekeh.

"Sini gw jedotin dulu palalo ke tembok baru boleh kenalan sama kita" kali ini Karina bersedekap tangan memperlihatkan aura kekuasaannya.

'mukanya ngeselin ajg' Winter membatin. Sebenarnya Winter udah gak tahan pengen nyubit cangkemnya karina yang durjana itu. Tapi menurut perhitungannya, dia bakal berakhir pada kekalahan.

Winter memang bar-bar tapi kekuasaan Karina saat ini lebih mendominasi. Astaga Winter ini belum punya pasukan sama sekali.

Teman dekatnya hanya ada Yeji. Tapi pasukan yang dimaksud Winter itu orang yang bersedia memberantas dan melakukan perlawanan pada kedajjal-an Karina and the geng.

Belum lagi dia gatau berapa jumlah anggota Karina yang berada dibalik layar. Yang sering nongol sih cuman Giselle dan Lia doang.

Oke back to mereka lagi.

Winter menunduk menghela nafasnya pelan. Setelah selesai, dia mulai mengangkat wajahnya menatap Karina dengan raut wajah yang sangat serius.

'tsk berani juga dia' batin Karina.

Winter masih menatap mereka bergantian.

"ITU DIBELAKANG LO ADA DAJJAL!!" Tiba-tiba Winter berteriak keras dengan penuh drama.

Karina, Giselle dan Lia auto ikut berteriak histeris. Bukan karena percaya jika dibelakangnya memang beneran ada dajjal, tapi mereka kaget karena teriakan Winter. Apalagi karina, dia emang gabisa dikagetin.

Sedangkan si Winter? Dia sudah lari terbirit meninggalkan lapangan, tidak peduli lagi dengan hukumannya.

=============================

.

.

.

.

.

Sumpah gua gumush bet liat Winter guys T_T

High School - WinrinaWhere stories live. Discover now