Godaan selalu menawarkan keindahan namun kejujuran memberi kesempurnaan
Awan yang hitam disertai angin kencang seakan akan cuaca malam ini mewakili hati sang gadis remaja yang bernama Azizah Nurlatifah ,ia masih duduk di bangku kelas 7 sekolah menengah pertama.azis sedang bingung mau berbuat apa agar ia bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya bersama sang adik tercinta yang bernama Ariel Akbar.
"aaKakkkk!!!Ariel kedinginan coba aja kalo ibu masih ada pasti ibu udah peluk kita ya kak" anak berusia 4 tahun itu menoleh ke sang kakak yang sedang mematung mendengar ucapan adiknya, Azizah hanya memberi respon dengan melukiskan senyuman di wajahnya.
"Mmmm Ariel mau bobo aja ya kak, mau ketemu ayah sama ibu di dalam mimpi" ucapnya polos sambil tersenyum
"Iya gih sana Bobo jangan lupa baca doa lhoo yaa anak gantenggg" Azizah mencubit pipi adiknya dengan gemas lalu mengusap rambut Ariel yang pirang karna teriknya matahari
Ariel menganguk anggukan kepala kemudian merebahkan dirinya di kasur tipis yang kusam , setelah baca doa ia mulai memejamkan mata sambil berharap ia bisa memimpikan ayah dan ibunya yang sudah tiada beberapa tahun lalu dikarenakan insiden tabrak lari
Jam sudah menunjukkan pukul 23:00
Ariel sudah tertidur dengan pulas, bisa dilihat dari nafasnya yang mulai teratur
"Alhamdulillah Ariel udah bobo" Azizah tersenyum melihat wajah adik kecilnya yang kelelahan karna seharian bermain
"Besok azis mau jualan koran lagi deh sepulang sekolah " ia tersenyum sumringah karena sudah yakin dengan keputusannya itu
YOU ARE READING
Garis Takdir
Teen FictionGaris hidup manusia memang tak sama , nasib setiap orang yang menjalani kehidupan selalu berbeda.Perbedaan yang ada dalam kehidupan semakin menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kisah hidup dan takdirnya masing masing. Dari mulai kecil hingga dewa...
