Prologe dan Visual cast

51 2 0
                                        

Special Rakyat Raikantopeni

💘💘💘

Jen Hall

JinE (Sahabat Jen Hall)

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.

JinE (Sahabat Jen Hall)

JinE (Sahabat Jen Hall)

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.

Boy (Sahabat Jen Hall)

Derga (Sahabat Jen Hall sekaligus pacar JinE)

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.


Derga (Sahabat Jen Hall sekaligus pacar JinE)

Derga (Sahabat Jen Hall sekaligus pacar JinE)

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.

Rahadian Anugerah (Guru Jen Hall)

Rahadian Anugerah (Guru Jen Hall)

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.

Dionis (Sahabat Rahadian)

Dionis (Sahabat Rahadian)

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.

SELAMAT BERHALUSINASI^-^

💘💘💘

Seorang wanita muda yang memakai seragam sekolah jatuh dari sepeda motor, Ia meringis kesakitan di lututnya karena lututnya berdarah dan juga sikutnya ikut berdarah. Orang-orang yang melihat kecelakaan kecil itu langsung membantu Jen Hall, namun seseorang yang familiar bagi Jen Hall datang dan menanyakan kondisi Jen Hall.

"Kamu tidak apa-apa?" Tanya laki-laki dewasa tersebut.

Jen Hall mengiyakan, lalu laki-laki dewasa itu menggendong Jen Hall bak tuan putri. Jen Hall yang mendapatkan perilaku seperti itu terkejut, Tak lama kemudian laki-laki itu membawa Jen Hall ke mobilnya.

"Saya akan membawa kamu ke rumah sakit" Ucapnya setelah memasuki tubuh Jen Hall di dalam mobil.

"Lalu motor saya gimana, Pak?" Tanyanya.

"Saya akan menyuruh orang terpercaya saya untuk membawa ke rumah kamu" Ucapnya sembari melirik kearah samping dirinya.

💘💘💘

Sudah dua minggu setelah kecelakan itu, sikut Jen masih di balut perban. Para sahabat Jen terkejut saat mendengar Jen kecelakaan, hal itu sempat heboh di rumah Jen.

"Sikut lu masih saja diperban" Ucap Boy, sahabat Jen.

"Aw! Sakit, Boy!" Teriak Jen saat Boy memukul sikut Jen.

"Luka gua masih basah! Seenak jidat lu mukul luka gua" Ucap Jen kesal.

"Elah! Udah dua minggu setelah kecelakaan lu itu, masa luka-nya masih basah bae" Ucap Boy.

"Eh! Curut, dikata kecelakaan motor luka-nya cepat kering apa?" Ucap Jen kesal.

Luka Jen cukup dalam di sikutnya sehingga lukanya belum mengering, Boy mengiyakan sembari mengambil cemilan Jen yang ada di hadapan Jen. "Gua waktu kecelakaan motor, luka gua langsung kering dalam waktu satu minggu" Ucap Boy.

"Itu karena luka lu kecil! Sedangkan gua? Luka gua cukup parah" Ucap Jen.

"Kalau gitu perbannya dilepas lah, biar luka lu cepat kering"

"Nggak mau! Perih tau kena angin, apa lagi tadi gua naik motor" Ucap Jen.

"Lu nggak ada kapok-kapoknya, ya" Ucap Boy.

Jen yang ingin membalas perkataan Boy langsung dipotong oleh JinE. "Sudahlah! Kalian kalau udah adu mulut nggak kelar-kelar" Ucap JinE mengakhiri pertengkaran antara Jen dan Boy.

💘💘💘

Jen berjalan mendekati parkiran, Ia berniat ingin pulang namun seseorang menarik tangannya sehingga Jen meringis kesakitan saat lukanya ikutan ketarik.

"Siapa si?! Nggak tahu apa tangan gua lagi sakit gini asal narik aja" Teriaknya tanpa melihat siapa yang menarik tangannya.

"E-eh? Bapak? Ada apa?" Tanyanya kikuk saat melihat Rahadian yang menarik tangannya.

"Luka kamu masih basah, sudah nekat naik motor lagi?" Ucap Rahadian.

"Luka saya sudah mulai kering kok, Pak. Kalau Bapak tidak percaya lihat lah" Ucapnya sembari menarik rok sekolah yang dipakainya sampai diatas lutut.

Rahadian melirik ke lutut Jen yang sudah tidak dibalut oleh perban lalu mengalihkan pandangannya ke mata Jen, Jen sontak mengalihkan pandangannya. "Biar saya saja yang bawa motor kamu" Ucap Rahadian sembari mengambil kunci motor milik Jen ditangannya.

"Eh? Nggak usah, Pak. Saya bisa sendiri, nanti mobil Bapak gimana?" Ucap Jen.

"Saya tidak suka penolakan, cepat naik!" Perintahnya.

Jen pun terpaksa duduk dibelakang Rahadian, mereka pun pergi meninggalkan halaman sekolah.

💘💘💘

Sudah tiga bulan setelah kecelakaan itu, perhatian Rahadian terhadap Jen masih sering ditunjukan kepada Jen padahal Jen sudah tidak memakai perban lagi di sikut dan lututnya. Perhatian yang didapatkan  oleh Rahadian berhasil bikin Jen jatuh cinta kepada Rahadian, Jen sering kali memberikan kode kepada Rahadian bahwa dirinya menyukai Rahadian.

Namun Rahadian tidak peka terhadap kode yang diberikan oleh Jen, sampai Ia tidak sadar menyatakan cintanya dihalaman parkir. Siswa/I yang belum pulang saat itu mengerubungi halaman parkir, sahabat Jen yang mendengar hal itu sama terkejutnya dengan murid lain.

"Aku mencintaimu, Pak Rahadian" Teriak Jen lagi saat Rahadian tidak meresponnya.

*

*

*

*

*
LIKE, COMENT DAN VOTE
My IG : @VolusHan_

Terjerat Cinta Seorang GuruHistórias para pegar e não largar. Descubra agora