-prolog-

28 1 0
                                        

"Ibu ayah lihat ila dapet nilai sempurna!"ila anak berumur 7 tahun itu dengan senangnya memberi tahu ibu dan ayahnya jika dia mendapatkan nilai sempurna saat ulangan harian disekolahnya tadi.

Tidak ada respon dari kedua orang tuanya mereka masih sibuk dengan acara tv mereka.

Karna tidak ada respon dari mereka dia menurunkan kertasnya ulangannya itu,dan berjalan ke kamarnya.

Dia menutup pintu menaruh kertas ulangannya tadi di kasurnya dan menaruh tasnya di pinggir rak buku yang berada di sebelah jendela yang menghadap hamparan sawah yang luas.

Saat berganti bajunya mendengar suara adiknya dan kedua orang tuanya.

"Ayah ibu!lihat Lia dapat nilai 100"

"Wahhh anak ibu dan ayah memang hebat ya!"

Ila yang mendengar hal itu ingin menangis karna adiknya dipedulikan sedangkan ila?dia diacuhkan,dia itu hanya bayangan di mata orang tuanya.

Dia diacuhkan saat dari umur 4 tahun,dia di acuhkan karna dia sering difitnah oleh adiknya sendiri yang seumuran dengannya yang hanya beda 1 jam saja.

Dan saat itu orang tuanya lebih percaya terhadap Lia dari pada ila.

-------
Malamnya
-------

"Non ila gamau makan?"tanya bi mery nya.

"Nggak bi ila ga laper" Jawab ila.

"Ila ada masalah apa?cerita aja sama bibi" Kata bi mery duduk di sebelah ila di kasur.

"Bi.....aku ini punya salah apa dimata mereka?aku melakukan salah apa?"tanya ila.

Bibinya itu menatap ila dengan sendu.

"Ila kamu tidak punya salah, tenanglah ila suatu hari nanti ayah dan ibumu itu akan peduli kok jangan nangis"kata bibi mery sambil memeluk ila yang menahan nangis.

------









"KAMU JADI ORANG ITU YANG BENER BERSIHINNYA"

"maaf"

.
.
.
.
.
.
.
.



"bi aku rindu bibi..."




--------

WHY PEOPLE DON'T CARE ABOUT ME [SLOW UPDATE]Stories to obsess over. Discover now