.
.
.
.
.
.
Tak ada yang bisa kulakukan sejak kecil. Dilahirkan dan dibuang tanpa harapan. Di pungut dan dibesarkan bersama nista. Senyuman masa kecil yang tak ada arti, menghilang bersama kegelapan waktu.
Semua, segala hal yang telah terjadi menjadi satu dalam duka tanpa batas. Sengsara dalam gelap dan sendiri dalam kehinaan.
Demi kebahagiaan hidup. Aku menyatukan diri bersama malam. Gelap dan dingin. Sendiri, dan sunyi... Aku dan siang menjadi musuh. Kelabu diantara hitam dan putih.
Tanpa mengharap atau mencintai. Hari yang kelam selalu terjadi. Tiada teman dan selalu berkawan sepi.
Hujan turun dengan deras tanpa ingin berhenti. Kurapatkan mantel demi menghangatkan tubuh. Jalan mulai sepi dengan semakin larut nya malam. Dan aku? Aku akan mulai bekerja saat mentari berpindah ke belahan bumi yang lain.
Sebuah mobil mewah berhenti didepan ku. Kaca mobil turun dengan anggun nya, menampilkan wajah lelaki yang sudah beberapa hari ini selalu menjemput. Senyuman lelaki itu membuat semua gadis mampu bertekuk lutut dihadapan nya. Senyuman maut dari seorang lelaki muda nan kaya raya dari KIMHyung Group.
Aku membuka pintu dan masuk. Aku duduk di kursi empuk didalam nya. Sebuah kecupan panas langsung kudapat setelah ku tutup pintu mobil nya. Sial, nafsu lelaki ini sangat besar. Yaa, lumayan lah untuk ketebalan kantong uang nya.
Mobil berjalan, namun lelaki ini tak kunjung menghentikan ciuman nya. Bahkan tangan nya mulai menggerayai tubuhku. Menyingkap bajuku, hingga hampir melepaskan celanaku jika tidak ku tahan.
"Ini masih di mobil, tuan muda. Masih ada supir mu yang melihat." ujar ku menyingkirkan perlahan tangan nya dariku.
"Aish, tenang saja, dia tidak akan melihat. Dia sedang menyupir.!"
"Tapi dia akan mendengar!"
Dia menjauh. Dia menarik ku kedalam pelukan nya dan berlanjut menciumi seluruh wajahku. "Baik, jika begini kau tidak keberatan. Jangan menolak lagi!"
Aku terkekeh pelan melihat sifat kekanakan yang sering kali ku jumpai selama bersama nya. Sungguh dia tidak terlihat kekanakan dari penampilan nya. Dia terlihat sangat dingin dan sulit tercapai.
Siapa yang mengira jika lelaki pujaan berjuta kaum hawa akan memiliki sifat kekanakan ini?
"Kita akan kemna?" tanya ku setelah ia menghentikan acara ciuman nya.
"Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat."
"Kemana? Bukan hotel tempat mu kan?"
"Tentu tidak, Itu sama saja bunuh diri, kau juga tau jika aku pemilik. Itu akan menjadi berita yang luar biasa keesokan harinya."
Ya, seorang pengusaha muda membawa seorang pelacur ke hotel miliknya?
Aku juga tidak akan mencari ajalku disana.
"Pantai. Aku akan mengajakmu kesana. Selama beberapa minggu hingga liburan musim panas ini selesai."
"Tapi, tuan." aku tidak ingin.
"Tidak ada penolakan, aku sudah mengirim beberapa dolar ke rekening mu. Itu sebagai uang muka..."
Bukan itu.... Aku hanya takut, aku takut jika aku jatuh cinta padamu....
Sabtu, 21 november 2020
YOU ARE READING
good night
Fanfictionkau dan malam. malam menanti bersama sepi. dalam kegelapan, kesendirian menjadi teman sejati. akan ada hal yang terjadi? mentari terbit membawa hari. dan juga dirimu setiap malam ku menanti, dirimu yang datang bersama kegelapan. dan dirimu bersama...
