Pertama

7 0 0
                                        

Ting tong ting tong  (anggap saja seperti suara bel rumah, hehe)

Sang pemilik rumah pun bergerak menuju pintu untuk melihat siapa yang datang bertamu malam malam seperti ini.

"Oh hai sayang" ujar seorang wanita yang membukakan pintu sambil tersenyum manis, bahkan sangat manis sekali

"Hai juga sayang, ini aku bawakan makanan untukmu" kata sang pria yang sembari menyodorkan sekotak pizza yang sudah ia pesan dijalan tadi

"Oh terimakasih baby, kau sangat perhatian sekali kepadaku, mari kita masuk didalam sedang tidak ada siapa siapa dan aku sendiri dirumah eh tapi ada maid maid juga si jadi gak jadi sendiri hehehe" kata lysia dengan polosnya yang membuat sang kekasih gemas dibuatnya

"Benarkah kau sendiri? Ah untung saja aku kemari baby jadi kau tidak sendiri sekarang sayang, akupun sangat merindukan kekasihku yang sangat menggemaskan ini" ujarnya sambil merangkul pinggang kekasih seolah olah itu miliknya

Skipp ditaman belakang

Sedang terlihat sepasang kekasih yang sedang bersenda gurau digazebo taman sembari memakan pizza yang Rai bawakan

"Sayang, apakah kita bisa bersama untuk selamanya?" tanya lysia sembari menatap kebawah dengan mata yang sudah berkaca kaca yang tandanya ia akan segara menangis

"Amor lihat mataku, kita pasti akan bersama sayang untuk kedepannya dan selamanya" jawab Rai dengan kedua tangannya digunakan untuk menangkup wajah sang kekasih yang hendak menangis

"Tapi.... Kau taukan ada tembok penghalang yang membatasi kita sayang" katanya dengan air mata yang sudah mengalir tanpa diminta

Dan sang kekasih pun langsung memeluknya dan mengecup singkat kening sang pujaan hatinya itu sembari berkata "sayang percayalah kepadaku kita akan bersama, bahkan aku rela meninggalkan agamaku demi dirimu"

"Jangan aku tidak mau mengambilmu dari tuhanmu" jawab lysia dengan suara yang terisak

Dan Rai pun semakin mengeratkan pelukannya, hingga ia merasakan nafas yang teratur dari kekasihnya itu, dan segara ia gendong menuju kamar Lysia
Saat ia hendak menuju kamar sang kekasih, Rai pun bertemu dengan abang dari kekasihnya itu

"Hai Rai, lysia lagi tidur ya terus itu kenapa ada jejak air mata, apakah dia tadi menangis?" tanyanya sambil menatap tajam manik mata pacar adiknya itu

"Ah iya bang adikmu tadi menangis, maafkan aku maaf aku belum bisa membuatnya bahagia untuk sepenuhnya"jawabnya dengan nada lesu

"Yasudah letakkan dia dikamarnya kemudian temui aku diruang tamu aku ingin berbicara sesuatu kepadamu" ujar bang Aan setelah itu dia pergi menuju arah dapur

Akhirnya Rai pun meletakkan sang kekasih diatas ranjang kesayangannya itu dan mengecup keningnya lama. Dan kemudian ia menarik selimut agar menutupi tubuh sang kekasih lalu ia pun pergi menuju ruang tamu.

Skipp ruang tamu

"Gimana lysia udah aman?"tanya seseorang yang sudah menyuruhnya untuk menemuinya diruang tamu

"Sudah bang" jawabnya

"Rai, Gimana hubungan kamu sama adik abang? Apakah kalian sudah memiliki rencana untuk kedepannya? Ya meskipun masa depan kalian masih panjang tapi setidaknya perjelaslah hubunganmu dengan adik abang apalagi kalian mempunyai problem yang sangat besar dan mungkin itu memengaruhi hubungan kalian untuk kedepannya"kata sang abang dengan panjang dan lebarnya, ya meskipun Laan dikenal dingin untuk sekitarnya tapi berbeda jika sudah bertemu keluarga dan kekasih sayang adik itu

"Bang...

Ah kira kira apa ya jawaban dari seorang Rai untuk pertanyaan dari abang sang kekasih itu. Penasaran gak? Heheh
Yuk tunggu untuk part selanjutnya
Semoga suka dipart ini dan maaf kalau ada salah kata
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya

LYRAIWhere stories live. Discover now