🌫🌫🌫
Hari semakin petang, namun kali ini tidak dibarengi dengan langit jingga yang indah seperti biasa. Warna kelabu nya seolah memberitahukan pada seluruh penghuni alam jika dirinya sudah lelah, kegelapan yang muncul seolah berkata, "aku ingin menghancurkan seisi bumi, dengan kumpulan kabut milikku."
"Haah, hari ini sepertinya akan turun hujan lagi," ujar gadis cantik yang kini tengah sibuk memandangi langit senja yang terlihat begitu gelap. Sesekali gadis itu terlihat membenarkan anak rambutnya yang berantakan karena diterpa angin. Sepertinya angin kencang yang membawa hawa dingin yang begitu menusuk kulit itu tidak begitu mengusik gadis cantik tersebut, pasalnya gadis bernama Tasya itu bahkan terlihat begitu fokus menikmati kentang goreng, dan pink float miliknya.
Entah sudah sejak kapan, pandangan Tasya yang awalnya tertuju pada langit kelabu, kini sudah berpindah pada salah seorang pengunjung cafe yang terlihat begitu tergesa-gesa. "Mas, Lampunya masih nyala!" Teriak Tasya yang sukses membuat sang pemuda kebingungan.
Pemuda itu nampak kebingungan, namun sesaat ia menyadari sesuatu, pemuda itu terlihat menepuk ringan kepalanya sendiri, dan berkata, "Astaga, kenapa pake acara lupa segala, sih." Pemuda dengan hoodie broken white itu kembali mendekati motornya.
"Dasar aneh, kunci motor bisa sampai ketinggalan," gerutu Tasya. Jujur saja, gadis itu masih tidak menyangka ada manusia yang begitu ceroboh seperti pemuda itu. Benar kata pepatah, "Kecerobohan hanya akan membawa petaka."
Tasya kembali memfokuskan diri, menatap langit yang semakin gelap, menandakan jika hujan akan segera turun membasahi bumi yang mulai mengering.
Gadis cantik itu begitu fokus dengan kegiatannya, sampai tidak menyadari keberadaan seorang pemuda bertubuh atletis yang berdiri tepat dihadapannya. Pemuda itu terus menggaruk kepalanya yang tidak gatal, hanya untuk sekedar menghilangkan rasa gugup yang mendadak hinggap.
"Anu, Mbak, makasih ya udah diingetin. Kalau nggak, aki motor saya udah tekor," ucap pemuda tersebut dengan cengiran khas miliknya.
Tasya sedikit terkejut dengan suara bas yang terdengar oleh indra pendengarnya. Seketika senyum indah terbit dibibir Tasya, yang mampu membuat setiap mata yang melihatnya akan terkagum-kagum. Gadis itu membenarkan posisi duduknya, agar bisa berhadapan dengan sang pemuda.
"Nggak apa-apa kok, Mas." Jujur Tasya masih agak terkejut dengan keberadaan pemuda itu, membuat nada bicaranya sedikit terdengar galak. Padahal gadis itu hanya berusaha untuk menutupi keterkejutannya saja.
"Oiya, ini buat Mbaknya, sebagai tanda terima kasih saya," ucap pemuda tersebut, sembari menyodorkan segelas sundae strawberry di atas meja Tasya, lalu pergi begitu saja. Meninggalkan Tasya yang masih belum tersadar dari keterkejutannya.
"Lhah, malah kabur." Tasya hanya bisa menggeleng kepalanya, melihat kelakuan pemuda tersebut. Benar-benar pemuda yang aneh.
Tasya hanya bisa membuang nafas kasar, sambil sesekali memasukkan satu sendok gumpalan ice yang penuh dengan karbohidrat dan juga pemanis buatan, serta perasa yang membuat gadis itu semakin lahap menghabiskan minuman tersebut. Sepertinya kali ini dia harus rela berat badannya bertambah lagi.
YOU ARE READING
Between Us
Teen FictionJika aku diciptakan untuk bersanding denganmu kenapa Tuhan tak mengizinkan kita bersatu. Dan jika aku tak diperlukan, untuk apa aku di lahirkan? Semesta memiliki cara kerja yang rumit,aneh dan sedikit nyeleneh. Terkadang kita dipaksa harus mengerti...
