pertemuan

1.8K 111 4
                                        


I

Ibu memaksaku untuk menikah dengan sahabat karibnya semasa sekolah, dia berjanji bila dimasa depan dia karunia anak ia akan mempererat persahabatan mereka dengan berbesan akan tetapi yang aku tidak setujui adalah ia menjodohkan aku dengan laki laki.

"Win ibu sebenarnya tidak memaksa mu akan tetapi jika kamu ingin ibu bahagia lakukan lah demi ibu nak" ibu

" ibu hanya ingin yang terbaik untuk mu"lanjut ibu

" Baiklah bu, saya ikut ibu saja"boun

Dengan hati pait ku serahkan semuanya kepada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hati ini banyak tersimpan kecemasan yang akan datang begitu saja dan tidak tau alasan nya.

Aku mulai bertanya kepada gun adik ku
"Cantik gak''boun

"Lumayan 95%"gun

"Tapi laki laki ya" boun

"Kakak nikah sama lalaki itu udah biasa malah jadi tren,banyak kok yang nikah sama laki laki, lagian phi team itu imut gak keliatan dia laki laki oke" gun

Gun berapi api menpromoskan calon istri ku team, gun memang pendukung setia ibu sungguh aku dilema, aku adalah laki laki normal masih menyukai wanita, tetapi kebahagiaan ibu adalah segalanya untuk ku,ayah ku lama telah tiada.

Saat lamaran ku tatap wajah team sekilas, benar kata gun adik ku,dia imut,cantik tapi tetap saja aku lebih menyukai wanita.

Adik ku dan teman tamanku mengakui bahwa team cantik,imut untuk ukuran laki laki, tapi menilaian ku lain.

Dihari hari menjelang pernikahan aku berusaha menanamkan bibit bibit cinta kepada team calon istriku yang tak ku sukai, tapi selalu gagal bibit bibit cinta yang ku tanam berubah menjadi nanaman berduri.

Putus Asa (Winteam)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang