Till We Meet Again Part 1

2.9K 118 2
                                        

Efek anestesi sudah mulai hilang, Kesadaran Sasuke perlahan kembali. Sasuke ingat ia baru saja melalui operasi lengan kirinya. Walaupun tenaganya masih belum sepenuhnya pulih, Namun Sasuke mengerahkan sedikit tenaganya untuk perlahan bangun dan duduk di kasurnya.

Sasuke melihat sekeliling, tampak Naruto yang juga sedang terbaring di kasur sebelahnya. Ia melihat lengan yang juga diperban sama sepertinya.

' Idiot! Kenapa kau rela kehilangan apapun untuk menghentikanku? '

Sasuke tidak habis pikir, setelah apa yang ia lakukan. Naruto masih menganggapnya sahabat.

' Kenapa Si idiot itu tidak pernah menyerah menghentikanku saat aku tersesat ? '

' Sahabat? Sangat konyol! Kau mempertaruhkan segalanya hanya untuk diriku. '

Dibalik pemikirannya tersebut, Sasuke sadar ia sangat bersyukur memiliki sosok Naruto yang tidak pernah menyerah dan selalu memperdulikannya. Ia tidak percaya dirinya dibutakan oleh dendam dan haus kekuatan yang membuatnya tidak menyadari seberapa berharganya teman disekelilingnya.

Sasuke melihat ke arah luar jendela. Suasana kamar yang hening dan gelap hanya diterangi cahaya rembulan. Membuatnya hanyut dalam lamunan. Mata sayunya mengingat kembali kejadian yang baru saja terjadi.

' Semuanya sudah berakhir ? '

Pertarungan terakhir melawan Kaguya serta pertarungannya melawan Naruto mengakhiri perang ninja ke-4. Tidak, walaupun perang sudah berakhir, tetapi mereka masih harus kembali bertarung. Bertarung menyelamatkan desa yang di ambang kehancuran.

Kawasan perumahan warga, sekolah, pasar, toko, tidak dapat disebutkan kerusakan apa saja yang disebabkan perang.

Syukurlah masih terdapat warga konoha  yang sempat diasingkan. Hal ini berkat para genin yang turut membantu mengasingkan warga saat serangan berlangsung.

Salah satu hal sulit lainnya yang harus dilalui adalah sumber mata air dan listrik yang menjadi terbatas. Kerusakan akibat perang menyebabkan aliran listrik di desa terputus. Untuk sementara aliran listrik darurat hanya bisa dialihkan gedung yang lebih membutuhkan, salah satunya kamp rumah sakit sementara.

Ya, karena kerusakan yang masif, bangunan-bangunan Konoha banyak yang terkena dampaknya. Termasuk gedung rumah sakit. Walaupun tidak runtuh sepenuhnya, tetapi banyak kerusakan di berbagai tempat. Dikhawatirkan jika dipaksakan, gedung itu bisa saja runtuh suatu saat karena fondasinya yang sudah hancur. Oleh karena itu tim medis Konoha menggunakan gedung bekas  untuk dialihkan menjadi kamp rumah sakit sementara.

Dikarenakan tim medis tidak memiliki jumlah yang banyak, mereka harus bekerja 24jam, termasuk Sakura. Ia menjadi pemimpin unit medis darurat  bersama Tsunade dan Shizune, ketiganya memegang peranan penting dalam keselamatan korban-korban perang.

Banyak dari mereka yang membutuhkan pengobatan sesegera mungkin. Termasuk Naruto dan Sasuke yang saat itu terluka parah karena pertarungan duel mereka.

Walaupun pertarungan antara keduanya imbang. Namun, akibat bentrok antara Rasengan dan Chidori, Naruto kehilangan tangan kanannya, sementara Sasuke kehilangan tangan kirinya. Kejadian itu sungguh memilukan bagi Sakura. Namun kepulangan Sasuke yang membuat timnya yang kembali utuh itu sudah lebih dari cukup baginya.

Sasuke memerhatikan lengan kirinya yang terbalut perban. Ia tidak lagi merasakan sakit, sepertinya lengannya telah diobati dengan sempurna.

Ia teringat saat Sakura menghampiri dirinya dan Naruto yang terbaring dengan luka parah di tangan. Melihat Sakura yang menangis sambil mengobati mereka berdua, membuat dirinya tersadar seberapa tulus perasaan Sakura padanya. Ia juga tersadar bagaimana ia selalu menyakiti hati wanita tersebut.

* Tek *

Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Kunoichi dengan jas dokter memasuki ruangan.

