Namaku Anya, aku anak tunggal dari pasangan suami istri bernama Johan Grez dan Caren Grez. Jika kalian mengira hidupku bahagia, keluargaku harmonis kalian salah! Kisah hidupku ini paksaan semua yang menyangkut diriku seakan kehendak mereka, mereka s...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Plak
Pipiku memanas saat ayah menamparku, namun aku tak membalas dan hanya memejamkan mata. Muak. Dengan semua perlakuannya padaku hanya karna aku tak menuruti ucapan tunanganku dan aku kembali di hina oleh ayah kandung ku sendiri. Aku adalah anak tunggal dari keluarga dengan marga 'Grez' berbagai hidup dengan fasilitas yang melimpah, namun aku tidak sama sekali meniknatinya berbeda dengan ayah dan ibuku yang setiap hari sibuk mencari harta.
Melihat ayahku yang ingin melayangkan tangannya untuk menamparku lagi dan aku segera memejamkan matanya siap untuk menerima kembali tamparannya.
Plak
"Sudah ku bilang! Turuti saja kemauan tunangan mu, Anya!" teriak Johan Grez, dia adalah ayahku yang kejam
Perlahan aku membuka mataku "Baiklah ayah, Anya akan pindah sekolah"
Johan tersenyum miring karna aku menuruti kamuannya. Inilah hidupku hanya kekangan yang ada tak ada belas kasian dari orang-orang yang aku sayang, mereka tak ada yang sayang padaku bahkan sekalipun tunanganku. Mereka tak mengerti apa yang aku alami dan hanya membuat semena-mena denganku.
"Bagus, akan ku urus surat pindahan mu" ucap Johan
Aku mengangguk dan tersenyum kecut, malangkah menuju kamarku tapi sebelum itu aku melihat ibu ku yang makan dengan santai dimeja makan aku yakin tadi dia melihat perlakuan ayah padaku, tapi dia seolah tak perduli dan hanya menatapku tajam.
{...}
"Selamat pagi princess Anya" sapa Grey dengan senyum liciknya, dia adalah tunanganku yang sangat licik dan aku membencinya, kami bertunangan saat satu tahun yang lalu namun tak ada tanda-tanda sifat Grey yang berubah dari sifat liciknya.
Aku berdecih dan membuang muka saat Grey menyapaku, memang pria sialan yang sok mengatur dan keras kepala ahh.. jangan lupakan sifat licik dari seorang Grayzen. Setiap kali melihat wajah tampannya ingin sekali aku mengumpat dan meludah dihadapannya.
"Berhenti berbasa-basi, bukankah kau kesini untuk menjemput ku? Dan berhentilah membacot dihadapan ku" kataku sinis dan dia menanggapinya dengan kekehan. Menyebalkan.
"Santai sayang.. tak usah terburu-buru, masih ada waktu lima menit untuk kita bercanda" kekeh Grey
Aku memutar bola mata malas "Grey! Aku ini murid baru disekolah mu! Dan aku ini tidak ingin terlambat!"
Grey menepuk tangannya dan berseru "Wow! Sejak kapan kekasih ku ini perduli dengan hal sepele?!"
"Cepat Grey!" ucapku yang sudah jengah dengan sikap Grey
"Silahkan masuk Nona.."
Dia membukakan pintu mobilnya untuk ku, setelah Grey ikut masuk kedalam mobil dia langsung melajukannya dengan kecepatan sedang, pria disamping ku ini bersiul-siul tak jelas hingga membuat ku risih mendengarnya ingin sekali aku menyumpal mulutnya dengan kaus kaki yang sangat bau.