Happy reading~
Sepasang kaki panjang itu melangkah dengan tergesa-gesa menuruni anak tangga, ia tak peduli dengan rok panjang nya yang sewaktu-waktu bisa menjirat nya kapan saja, dengan tas yang belum melekat sempurna di pundak nya, gadis itu duduk di kursi lalu meminum susu nya dengan cepat.
"Minum pelan-pelan Avira" tegur seorang wanita yang tduduk di kursi paling ujung sambil menikmati makanan nya, wanita itu menggeleng melihat kelakuan anak nya yang selalu seperti ini setiap pagi.
"Aku sudah terlambat mama" kata nya setelah susu di gelas itu habis, ya, selalu itu alasan yang ia ucapkan setiap pagi.
"Tak ada alasan lain? Selalu itu alasan mu. Vira kau sudah besar, sudah seharusnya kau mengubah kebiasaan mu ini" katanya.
Avira memutar bola matanya jengah, ia bosan mendengar ceramah mama nya setiap pagi, ia bangkit dari duduk nya lalu melangkah menghampiri mama nya
"Avira berangkat dulu, Assalamu'alaikum" setelah bersalaman dan mencium pipi mama nya, Avira membenarkan letak tas di punggung nya lalu melangkah keluar rumah.
*******
"Vir, setelah ini kau lanjut kuliah dimana?"
Avira yang asyik dengan kegiatan halu nya terpaksa menoleh ke arah Anisa, sahabat nya ia menatap Anisa dengan tatapan tajam, ia tak suka di ganggu saat sedang menghalu.
Avira kembali menatap layar handphone nya sebelum menjawab pertanyaan sahabat nya.
"Ke Korea" jawab nya ketus.
"APA!?"
Anisa berteriak, lalu setelah nya dia tertawa kencang sambil menepuk-nepuk meja di depan nya, Avira mengernyit bingung melihat reaksi sahabat nya, padahal dia mengatakan sebuah fakta bahwa ia akan kuliah di Korea.
"Yak kenapa kau tertawa? Ada apa dengan mu?" Tanya Avira, ia mematikan handphone nya, meletakan nya di laci meja dengan mata yang masih menatap sahabat nya itu.
"Kau terlalu banyak menghalu Vir, mana mungkin kau akan pergi ke Korea" ujar nya masih dengan tawa yang masih tersisa.
"Aku serius, aku akan kuliah di Korea" jawab Avira, Anisa langsung saja menghentikan tawa nya lalu menatap Avira penuh arti.
"Benarkah?"
Avira mengangguk, tiba-tiba saja Anisa memegang pundak Avira dan mengusapnya pelan.
"Kau akan meninggalkan ku? Yak Avira tega sekali kau" ucap Anisa, terdapat genangan kecil di mata kecil nya.
Avira ikut berkaca-kaca, ia sebenarnya tak tega meninggalkan sahabat nya itu sendiri, ia juga tak ingin berpisah dengan sahabat nya, mengajak Anisa ke Korea? Ouh itu mustahil untuk di lakukan.
Anisa langsung saja menarik Avira dan memeluk nya erat, matanya berkedip-kedip cepat untuk menghilangkan air mata yang hendak menetes.
Avira membalas pelukan Anisa tak kalah erat, air matanya sudah jatuh sejak Anisa memeluk nya tadi, Avira menghela nafas panjang nya sambil menenggelamkan kepalanya di pundak Anisa.
"Berjanjilah padaku, jangan sampai melupakan ku" kata Anisa setelah ia melepas pelukan itu, ia menunjukan jari kelingking nya.
Avira tersenyum lalu setelah nya ia menautkan jari kelingking nya, tautan persahabatan.
"Aku janji"
Lalu keduanya kembali berpelukan erat, sungguh persahabatan yang indah.
******
YOU ARE READING
Sorry, We Are Different
RandomAvira Azmina Aska, seorang gadis muslim asal Indonesia yang terlibat cinta dengan seorang pria yang berbeda kasta, derajat, termasuk agama dengan nya. Dirinya yang merupakan penggila idol Korea tentu sangat senang bisa dekat dengan idolanya, makin k...
