00

20 6 0
                                        

Happy reading, Dear 💕
                    
                         ..................

Ini kisah tentang Aliana Gisel dan Gibran Pratama. Lebih tepatnya kisah asmara diantara keduanya.

Hari ini Gibran kembali ke Indonesia setelah 3 tahun lamanya melanjutkan SMP di luar negri. 3 tahun bukan waktu yang singkat, namun gibran masih di titik yang sama, sampai saat ini pelabuhan hatinya belum berpindah.

"Aliana!"

Panggil Gibran berteriak.
Aliana gadis itu tengah duduk di ayunan, tersenyum kecil melihat kekasihnya. Aliana memakai jubah putih di bawah lutut dan rambut hitam sepinggang nya ia biarkan tergerai. Dari pada seorang gadis cantik Aliana lebih mirip kuntilanak yang suka bergelantungan di pohon beringin.

"Aliana... Aku rindu," Rengek Gibran.
Gibran heran kenapa Aliana nya terlihat pucat, ada lingkaran hitam tidak pekat di matanya, seperti zombie.

Apa ini Gibran? Tadi kuntilanak sekarang zombie~batin Gibran.

"Kok minta ketemu disini sih? Sudah hampir tengah malam," heran Gibran.

"Kamu nggak suka ketemu aku Bran?" Tanya Aliana.

"Aku antar pulang Al."

Aliana mengangguk perlahan, Gibran menyadari satu hal, Aliananya terlihat berbeda. Aliana adalah gadis yang ceria, ia suka tertawa meskipun yang di tertawa kan tidak begitu lucu. Sekarang, bahkan Gibran baru sekali melihat senyum Aliana, itupun sepertinya dipaksakan.

Tidak terasa mereka sudah sampai depan gerbang rumah Aliana.

"Masuk gih Al," suruh Gibran.

"Aku masuk kalo Gibran udah pulang."

"Maaf ya Al aku nggak mampir dulu nemuin bunda mu."

"Nggak apa Bran, bunda pasti mengerti."  Itu lebih baik Bran dari pada kamu kedalam dan mengetahui semuanya, aku belum siap kehilangan kamu ~ batin Aliana.

Untuk sepersekian detik mereka terpaku dalam tatapan satu sama lain, saling mengembangkan senyum hangatnya. Gibran merindukan senyum tulus Aliana begitupun sebaliknya.

" Sampai besok Aliana." Ujar nya seraya melakukan gerakan flyingkiss.

"Gibran jangan cari aku, biar aku sendiri yang nemuin kamu, ok." Aliana menyatukan jari telunjuk serta jempol membentuk 'OK'.

Gibran mengernyit heran, kenapa Gibran tidak boleh mencarinya?

Memang 3 bulan terakhir mereka lose contact Gibran tidak tahu sebab pastinya, mengapa nomor ponsel Aliana tidak dapat di hubungi. Namun tadi Aliana menghubungi nya menggunakan nomor ponsel berbeda, jadi Gibran menyimpulkan mungkin saja kartunya kehabisan masa aktif atau ponsel nya rusak.

~~~~~~

Maaf kalo ada typo.

Beautiful GhostWhere stories live. Discover now