RUMAH (BAGIAN 1)

1 0 0
                                        

Maret, 2012

Gadis tersebut menaruh walkman nya ke dalam tas nya, mengeluarkan ponsel nya yang sedari tadi berbunyi karena pemberitahuan notif, ia sekilas melihat jam ponsel nya yang telah bertuliskan tiga sore.

Ia melihat pemberitahuan yang sedari tadi membuat ponsel nya berbunyi.

Tio.

Nama yang seharus nya ia lupakan, tapi entah kenapa ia mengiyakan ajakan Tio untuk bertemu, entah semesta lagi berbaik hati kepada Tio, tapi gadis tersebut tidak akan pernah lupa kejadian tersebut.

Gadis tersebut menyusuri trotoar Braga, menuju tempat yang di setujui nya bersama Tio. Sembari melihat suasana Braga sore itu, gadis tersebut terus menyusuri jalan setapk tersebut.

'Lia!' saut seseorang dari jauh, gadis itu mencari sumber suara tersebut.

'Lia, disini!' saut suara itu lagi, mata gadis itu menemukan asal suara tersebut.

Tio.

Lia pergi menuju Tio yang sedang menghisap cerutu dengan santai.

'Aku datang, ada apa?'

'Kau masih marah ternyata?'

'Menurut mu?'

'Entah, kamu terlihat seperti orang yang sedang marah kepada seseorang.'

'Tetap, kamu selalu tidak lucu.'

'Mungkin aku emang tidak berbakat,' kata Tio sembari membuang cerutunya, 'Tapi aku kembali kan?'

'Tetap saja aku benci,' jawab Lia.

'Aku pergi hanya sebentar Lia, aku kembali sekarang.'

'Sebentar?' kata Lia terkejut, 'empat tahun mungkin sebentar jika kau memberi kabar.'

'Aku tidak mau kamu khawatir,' Jawab Tio, 'Maafkan aku.'

'Tidak apa, yang penting kau kembali,' kata Lia sembari duduk di samping Tio, 'Tapi kau seharus nya-'  ucapan Lia terpotong ketika Pemuda berambut ikal tersebut memeluk Lia.

'Kenapa Tio?!' tanya Lia linglung.

'Aku pernah berjanji jika aku akan pulang kepelukan mu bukan?' tanya Tio.

'Iya, dan kau sekarang sudah pulang kan?'

'Tidak, aku tidak pulang kepelukan mu.'

'Lalu?'

'Kau yang menjemput ku untuk memeluk mu.'

Air mata tiba tiba jatuh membasahi pipi Lia, Lia membalas pelukan Tio dengan erat, Sore itu adalah dimana kedua sejoli tersebut bertemu kembali.

Tio, aku tau, aku tau kau pulang.

Lia, aku tau, aku tau kau rumah.

RumahTempat di mana cerita hidup. Terokai sekarang