Tap..tap...tap...
Kriett...
Suara pintu berderit ketika terbuka.Wajahnya dipenuhi keringat.
"Kakak!Tolong aku kak!"
Seorang anak perempuan manis berjalan ke arah anak perempuan lainnya,yang kini terlihat dengan jelas keringat membanjiri tubuhnya.Perlahan anak perempuan yang berteriak minta tolong tadi mendekat.Semakin dekat,dan anak perempuan lain semakin mundur.
"Ti..tidak,pergi,PERGI!!!!"
"Hufft,ternyata cuma mimpi."
Alula terbangun dari mimpinya dengan napas terengah-engah.Dia bertanya-tanya dalam hati apa arti mimpinya yang terasa sangat nyata itu.Seseorang memanggilnya kakak,tapi siapa dia,Alula juga tidak tahu.Mukanya buram,Alula tidak dapat melihat wajah anak itu.Tapi tetap saja Alula penasaran dengan anak perempuan itu.Ia berteriak minta tolong.Suaranya terdengar sangat pilu.Tapi Alula segera melupakannya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Alula turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air.Lorong rumahnya sepi,sangat sepi.Ia merasa rumahnya terlalu besar untuk ditinggali berdua dengan ibunya,juga 3 orang pelayan.
Ceklek
Tidak ada seorangpun di dapur,tetapi lampunya menyala,dan berserakan botol-botol wine,yang utuh maupun yang sudah menjadi pecahan kaca.
"Mommy?!"
Alula menemukan ibunya tergeletak dengan tangan masih memegangi botol wine.Ia merasa ibunya telah mabuk berat.Ia benci kondisi ibunya yang seperti ini.Ia tidak tahu masalah yang dialami ibunya,dan merasa gagal menjadi anak yang baik.
"Bi Inem!Indah!Pak Narto!"
"Pak Narto!"
Alula berteriak memanggil nama pelayan yang ada di rumah,dan terus membunyikan bel yang terhubung langsung dengan kamar para pelayannya.Tidak lama setelahnya,para pelayan datang dengan tergopoh-gopoh dan langsung membantu Alula membawa ibunya ke kamar.
Tok tok tok...
"Nona,ini saya bawakan sup untuk nyonya."
Alula yang sedari tadi duduk menggenggam tangan ibunya menoleh dan mempersilakan Indah masuk.Sejenak Indah melirik Alula,merasa iba terhadapnya.Namun,Alula membalasnya dengan senyuman,dan menjawab bahwa dia akan baik-baik saja,begitu pula dengan ibunya.Indah balik tersenyum,bentuk kepercayaannya kepada Alula.Kemudian,Indah pergi meninggalkan Alula berdua dengan ibunya.Kemudian lagi-lagi hening.Alula menunggu ibunya sadar.Ia terus terjaga,jikalau tiba-tiba ibunya terbangun,dan Ia akan memberikan suapan sup hangat kepada ibunya.Iya,hangat.Namun sayangnya,rasa kantuk mulai menggerogoti kesadarannya.Dan ia pun mulai tertidur.
"KAU?!PERGI DARI HADAPANKU!!!"Alula tersentak kaget dan terbangun seketika.Akibatnya,kepalanya menjadi pusing saat itu juga."Mom?Mommy sudah bangun?Ini tadi sup disiapkan oleh In..."Alice mendorong sup yang disodorkan hingga terjatuh."Sup itu dingin."Alice tersenyum sinis menyindir Alula.Alula hanya bisa diam."Sekarang kau pergi dari kamarku,aku tidak mau melihatmu!Dasar anak pembawa sial!"Mendengar pernyataan itu,Alula mematung sejenak,menahan tangis.Bukan hanya sekali atau dua kali Alula mendengar perkataan seperti itu.Itu hanya perkataan yang terus menerus diulang oleh ibunya.Namun,rasa yang didapat tetap sama.Sakit.Dan rasa sakit itu selalu menghantui Alula,lalu terus bertambah sakit seiring berjalannya waktu.
Alula bangun dari kursi dan melangkah meninggalkan ibunya.Sebelum benar-benar keluar,ia berhenti sejenak dan ia berkata pada ibunya,"Maaf Mom."Kemudian ia keluar dari pintu itu,dan punggungnya benar-benar hilang dari pandangan ibunya.Ia menyusuri lorong itu lagi.Kali ini,rasanya lebih dingin.Berkali-kali lipat lebih dingin dari saat ia berjalan disini hendak mengambil air.Dinginnya menusuk sampai ke tulang,dan tanpa sadar,setetes air mata jatuh dari matanya yang indah.Kakinya gemetaran,membuat ia terjatuh ke lantai yang dingin itu.Bagai orang yang lumpuh kakinya,Ia tak lagi memiliki tenaga untuk berdiri.Ia hanya menangis,dan menangis.Pilu,dan sangat menyayat hati.
Setiap harinya selalu bagai mimpi buruk bagi Alula.Terkadang Ia berpikir alasan Ia dilahirkan,dan kemudian menyesal telah dilahirkan.Lalu ia teringat ibunya,dan lagi-lagi rasa sayang terhadap ibunya mengalahkan rasa beci,amarah,dan kekecewaannya.Ia bersyukur karena telah dilahirkan ke dunia,dan bertemu sosok ibu seperti Mommynya."Nona!"Bi Inem berlari menghampiri Alula dan membantunya berdiri.Kecemasan sangat terlihat di wajahnya yang sudah berkeriput itu.Alula hanya terdiam dan menurut saat Bi Inem memapahnya berjalan.Kaki Alula seperti mati rasa,tidak lagi sanggup berjalan.Bi Inem membantu Alula berbaring di kasurnya.Alula masih terdiam.Bekas air mata masih sangat jelas terlihat di pipinya.Matanya juga terlihat sembab.Bi Inem tak tega meninggalkan Alula sendiri,tapi dari dulu,Alula selalu bilang ingin sendiri di saat-saat seperti ini.Saat ini pun,Alula memalingkan muka ke arah jendela kamarnya,sehingga Bi Inem pamit untuk meninggalkan Alula.
