seulgi, sehun one shot.
-
Sehun berjalan dengan langkah tergesa, matanya fokus pada ponsel ditangannya. Sama sekali tak memperhatikan lalu lalang orang orang disekitarnya.
Dia terus berjalan setengah berlari sampai tubuhnya menabrak orang dari arah berlawanan. Keduanya sama sama terkejut.
Sosok yang menabrak sehun tadi terhuyung kearah belakang lalu terjatuh dengan cukup keras, barang barang gadis itu berantakan di jalanan, keduanya menjadi pusat perhatian.
Sedangkan sehun sendiri hanya terhuyung namun tidak sampai terjatuh, hanya ponselnya yang tergeletak di trotoar pejalan kaki bersama barang barang gadis yang tadi menubruk nya.
Gadis itu dengan panik mendongak, menatap kearah sehun, lalu dengan tergesa memunguti barang barangnya yang jatuh berantakan. Gadis itu memasukkan barang barangnya kedalam tas yang dia bawa. Lalu mengambil ponsel sehun yang tadi terjatuh.
Sehun mengulurkan tangan, membantu gadis itu berdiri. Gadis itu membalas dengan senyum canggung.
Lalu tangannya terulur menerima bantuan Sehun.
Sehun menatap gadis yang saat ini menggunakan hoodie abu abu, topi biru dan tas hitam dihadapannya. Gadis itu membalas tatapannya, lalu tersenyum canggung sambil mengulurkan tangan untuk mengembalikan ponselnya.
"eumm.. maaf ya tadi buru buru, saya duluan dulu ya." Gadis itu sekali lagi tersenyum pada sehun, kemudian berlalu dari hadapan pemuda itu.
Sehun masih membeku, berbalik menatap punggung gadis itu yang mulai menjauh.
Satu sudut bibirnya terangkat, tersenyum singkat.
-
Seulgi melepas hoodie abu abu, juga topi yang dia kenakan. Lalu meraih botol air mineral yang ada di hadapannya.
"Heh! Air gue, Seul!" Pekik an kecil dari seberang meja membuat Seulgi terkekeh kecil tak peduli.
"Air lo air gue juga." Seulgi kembali tertawa kecil.
Gadis yang ada di seberang Seulgi itu hanya mendengus kesal. Lalu melempari Seulgi dengan tisu bekas yang ada di meja itu.
"Eh nanti kakak gue ikutan ke sini sama pacar gue, Seul." Krystal, gadis dihadapan Seulgi berkata sambil mengetikkan pesan di ponselnya.
"Hah? Kakak lo yang mana? Kak jes?" Seulgi bertanya dengan alis terangkat, memandang Krystal heran.
Krystal menggeleng kecil, lalu mengangkat kepala balas menatap Seulgi. "Kakak sepupu, temennya Kai juga. Si Sehun."
"Ohh.." Seulgi hanya mengangguk ngangguk kecil lalu bermain dengan ponsel di tangannya.
Mereka berdua ganti membicarakan hal lain, tentang tugas kuliah mereka berdua. Juga tentang teman teman masa SMA mereka yang sekarang semakin sombong juga tentang rencana untuk joging hari minggu besok.
Keduanya berbincang asik sampai bel yang diletakkan di pintu sebagai tanda jika ada orang masuk berbunyi. Krystal mengalihkan pandangan dari Seulgi menuju pintu masuk cafe tersebut, lalu Krystal melambai dengan semangat.
Seulgi ikut berbalik, matanya menyipit sedikit, lalu sesaat kemudian matanya melebar menatap dua pemuda yang saat ini berjalan menuju ke mejanya. bukan bukan, bukan mejanya tetapi meja mereka berdua.
"Loh.." Seulgi masih terkejut, sedangkan Krystal menatap Seulgi bingung.
"Kenapa?"
Belum sempat Seulgi menjawab salah satu dari pemuda itu menyapa mereka. "Hai."
YOU ARE READING
Confessions, one shot.
Fanfictionwrite in bahasa. kumpulan one shot story ksg n exo sky.
