p r o l o g

35 5 4
                                        

Hai🙂

Jangan lupa follow akun terlebih dahulu.

____

_SARIAWAN_

jika nama kami berdua di sambung maka pasti di kira sebuah penyakit panas dalam, kami berdua adalah teman sedari kecil, sampai sekarang.

Begitu muak! harus bertemu si Pinokio lucknat.
Namun, apalah daya jika para orang tua selalu saling bersilaturahmi, baik dari acara keluarga maupun acara bisnis.

Namaku Sari Adreynalin Afgontoro, kata papa nama Sari berawal dari sebuah serbuk yang sangat di sukai oleh Mamaku, maka dari itu namaku Sari.

"Ma, boleh gak namaku agak ngehits kek zaman sekarang!! kek Sheila kek Sarla, atau Clara. Ini mah Sari, entar ku dikira serbuk beneran lagi."

Papaku memiliki toko Roti yang lumayan besar dan terkenal, sedangkan mamaku memiliki perusahaan yang sangat terkenal karena perusahaan yang mampu berdiri sampai sekarang, padahal masa lampau perusahaan itu sudah akan bangkrut, tapi karena alur takdir yang manis maka itu tidak terjadi:)

Aku sedari kecil suka mencuri roti panas, yang selalu membuat papaku marah, papaku itu chef loh. Dia bisa masak segala hal, dan aku mewarisi hal itu;) dan membuat mamaku marah, karena hobiku yang memasak

Aneh sekali kan mamaku!

Mama ingin aku mewarisi sifat kepintaran dalam urusan bisnisnya, agar aku bisa mengambil alih, namun aku tidak mewarisi itu, malah kakak Satya yang mewarisi itu.

Dan itu sangat bagus dan membuatku bahagia.

Tapi, mama tidak menyukai kak Satya mewarisi kepintaran mama, entah apa alasannya?

Padahalkan secara umum itu termasuk lazim.

_______

"Sariiiiii, kembaliin berkas kakak!!" teriak Satya sambil mengejar Sari yang menggangu pekerjaan kakaknya.

"Kalau mau, tangkep sari dulu, wlee." balas Sari dan menjulurkan lidahnya ke arah Satya--kakaknya.

Sari berlari tanpa melihat ke depan, ia lebih senang menjulurkan lidahnya ke arah kakaknya yang sangat perhatian dan penyayang itu.

Sampai-sampai menabrak bidang laki-laki, mungkin papanya, namun saat menoleh malah dia.
Sari memasang muka masamnya, karena melihat dia berada dalam rumahnya.

"Nah ketangkep kamu!" ucap Satya sambil memeluk Sari dari belakang,

"Ish, Gara-gara lo gue ketangkep kan sama kak Satya!" marah Sari kepada Awan yang langsung bersedekap dada.

Ya, itu Awan sahabat kecil dari Sari yang selalu membuat Sari jengkel dan muak, itu hanya kata, kalau yang sebenarnya sih Sari sayang Awan sebagai sahabatnya yang selalu ada dll. Begitupun sebaliknya Awan.

"Dasar, orang lo yang bodoh! Malah nyalahin orang." timpal Awan kepada Sari yang ingin mengumpat namun bibirnya sudah di bungkam oleh tangan kakaknya.

"Udah-udah, nanti panjang jadinya. Awan kamu duduk aja di sana." ucap Satya yang masih setia memeluk adiknya sambil membungkami mulut adiknya, yang sudah meronta ingin di lepaskan.

"Iya Bang Sa--"

"Jangan panggil bang! panggil kakak aja!" Sela Satya memotong ucapan Awan.

"Haha, iye bang eh maksudnya kak." ucap Awan.

Sari masih saja di kunci oleh kak Satya, namun matanya selalu saja membakar untuk Pinokio Lucknat di depannya ini! Begitupun Awan, membalas balik, seperti akan terjadi perang dunia.

"Apa lo!" ucap Awan kepada Sari.

"Awan jangan mulai!" ucap seseorang wanita yang baru masuk, yang membuat ketiga orang itu  menoleh.

Tbc.

Jangan lupa vote  comment, and share cerita "SariAwan."

Tambahan Awan : Kami bukan penyakit yang     harus di musnahkan! Hanya kebetulan saja nama kami di samakan dengan penyakit yang selalu panas, kek gue sama dia! mau berantem teross!

"Apa lo Pinokio Lucknat Jelek!

"Diem lo, gue cum kasih tambahan!"

"OHH!"

Kuusahakan update setiap hari, tapi gak janji.


"SariAwan"Where stories live. Discover now