Malam minggu ini aku hanya berteman hujan. Tak kusangka selama ini aku sudah melewati hari-hari yang menurutku sama saja, tidak ada perubahan. Entah dari segi kemampuan maupun perasaan. Tapi dua hari yang lalu, aku merasakan sesuatu yang tak asing bagiku. Sebuah perasaan tiba-tiba muncul begitu saja setelah aku terbangun dari tidurku. Aku hanya mengingat sedikit dari mimpiku malam itu. Bertemu dengan cowo yang begitu baik dan perhatian padaku.
Namun, bagaimana mungkin bisa? Aku bertemu dengannya di dalam mimpi tapi muncul sebuah perasaan di dunia nyata ini?
•••
Aku dan teman sebangku ku langsung memasukkan buku yang berserakan di atas meja setelah guru mapel terakhir mengatakan bahwa kelasku akan belajar di lab komputer.
"Siapa cepat dia dapat? Deal?" ujarku padanya.
Teman sebangku ku hanya mengangguk dan langsung berlari keluar kelas setelah guru mapel keluar. Aku yang kaget langsung mengejarnya hanya mengenakan alas kaki sandal.
"Woii tungguin napa?" teriakku.
Sesampainya di depan lab komputer aku langsung melepas sandalku dan menaruhnya di rak paling bawah sedangkan temanku masih harus melepas sepatunya. Aku pun menjulurkan lidah kearahnya lalu berjalan masuk mencari tempat duduk incaran.
"Eh gue tuker sama lo dong? Gue lagi pengin duduk situ." ujar salah satu teman sekelasku.
Ya. Tempatnya yang berada di pojok ruangan ini dan tepat di dekat jendela ini membuat bangku ini menjadi incaran banyak orang.
"Next time deh gue kasih ke lo." jelasku.
"Oke deh." ujarnya lalu pergi mencari bangku lain.
"Gercep kan gue?" ujarku sombong kepada teman sebangku ku yang kini duduk di sampingku.
"Ah lo ma curang pake sandal."
Aku hanya terkekeh. Tak lama setelah itu guru mapel masuk dan mulai menjelaskan materi.
"Jadi anak-anak kesimpulan dari yang saya jelaskan, aturan sinus merupakan persamaan yang menyatakan hubungan tiga sudut dan tiga sisi yang terdapat pada segitiga sembarang. Tujuan dari penggunaan aturan sinus adalah untuk mengetahui panjang sisi segitiga yang terdapat pada segitiga sembarang. Ada yang ditanyakan?" tanya beliau.
Mayoritas siswa menggelengkan kepalanya, bukan karena paham sih tapi mereka hanya ingin pelajaran cepat selesai. Guru mapel pun hanya mengangguk kembali duduk di mejanya dan melihat jam.
"Karena waktunya masih banyak, kamu tolong ambilkan lcd di ruang TU ya." ujar beliau menunjuk ke arahku.
Sontak membuat siswa kelasku ribut dan terus menawar agar ulangannya tidak diadakan hari ini. Alhasil nihil, guru itu malah diam saja dan tetap menyuruhku mengambil lcd.
"Baik pak."
Aku beranjak dari dudukku lalu berjalan keluar kelas. Mataku melotot ketika sampai di depan kelas aku tidak menemukan sandal yang kupakai tadi. Karena tidak mau berlama-lama, aku pun memakai salah satu sepatu temanku dan langsung berjalan kearah TU.
"Permisi bu, saya dari kelas XI-2 kesini mau meminjam lcd buat mapelnya Pak Budi." ujarku ketika sampai di ruang TU.
"Oh iya nak ambil saja di lemari itu." ujar penjaga TU sambil menunjuk ke arah lemari di pinggir ruangan.
Aku pun langsung menengok ke arah yang ditunjuk.
"Loh sandal gue kenapa lo bawa?" tanyaku kaget mendekati cowo berseragam sama sepertiku berdiri di dekat lemari.
"Oh ini punya lo? Bagus deh. Kalau mau lo ambil bikin surat ada tanda tangan ortu lo." ujar cowo itu tidak menghadap ke arahku.
"Masalah sandal sampe ke ortu?" ujarku dengan nada tinggi sambil memutar badan cowo itu.
"LOHH LO BUKANNYA???" ujarku terkejut.
•••
hai welcome buat kalian yang baca
HAPPY READING YA
❣️❣️❣️
YOU ARE READING
I Come Before U
Teen FictionBagaimana mungkin, aku bertemu dengannya di dalam mimpi tapi sebuah perasaan tumbuh di dunia nyata untuknya?
