Suatu desa terpencil yang jarang disentuh oleh pemerintah baik secara infastruktur maupun pendidikan bagi warga setempat. Bagi warga setempat juga di maklumkan karena memang desa tersebut mempunyai jalan akses yang sangat berbahaya dan dipenuhi hutan-hutan yang rimba, bahkan pernah dapat bantuan di datangkan kedesa tersebut.
Namun ketika sedang dalam perjalanan melalui hutan-hutan yang hampir sampai ke desa tersebut, truck pengangkut barang bantuan terjungkil terbalik yang menewasakan supirnya. Menurut keterangan polisi, bahwa kejadian tersebut disebabkan karena karena truck dalam keadaan sedang ngebut dan ban truck tersebut pecah di bagian depan sehingga membuat truck tersebut terjungkil terbalik.
Di dalam desa tersebut banyak warga sekitar melakukan kegiatan bertani dan bercocok tanam untuk mengais rezeki. Tinggalah sepasang suami istri yang di kucilkan oleh warga sekitar di karenakan tidak mau mengikuti tradisi yang menurut dia sangat mengerikan yaitu, menjadikan budak bagi penunggu desa tersebut, menjadikan tumbal bagi salah satu warga yang lemah dan menjadikan santapan bagi bayi yang baru lahir di malam hari.
" Pah, gimana ini hasil sawah kita belum cukup bahkan anak mu sepertinya ingin cepat keluar untuk melihat bapaknya yang pemberani," ucap Bu Lasri.
" iya sabar mah mungkin 2 minggu kedepan hasil sawah kita akan panen, untuk anak ku sabar ya bapak sama mamah kamu sedang berjuang disini agar kamu bisa hidup bahagia," Jawab Pak Wandi.
" semoga anak kita bisa hidup dengan bahagia ya, pah."
" aamiin"
Tok..tok..tokkk..
"Permisi Pak Wandi.." panggil Pak Deni sambil mengetuk pintu.
" ohh.. Pak Deni ada apa ya? Silahkan masuk," jawab Pak Wandi.
" katanya bu lasri mau lahiran ya?" tanya pak Deni
" iya ni pak, doain aja ya semoga persalinanya lancar"
" saya cuman mengingatkan di usahakan bu Lasri tidak melahirkan di malam hari"
Bu Lasri terkejut, " memangnya kenapa pak?"
"yang ibu sudah ketahuri desa ini mempunyai tradisi kalau jika ada bayi di lahirkan akan di ambil atau jadi santapan bagi penunggu desa ini," Kata pak Deni,
" baik pak Deni terimakasih informasinya, mohon maaf sebesar-besarnya untuk persilahkan pulang soalnya istri saya membutuhkan banyak waktu untuk istirahat."
" baik kalau begitu saya hanya mengingatkan saja sebagai tetangga yang baik."
Bu Lasri menangis ketakutan dan kepikiran tentang omongan pak Deni ucapkan tadi.
" hiikks...hiksss gimana pah, kalau omongan tadi benar?" tanya bu Lasri sambil menangis.
" tidak usah dipikirkan, kita berdoa saja yang terbaik," jawab pak Wandi sambil menenangkan istrinya.
Suatu malam hari hujan deras penuh dengan suara gemuruh dan sambaran kilat. Pak Wandi keluar desa untuk mencari obat nyeri untuk istrinya, sedangkan istrinya ditinggalkan bersama salah satu dukun beranak yang ada di desa.
" Bu wati, apa ibu tau sekarang suami saya dimana?" tanya bu Lasri dengan penuh rasa nyeri di perut.
" maaf bu saya tidak tahu, apakah ibu bisa tahan rasa nyeri perut ibu?"
"aaaaaaa.... sakit banget bu perut saya apa ini sudah waktunya saya lahiran?"
"Ibu lasri mungkin sudah waktunya ibu lahirkan, soalnya ketubannya sudah pecah bu kasihan anak ibu jika ditunda"
"tidak ibu, saya tunggu suami saya terlebih dahulu saya takut akan terjadi pada anak saya bu nanti"
" tidak usah khawatir bu saya akan menjaga rahasia ini"
Setelah selesai persalinan, ibu Lasri melahirkan seorang anak laki-lak dan hujan pun sudah mereda. Sehingga warga banyak yang berdatangan ke rumah bu Lasri, karena warga mengetahui kelahiran bu Lasri.
"Permisi Pak Wandi, Bu Lasri tolong keluar. Kami sudah mengetahui kalau ibu lasri sudah melahirkan. Tolong buka pintunya!!" kata salah satu warga sambil marah.
" langsug dobrak saja pak kelamaan, nanti takutnya kita yang akan kena imbasnya"
"Bu wati, tolong bawa kabur anak saya berikan saja ke bapaknya dan jangan samapai ketahuan," ucap bu Lasri sambil menangis.
" lalu bagaimana jika ibu di tinggalkan?"
" sudah tidak usah pikirkan saya, tolong bawa lari anak saya jangan sampai tertangkap oleh warga"
"baik bu kalau begitu saya akan menjaga anak ibu dengan baik," jawab bu Wati.
Brukkk.....
" Bu wati , Pak Wandi kemana kalian? Jangan samai kabur kalian,"
" wah disini ternyata, dimana anak kamu bu lasri"
Bu Lasri hanya bisa terdiam.
" Jawab dimana anak kalian, saya tidak mau nanti saya kena imbas karena ulah ibu. Tolong beri tahu dimana!!"
"Bawa bu Lasri ke mulut Goa agar dia menerima pertanggungjawabannya," usul salah satu Warga.
Ketika dalam perjalanan keluar desa, Bu wati membawa anak dari bu Lasri dan Pak wandi sambil ketakutan karen ia takut ketahuan oleh para warga. Ketika hampir keluar desa bu wati melihat orang dari kejauhan sehingga bu Wati tambah takut ketika melihat orang dan bu Wati ngumpet di belakang batu besar agar tidak terlihat oleh orang yang sedang menuju ke desa. Ketika orang terebut semakin dekat bu wati teriak, " tolong jangan bawa bayi ini, dia baru lahir dan dia pantas hidup."
Orang tersebut memegang pundak bu Wati yang sedang duduk di belakang batu dan ternyata......
ESTÁS LEYENDO
DESA 2 ALAM
Misterio / Suspenso~Bumi, yang kita ketahui hanyalah sebuah planet dengan diisi makhluk-makhluknya. Namun, banyak misteri yang belum terjawab oleh para ilmuwan. Baik di dasar laut, di atas langit, bahkan tepat di bawah tanah yang selalu kita pijaki. Saat itu sebuah a...
