Malam itu hujan turun dengan sangat deras disertai dengan sambaran kilat, hujan yang telah turun selama 1 jam ini membuat udara malam menjadi lebih dingin serasa menusuk kulit. *BLAAR* petir menyambar dengan sangat keras di ikuti dengan padamnya listrik di seluruh komplek. "Haduhh kenapa listriknya ikut padam sih?! Tugasku belum ku save!!!" ucapku dengan kesal. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, aku sudah mengantuk, dengan agak kesal aku berjalan perlahan dan merebahkan diri diatas kasur tanpa sadar aku pun terlelap.
*CTAAR* Suara petir yang sangat keras membangunkanku, dengan setengah sadar aku meraih handphone di nakas " Ugh... Jam berapa ini? Kok masih hujan aja " *HAAAH..*(Menghela nafas) "Masih jam 12 ya.. listriknya juga masih padam" kataku.
*Tok Tok Tok* "A..dek.." *itu, kakak? Kok suaranya agak beda?* saat itu pikiranku dipenuhi dengan keraguan, apakah itu benar benar kakakku atau bukan karena kakakku selalu masuk tanpa mengetuk pintu kamarku tapi aku segera menepis hal hal itu dan segera membuka pintu. Saat pintu sudahku buka tak ada seorang pun di depan pintu keringat dingin mulai bercucuran dari tubuhku *siapa yang mengetuk pintuku?* Hanya pertanyaan itu yang terlintas dikepalaku, saat aku hendak menutup pintu lagi.. listriknya tiba tiba menyala dan aku merasa sedikit lega karena sudah tidak gelap lagi.
Kemudian aku pun kembali membuka laptop dan mulai melanjutkan tugasku yang tadinya belum selesai. Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi namun aku masih belum juga terlelap " hmm.. kok masih belum ngantuk ngantuk juga ya, apa karna tadi udah tidur ya?". Lalu saat aku sedang tenggelam dalam pikiranku aku pun mulai mengingat kejadian beberapa jam yang lalu saat aku mendengar seseorang mengetuk pintu kamarku. Aku mulai curiga apa mungkin ada pencuri ataukah pembunuh atau apa mungkin Cuma binatang? Hal ini terus ter ngiang - ngiang dikepalaku. Lalu aku memutuskan untuk segera menyelesaikan tugasku dan kali ini aku tidak akan lupa men 'save' nya.
Sambil mendengar suara hujan akupun sibuk juga mengetik kata perkata yang ada dilaptopku, sampai aku tak mendengar suara hujan lagi aku pun berhenti sejenak dan melihat keluar benar benar malam yang sepi. Suasana yang bagus untuk lompat dari gedung haha.. apa apaan yang kupikirkan benar benar tidak jelas. "mending selesaikan langsung aja deh tugasnya daripada mikir yang engga engga hufft.." aku kembali mengerjakan tugasku.
"huuuuhh.. untunglah semua tugasku sudah selesai " kataku menghela napas lega,dan tiba-tiba aku mendengar suara ketukan lagi kali ini lebih pelan akan tetapi aku tidak merasa takut. Apakah karna kakakku sering melakukan hal hal iseng seperti ini kepadaku entahlah tetapi aku sudah kebal *dasar kakak! Dikiranya aku bakalan takut apa!*batinku mengabaikan ketukan tadi. Sudah 5 menit kubiarkan tetapi ketukan itu berubah menjadi suara garukan kuku pada pintu akupun jadi semakin kesal dengan kakakku ini akhirnya aku menendang pintu tersebut dengan keras dan terbuka lebar,tapi tidak ada orang satupun disitu. " eh? Kok, gak ada siapa siapa?" aku sedikit terkejut lalu aku merasa takut yang luar biasa aku pun menjerit diseisi rumahku "DIMANA KAKAK!?" aku berteriak dan terus menangis entah mengapa aku merasa sedih sekali aku pun menangis. "kakak!, aku takut.. disini sepi sangat sepi sekali" kataku sambil meringkuk dibawah lantai.
*TAP TAP TAP* aku mendengar suara kaki berjalan kearahku aku pun mulai bangun untuk melihat kebelakangku ternyata itu adalah kakakku! Betapa senang dan gembiranya aku, aku pun beranjak dan memeluk kakakku. "kakak kemana aja.. aku takut sendirian jangan jahilin aku seperti itu dong!!" kataku sedikit emosi. Dasar kakakku ini memang jahil tapi aku tetap sayang kakak karna hanya dia satu-satunya yang kupunya.
"kak..kenapa diam aja?" kataku sambil melihatnya tubuhnya benar benar dingin apa tadi saat hujan dia keluar ya? Ah gak mungkin dari tadi kakak mengetuk ngetuk pintuku jadi gak mungkin lah, lalu kenapa tatapan matanya begitu tajam? Apa salah ku? "kak. Kok keliatannya marah sama aku? Kalau soal teriak teriak tadi aku minta maaf kakak jangan marah ya?". Kakakku hanya menatapku dingin. Lalu iapun tersenyum dan berkata " Aku tidak marah kok." Akupun tersenyum juga kupikir dia tadi marah aku pun memeluknya lagi dan dia juga memelukku. Ia berkata "dek..maukah kamu ikut bersama kakak?".aku dengan raut sumringah aku berkata " Iya, iyaa! Tentu saja, kemana kita akan pergi dan kapan?" . Kakakku menjawab "sekarang" lalu tiba tiba semuanya telihat putih dan akupun terjatuh.
Esoknya
Berita pagi
Ditemukan mayat perempuan berumur 15 tahun didalam rumahnya bersama sebuah boneka beruang berwarna hitam, diduga anak perempuan itu bunuh diri dengan menggantung diri dikamarnya. Sebelum kejadian, tetangga rumah sebelah sempat mendengar suara teriakan kakak dari rumahnya.
Polisi telah menyelidiki bahwa anak perempuan itu sebenarnya anak yatim piatu, memiliki kelainan jiwa dan lari dari rumah sakit jiwa dengan boneka hitamnya itu.
Lalu bagaimana ia bisa hidup sendiri? Dan siapa sebenarnya 'kakak' yang ia maksud? Semua masih menjadi tanda tanya bahkan sampai sekarang. Tidak ada yang tau jelas tentang anak perempuan itu, tapi yang mereka tahu Bahwa boneka yang dipegang olehnya sampai ia mati itu, memegang jantungnya ditangan boneka tersebut.
NB : Diambil dari cerita nyata.
Bohong :p
