0.PROLOG
[JANGAN LUPA VOTE DAN COMENT, ITU BIKIN AKU TAMBAH SEMANGAT BUAT LANJUT CERITANYA. MAKASI❤]
HAPPY READING!
🐯🐯🐯🐯
"Neng! Cepetan masuk, mau saya kunci."
Gadis itu tersentak kaget mendengar suara lelaki yang tak jauh dari tempatnya berdiri, ia mendongok menatap pak supri, satpam sekolahnya yang kini tengah berkacak pinggang dihadapannya.
Violeta equita, gadis itu menatap jam yang melingkar dipergelangan tangannya dengan santai. Namun beberapa saat, matanya membulat. Sialan! Ia terlambat, pantas saja tidak ada satupun murid yang terlihat. Mereka pasti sudah memulai pelajaran pertama. Ini semua karna Galen yang meninggalkannya, padahal menunggu sebentar apa susahnya, sih?!
"Neng! Cepetan lari, nanti kena hukum pak gendut baru tau rasa!"Pak supri kembali bersuara.
"Iya bapak ganteng, sabar dikit napa."Violet berlari memasuki sekolah dengan perasaan campur aduk, alamak! Hari ini pelajaran bu menor! Habis sudah dia, berdiri di tengah lapangan dan membersihkan WC yang tempatnya ada dibelakang sekolah, usut punya usut, WC itu terkenal angker. Katanya ada penjaganya, tapi sampai sekarang tidak ada yang bisa membuktikannya.
Violet sedikit mengintip dari celah jendela kelasnya, samar samar ia mendengar suara teman temannya yang terdengar ribut didalam kelas. Berarti Bu Menor tidak masuk hari ini! Ah ternyata, dewi neptunus sedang berpihak padanya.
"Woi! Sialan ya lo Galen! Ninggalin gitu aja, apa susahnya sih nunggu Vio mandi bentaran doang. Tinggal duduk anteng juga,"Violet membuka pintu dengan kencang hingga teman temannya yang sibuk berkumpul membuat lingkaran menoleh kearahnya, mereka menatap Violet dengan tajam yang dibalas cengiran oleh Violet.
"Lo kalo masuk ngucap salam kek! Kaget tau gak? Kirain bu menor yang dateng."Ucap Thalita sambil mengoleskan Liptint ke bibirnya, padahal dilihat lihat bibirnya sudah merah. Memang dasarnya saja Thalita yang tidak pernah merasa cukup.
"Jangan deh, nanti lo panas."Balas Violet, lalu gadis itu berjalan menuju bangkunya dan mendudukan bokongnya di kursi.
"Lo lama banget! Udah tau pelajaran pertama Bu Menor, lo ngapain aja didalem kamar mandi? Sembayam lo?!"Tanya Galen, cowok itu tetangga Violet. Gadis itu seringkali meminta tumpangan, benar benar menyusahkan.
"Zeon! Lo apain Liptint gue sampe abis gini?"Thalita, gadis yang sangat tergila gila dengan Make Up itu, terlihat sedang berkacak pinggang sambil menatap Zeon marah.
"Omg! Lo nyalahin gue? Tanya noh si Anya yang terakhir make. Sekate kate lo sama gue, sakit hati gue dituduh gini."Balas Zeon, cowok yang sedang menuliskan surat cintanya itu terlihat tidak terima saat dituduh Thalita begitu saja.
"Kok gue sih? Yang pake terakhir bukan gue!"Anya membela diri.
"Ck, berantem aja terus lo semua! Cepetan bagian siapa sekarang?"Mungkin hanya Venus satu satunya yang paling waras didalam kelas, semua teman temannya sudah gila.
"Bagian Violet lah, dia yang dateng paling terakhir."
"Lho, kok gue? Ini lagi pada ngapain sih?"Tanya Violet sambil mengernyitkan dahinya bingung, ia menatap Venus, teman sebangkunya untuk meminta penjelasan.
"Kita lagi main truth or dare, karena lo dateng paling akhir, jadi sekarang giliran lo."Ucap Venus menjelaskan.
"Ih apaan! Vio gak ikutan ah."
"Gak bisa, pokonya harus ikutan. Cepetan pilih, truth or dare?"
"Dare deh."Jawab Violet sambil mendesah pelan, teman temannya tersenyum miring. Sejak awal firasatnya mengatakan akan ada hal buruk yang terjadi, mungkin ini saatnya. Ah, teman temannya pasti akan menjahilinya, Violet bisa menebaknya.
"Dare nya lo harus cari motor yang keliatan mahal disekitar sekolah kita, terserah deh mau nyari ditaman, atau diparkiran. Intinya setelah lo dapet, lo harus bikin ban motor itu kempes."Ucap Zeon sambil tersenyum miring.
"Gak ah, dosa."
"Gak bisa nolak ya, Vio. Wajib! Salah sendiri pilih Dare."Celetuk Anya.
"Oke, oke!"
"Lo bebas pilih motor mahal manapun, diantara banyaknya motor mahal disekolah kita, jangan sampe lo pilih motor milik geng Xluenz. Motor mereka biasa ada di parkiran deket pak satpam, dan gue ingetin untuk yang kedua kalinya, jangan lo sentuh motor mereka. Karna itu bakalan jadi mala petaka buat lo."Ucap Thalita histeris.
"Ya! Apalagi motor punya si ketua, kalo lo sentuh motor dia, habis udah! Siap siap aja, kita nemuin jasad lo, cuman sisa tulang tulangnya aja."Balas Anya.
"Ih itu mulut lemes amat! Oke, Vio pastiin bukan motor mereka yang Vio kempesin."
🐯🐯🐯🐯
ESTÁS LEYENDO
JAGUAR
Romance[ FOLLOW DULU SEBELUM BACA ] Berawal dari ketidak sengajaan yang berakhir menjadi mala petaka, hidup seorang Violeta equita yang semula tenang dan damai harus berubah karna seorang Leo jaguar lexorine. Sang penguasa SMA melorine. Karna seiring berj...
