"Harus dibersihin ini...."
Melihat gudang yang dipenuhi sarang laba-laba, memunculkan keinginan dalam diriku untuk membersihkannya. Tentunya setelah penelitianku selesai, yang lebih tepatnya masih dalam tahap percobaan. Fyuh, pasti akan sangat melelahkan. Tapi tidak masalah, lama berdiam diri dalam laboratorium pribadi membuat tubuhku mulai melemas, karena sibuk dengan berbagai macam senyawa dan spesimen yang ku kumpulkan beberapa tahun lalu.
Kumulai membersihkannya, dengan awal-awal aku menyapu jarring laba-laba yang tergantung di atas langit-langit. Mengganggu sekali memang, mana jaring itu sangat banyak. Ekstra kerja keras dibuatnya.
Setelah kubersihkan langit-langit, kulanjut dengan menata dan merapihkan barang barang yang jatuh dan tergeletak di lantai. Yang seharusnya diletakkan di atas meja, yang digantung, dan yang memang benar-benar harus dibuang, tidak bisa lagi kusimpan.
Di saat aku memungut barang-barang itu, pandangan ku terpaku pada satu benda. Bentuk yang tidak asing bagiku. Benda ini terbuat dari kayu, bulat, bermotif bunga mawar, dan mulai memudar warnanya.
"Benda ini....."
Seketika ku teringat. Setelah menatap lamat-lamat benda ini, aku jadi mengerti. Apa yang membuat diriku terheran-heran akan benda ini.
Otakku mulai merekam ulang, seperti memainkan video-video kehidupan yang telah kulalui. Semua ingatan itu kembali, semua kenangan itu tereka kembali......
YOU ARE READING
Hidrolisis Oksitosin
RomanceSatu anak manusia yang entah mengapa, hanya tertarik pada satu perempuan. Iya, hanya satu perempuan. Pembuktiannya, serta perjuangan menjadi "orang" yang tidak begitu mudah, rintangan serta perjalanan yang penuh duri menemani kehidupan nya. Perasaa...
