1

3 2 0
                                        

Enjoy!!!

BRAKKK!!!

"akhh!"

"DIAM SIALAN! KARNA KAU DIA MENINGGALKANKU! BRENGSEK!" teriak seorang lelaki setelah mendorong istrinya dengan kasar ke kamar

"hiks! Maaf jim-"

"DIAM! KUBILANG DIAM! "

Wanita yang sedari tadi terduduk di lantai hanya mampu menunduk dan menahan tangisannya karena takut pada pria yang berdiri dengan angkuh di depannya

Lalu setelah itu dia berjalan ke arah wanita tersebut dan berjongkok dan menarik rambutnya agar ia bisa menatapnya.

"jangan harap kau bisa bahagia hidup bersamaku" walaupun jimin mengatakannya dengan suara yang pelan tapi itu cukup membuat wanita tersebut takut

"mian hiks mianhe jim-"

PLAKKK!!!

Jimin menamparnya dengan keras, bahkan ada darah di sudut bibir hana

"kubilang apa tadi? KUBILANG DIAM!!" bentaknya sambi menarik rambut hana lebih keras

"tenang saja,, kupikir kau akan terbiasa dengan itu...sudah kubilang, jangan berharap kau bahagia saat bersamaku disini"

Setelah mengatakan itu jimin langsung berdiri dan melenggang pergi dari hadapan hana, yang terkapar lemah di lantai kamar yang sebenarnya menjadi tempat sakral mereka saat itu.

-------

Setiap hari Hana lewati dengan bentakan dari jimin, dan apa yang jimin katakan benar, Hana sudah terbiasa dengan apa yang jimin lakukan padanya.

Walaupun Jimin selalu membentaknya, tapi dia tetap sabar, Hana selalu mengerjakan pekerjaan rumah layaknya seorang istri, bahkan memasak untuk jimin, menyiapkan baju kantor untuk jimin, menyambut jimin saat pulang kerja, yaa walaupun jimin selalu mendorongnya sampai dia terjatuh, tapi hana tetap melayani jimin, karena jimin suaminya, dan dia mencintainya

Cinta?

Yaa... hana sudah lama jatuh cinta pada pria yang bernama Park Jimin tersebut, bahkan saat mereka masih di bangku sekolah, Hana sering melihat jimin, meihat jimin menari, melihat jimin bermain bola.

Tapi sayangnya Hana tidak berani mengungkapkan perasaannya, heii ayolah Hana itu perempuan tentu saja ego nya tinggi.

Tidak mungkin dia menyatakan perasaannya pada jimin, yang tentu saja tidak mengenalnya, apalagi jimin yang merupakan seniornya di sekolah dan primadona sekolah.

Tidak tentu saja Hana tidak mau.

Tapi siapa sangka, saat lulus sekolah Hana dijodohkan dengan Park Jimin, tentu saja dia senang, bahkan sangat senang, apalagi saat mendengar jimin yang menerima perjodohannya, dia bahkan tidak tidur karena terus memikirkan wajah jimin yang akan dia lihat tiap hari, terus membayangkan hari-hari yang akan dia lewati dengan bahagia bersama jimin, karena hana tahu jimin itu seperti apa.

Jimin adalah orang yang baik, bahkan sangat baik, saat di sekolah jimin selalu tersenyum, baik pada semua orang, bahkan jimin pernah menolongnya yang saat itu dibully oleh kaka kelasnya.

Tapi ternyata, semua itu berubah saat mereka bertemu, jimin tidak pernah tersenyum, bahkan jimin menatapnya dengan tajam saat pertama kali mereka bertemu.

Saat itu Hana berpikir positif, dia berpikir jika mungkin moodnya jimin lagi rusak saat itu.

Dan akhirnya, semua angan-angan yang Hana inginkan, hanya sebuah imajinasinya, jimin membencinya, karena perjodohan ini, jimin membencinya, jimin selalu membentaknya, bahkan badan Hana full dengan bekas-bekas pukulan dari jimin itu karena jimin yang hampir selalu memukul atu menyiksa Hana.

Tapi tenang saja, Hana sudah terbiasa menahannya, karena dia mencintai jimin.

TBC!!!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 22, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Y.O.UWhere stories live. Discover now