"Bi..."Alula menangis lagi.Suaranya menghentikan langkah Bi Inem menuju pintu.Bi Inem berbalik dan mendapati Alula menangis lagi.Kemudian Ia menanyakan alasan Alula menangis sembari berjalan ke arah Alula dan mengelus kepala Alula dengan lembut.Alula menangis lagi.
"Bi,apa Mommy membenciku?"
Mendengar perkataan Alula,Bi Inem meneteskan air mata.Masih mengelus rambut Alula kemudian Ia berkata,"Nona ini anak yang cantik dan manis,mana mungkin Nyonya membenci Nona manis ini?"Bu Inem mengusap air mata Alula."Nyonya sangat menyayangi Nona.Mungkin saat ini Nyonya hanya belum menunjukkannya pada Nona."Alula terdiam dan menatap langit-langit kamarnya."Tapi kenapa Bi?Apa Alula berbuat salah?"Seketika Bi Inem terdiam."Nona tidak salah,hanya waktu sedang tidak berpihak pada Nona dan Nyonya saat ini."Bi Inem tersenyum dan kemudian menenangkan Alula dan memintanya untuk segera tidur.
Setelah Bi Inem keluar,kamar Alula menjadi hening.Alula hanya memejamkan mata,tapi belum tidur.Ia membuka matanya kembali dan melihat keluar jendela kamarnya yang tidak tertutup gorden.Lagi-lagi Alula menghela napas dengan keras,dan kemudian tertidur.Otaknya sudah tidak sanggup memikirkan masalah ini.Ia hanya ingin tenang sekarang.Benar,tenang,dan kemudian Alula tertidur.
Tok tok tok...
"Nona?Apa Nona sudah bangun?"
Tidak ada jawaban.
Indah memasuki kamar Alula,dan melihat Alula masih tertidur lelap.Ia menghampiri Alula dan membangunkannya dengan hati-hati,takut Alula terkejut."Nona,sudah waktunya Nona bangun,Nona harus sekolah hari ini."Alula terbangun,mengerjapkan matanya.Rasanya Ia baru tidur selama lima menit.Indah yang melihat keadaan Alula saat ini merasa khawatir.Matanya sembab.Rambutnya berantakan.Dan sepertinya Alula juga kurang tidur akhir-akhir ini.Apalagi setelah kejadian malam tadi."Apa Nona istirahat saja hari ini?Saya akan membuat surat izin untuk Nona."Tapi Alula menggeleng dan segera bangkit dari kasurnya.Ia meminta Indah segera menyiapkan seragam sekolahnya dan satu setel baju ganti karena hari ini Alula ada jadwal latihan drama.
Setelah bersiap,Alula turun ke lantai satu untuk sarapan.Ia mengehla napas, lagi-lagi ibunya tidak ada.Terkadang Ia rindu saat-saat makan bersama ibunya.Tapi itu semua hanya angan belaka.Merindukan sesuatu yang tidak pernah ada sepertinya mustahil untuk terjadi.
Setelah sarapan,Alula bergegas berangkat ke sekolah.Tidak lupa Ia berpamitan kepada para pelayannya,dan berpesan untuk menjaga rumah baik-baik.Mungkin kalian heran,mana ada majikan yang berpamitan pada pembantunya?Perlu diingat bahwa Alula berbeda.Alula menganggap pelayannya saat ini juga merupakan bagian keluarganya.Mereka selalu membantu,dan mengurusnya dengan baik.Alula sangat menyayangi mereka,begitupula perasaan mereka terhadap Alula.
14.30
Astaga!Alula terlewat 5 menit dari waktu janji latihan perkumpulan drama.Ia bergegas membawa baju ganti dan berlari menuju ruang latihan.Ia takut akan dimarahi lagi oleh pelatihnya,namun....
"BRAKKK"
Alula jatuh,dengan baju gantinya yang terlempar tidak jauh darinya.Alula kesal karena Ia terkena masalah saat berusaha menyelesaikan masalahnya.Ia berusaha berdiri,namun sepertinya kakinya sedikit terkilir saat terjatuh tadi.Seseorang mengulurkan tangan kepada Alula.Seketika Alula mendongak dan terkejut,karena wajah orang itu terlihat tidak asing.Tetapi Alula tidak pernah melihatnya di sekolah.Siapa dia?
Bersambung....
###
Kira-kira siapa orang itu?Cewek atau cowok?Cantik/ganteng nggak?
Hahahaaa....
Tunggu kelanjutannya di part selanjutnya ya...
Oh,iya...aku masih amatir dan belum terlalu banyak pengalaman dalam menulis,jadi jika berkenan,berikan kritik,saran dan dukungan kalian ya,dengan vote and comment :)))
Happy reading ^^
YOU ARE READING
Ketika Ingatan Pudar (Completed ✔️)
Teen FictionSetiap malam bagai derita bagiku,hanya dapat diam karena tak lagi tahu kepada siapa harus mengadu,hingga akhirnya hanya dapat membisu. Berharap jika semua yang telah terjadi hanyalah mimpi.Dan berharap lupa ketika terbangun nanti. -Alula POV