* Tap tap *

Langkah kaki mendekati kasur Sasuke. Cahaya bulan menerangi rambut merah muda milik wanita tersebut. Wanita yang sedang ada di pikirannya, kini berada tepat di hadapannya.

" Kau sudah sadar, Sasuke-kun? " Sakura bertanya pelan.

" Hn, iya... " Balas Sasuke singkat.

Sakura mendekati Sasuke. Ia membuka perban dan mengecek perkembangan luka di lengan kiri Sasuke.

" Syukurlah, pendarahannya sudah berhenti. "

Sakura kembali membenarkan lilitan perban dan mengecek di bagian luka luar lain yang ada pada tubuh Sasuke. Ia mengalirkan chakra dan mengobati pada bagian luka yang masih terbuka.

" Terima kasih, Sakura "

" Hn, beristirahatlah, Sasuke-kun. Sampai kau benar-benar pulih. "

" Bagaimana dengan Naruto, apa ia baik-baik saja? "

" Hn, syukurlah ia baik-baik saja. Sebelumnya Naruto sudah sadar lebih dulu. Berkat chakranya, penyembuhan dalam dirinya lebih cepat. dan juga tidak ada luka serius lainnya. "

" Ah, begitu syukurlah. "

" Kau tahu, dia sangat mengkhawatirkanmu. " Sakura berbicara sambil melihat Naruto.

Sasuke terdiam mendengar hal tersebut.

" Tapi semua akan baik-baik saja, kini Sasuke-kun sudah kembali bersama kami. Kabar baiknya,Nona Tsunade sedang mengusahakan pengobatan lengan alternatif. "

' kembali bersama ? ' Sasuke bertanya dalam hati apa ia masih layak untuk diterima kembali di desa ini. Setelah apa yang dilakukannya. Hati kecilnya merasa seperti ada ganjalan dalam hatinya.

" Sakura... "

" Hn, ada apa? "

" Jangan terlalu memaksakan diri, perhatikan dirimu. " Sasuke bisa melihat jelas Sakura yang terlihat kelelahan. Wajahnya yang sedikit pucat, kantong matanya yang lebih gelap dan bibirnya yang kering. Sakura pasti menggunakan banyak Chakra untuk mengobati para korban.

* Deg deg *

Jantung Sakura berdetak kencang. Ia tidak percaya Sasuke mengkhawatirkannya. Matanya sedikit berair. Namun Ia dengan menundukkan kepalanya, rambut merah mudanya  menyembunyikan wajahnya. Sakura menyeka air matanya dan kembali menatap wajah Sasuke dihadapannya.

" Terima kasih, Sasuke-kun. Tidak usah khawatir. " Jawab Sakura sambil tersenyum.

" lagipula, karena hanya hal ini yang bisa kulakukan. Aku akan mengerahkan seluruhnya. " Sakura melanjutkan.

Mendengar penjelasan Sakura, Sasuke bisa melihat perkembangan yang ada pada diri Sakura. Ia juga melihat tekad Sakura yang selalu kuat dan tidak berubah sedari mereka genin dulu. Sakura yang selalu bertekad melindungi orang lain dengan segenap kemampuan yang ia miliki.

Melihat reaksi Sasuke yang terdiam mendengar perkataannya, Sakura sedikit panik.

" Ah... Maaf, Sasuke-kun. Kalau aku banyak bicara hehehe... Kalau begitu aku pergi dulu. Selamat beristirahat Sasuke-kun. "

Sakura bergegas berjalan meninggalkan ruangan.Melihat Sakura yang terburu-buru, Sasuke hanya terdiam membiarkannya. Namun tepat sebelum Sakura meninggalkan ruangan.

" Selamat malam... Sakura. "

* Deg deg *

Angin malam dari luar ruangan menerpa rambut Sakura. Wajah Sakura memerah. Ia tidak percaya apa yang ia dengar.

" Se-selamat malam, Sasuke-kun. " Balas Sakura pelan.

Lalu ia bergegas meninggalkan ruangan dan menutup pintu.

Sakura berjalan dengan langkah yang lebih ringan. Ia masih tidak percaya dapat berbicara dengan Sasuke setelah sekian lamanya. Perasaannya menjadi lebih sentimen. Ia menghentikan langkahnya dan bersandar di dinding.

Menatap bulan yang bersinar terangnya malam itu. Air matanya menetes tanpa sadar. Ia tidak menyangka perlahan semua benar-benar kembali seperti semula.

To be continued
Till We Meet Again Part 2

Sasusaku oneshot 💞Stories to obsess over. Discover now