Ting, ting, ting.
Suara piring yang sengaja dipukul dengan sendok membuat seisi rumah segera menghentikan aktivitasnya dan segera berlari menuju ruang makan, tak terkecuali Misca yang sedang berdandan pun langsung meninggalkan aktivitasnya agar tak kehilangan jatah sarapan. Ya, aturan di dalam keluarga ini memang konyol, tapi keputusan sang ratu tak bisa ditawar lagi, termasuk daddy. Padahal jabatan daddy di rumah ini adalah raja, tapi telah menjadi nasib sang raja yang harus mengalah demi sang ratu bahagia.
"Loh, katanya menu hari ini salad Bu?" protes Misca pada Ibunya yang masih sibuk menuangkan air minum.
"Itukan, juga salad." jawab ibunya santai, lalu duduk di samping daddy .
Daddy hanya tersenyum sambil mengambil piring yang di berikan oleh ibunya. Sementara Jevan tampak semangat menikmati hidangan yang ada, rupanya selera ibunya telah mendarah daging ke tubuh Jevan.
"Inikan, pecel Bu, bukan salad ." Misca merajuk, tapi tetap mengambil sayuran yang ada, ia sangat khawatir jika nanti tak kebagian dan harus kehilangan sarapan lagi. Jangan berpikir bila kehilangan sarapan di keluarga ini biasa ya! Karena di sini tak ada jatah uang jajan.
"Ini juga salad, namanya salad Nusantara, ya nggak Mas?" kata ibunya sambil melirik sang daddy. Daddy hanya tersenyum sambil menikmati sarapan hari ini.
"Eh, ada yang lupa!" seru daddy lalu berdiri menuju dapur. Ternyata, daddy mengambil kerupuk. oh, my no, kelamaan bersama ibu si daddy jadi doyan kerupuk, batin Misca.
YOU ARE READING
Keluarga Somplak
General FictionDunia nggak rame bila sipat manusia hanya satu. Dengan sifat yang berubah-ubah, ilmu tentang hidup semakin melimpah. Bersama Yanti, Chiro seakan memasuki dimensi baru yang tak pernah dipikirkan sebelumnya. Dari bahasa, daerah dan budaya seakan tak...
