1

233 18 0
                                        

Hallo guys 👋

Maaf ya aku suka nunda-nunda cerita ini, karena banyak hal-hal yang aku pikirkan yang cerita ini ga selesai dan akhirnya aku selesai dengan part 1 ini.

Enjoy reading guys 🤩

Matahari telah memperlihatkan sinarnya ke dalam kamar Dewi membuat Dewi merasa terganggu, tapi Dewi langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, hari ini Dewi tidak ingin melakukan kegiatan apapun.

Sebuah ketukan dari pintu membuat mata Dewi terbuka sedikit.

"Siapa?" tanya Dewi dengan suara serak khas orang bangun tidur

"Ini gue" ujar Salsa sahabat Dewi dari balik pintu.

"Kenapa?" tanya Dewi yang masih enggan beranjak dari tempat tidur.

Dewi mendengar suara pintu terbuka, dia kembali memejamkan matanya.

"Salsa, Dewi mengantuk jangan ganggu Dewi" ujar Dewi sambil memakai selimutnya sampai ke kepala.

"Bangun wi, lo lupa kita kan harus liat kak Rendi konser" ujar Salsa.

Mendengar itu Dewi bangun dari tidurnya dan menatap Salsa lesu.

"Argh Salsa, Dewi tidak perduli" ujar Dewi sambil tidur kembali.

"Bangun atau gue siram?" ancam Salsa sambil memegang tangan Dewi mencoba untuk menariknya.

Dewi tidak takut dengan ancaman Salsa karena Salsa hanya bisa mengatakan tanpa melakukannya.

"Dewi kasur itu perangkap supaya lo bisa bermalas-malasan" ujar Salsa.

"Tapi Dewi suka perangkap ini Sal" ujar Dewi yang masih tak ingin bangkit dari kasur.

"Gue telepon kak Rendi ya lo!" ancam Salsa dan sepertinya kali ini Salsa akan menelepon Rendi.

"Argh Salsa menyebalkan!" ujar Dewi kesal sambil berdiri dari kasurnya.

"Hahaha, kalau ngomongin kak Rendi aja, langsung gercep lu" ujar Salsa.

Dewi memasuki kamar mandi dengan kesal, Dewi tidak bisa apa-apa saat Salsa sudah membicarakan Rendi.

"Mandinya jangan lama-lama" ujar Salsa dari luar.

"Ya" jawab Dewi kesal.

15 menit telah berlalu, Dewi keluar dari kamar mandi sambil menggunakannya kimononya, setelah itu Dewi mengambil bajunya yang ada di lemari dan mengganti pakaiannya di fitting room.

Dewi keluar dari fitting room dengan memakai kaus hitam dan celana jeans biru.

"Udah siap?" tanya Salsa.

"Tunggu, Dewi pakai kaus kaki terlebih dahulu" ujar Dewi sambil mengambil kaus kaki dan memakainya.

Dewi sudah memakai kaus kakinya dan dia berjalan terlebih dahulu meninggalkan Salsa.

Di atas meja makan sudah ada makanan yang tersedia dan mamah Dewi sepertinya tidak ada.

"Mamah, mana Sal?" tanya Dewi kepada Salsa yang baru tiba.

"Tante tadi bilang ke gue mau ke supermarket sama om" ujar Salsa.

"Oh, Salsa sudah makan belum?" tanya Dewi dan dia duduk di kursi meja makan.

"Udah udah, gausah sok-sokan mau nawarin deh" ujar Salsa sambil ikut duduk di samping Dewi.

"Hahaha, padahal Dewi mau menyuruh Salsa beli makanan" ujar Dewi.

"Hahaha, dasar lo!" ujar Salsa ikut tertawa.

Salsa duduk di kursi samping Dewi sambil mengambil satu roti bakar yang sudah di beri selai.

Dewa & Dewi 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang