Awal Jumpa
D
inda yang baru saja selesai sholat dzuhur tiba-tiba di ajak bicara oleh rekan kerjanya di resto tempat ia bekerja.
"Ndah, tau gak lu hari ini temen gue ada yang mau ngelamar kerja di hotel sebelah"
"Ya bagus dong jadi nambah temen lagi" sahut dinda yang terdengar sedikit malas menanggapi rekannya itu.
"Yeuhh ntar aja lu liat temen gue yakin deh lu bakal suka ama dia, soalnya orangnya cakep, bersih rajin sholat juga" sahut arman yang tidak mau kalah.
"Yowes lah aku mau makan dulu bye" dinda pergi begitu saja tanpa rasa penasaran.
Sepanjang hari dinda melakukan pekerjaannya seperti biasa. hingga pada saat ia keluar dari mushollah setelah melaksanakan sholat magrib.
dinda pun tertegun melihat seorang pria yang tengah berbincang di salah satu meja dengan pemilik restoran sekaligus pemilik hotel tempatnya bekerja,
Agung yang saat itu mengenakan kemeja abu-abu dan celana hitam kain dan sepertinya ia baru saja menyelesaikan sholat magrib sebelum ia datang ke restoran.
setelah tertegun cukup lama akhirnya dinda berdehem untuk menetralkan detak jantungnya,
barulah setelah agung pergi dari tempat tersebut dinda mendekati arman yang duduk di kasiran.
"Kak itu tadi temen yang lu bilang ye ?
"Iya kenapa emangnya, nahkan kepo juga lu.
"Masyaa Allah. Gue di bikin jantungan ama dia kayaknya gue jatuh cinta pada pandangan pertama deh hahaa"
"Lu mah dikit-dikit liat cogan langsung suka, ampun dahh btw nama temen gue itu Agung"
"Namanya bagus kayak orangnya. Hehehe.
lanjut dinda di selingi tawa renyah.
Setelah melihat agung tadi dinda jadi sering senyum sendiri dan tanpa sadar dirinya di perhatikan oleh rekan kerjanya.
Hingga restoran tutup dinda masih memikirkan pertemuan nya dengan agung, hingga ia tak sabar menanti esok hari ketika agung telah masuk bekerja sebagai staf hotel.
Ke esokan harinya dinda yang saat itu akan beristirahat pada pukul 4 sore di salah satu mess yang di sediakan perusahaan yang berada di atap hotel, dinda berjalan melewati resepsionis kembali tertegun melihat agung yang telah bekerja dinda berusaha agar tidak terlihat gugup dan mencoba curi-curi pandang hingga ia disapa oleh wiwi sahabatnya selama ia bekerja di restoran hanya saja wiwi adalah pegawai di hotel,
"Ndahh ngapain kamu berdiri disitu sini kenalan sama karyawan baru disini"
Dinda pun mendekat dan menyapa agung yang telah berdiri di sisi wiwi,
"Hai, namaku Dinda pegawai restoran sebelah" sahut dinda yang ragu untuk mengulurkan tangannya takut di tolak mentah-mentah.
"Iya hai namaku Agung, salam kenal yah semoga kita bisa bekerja sama dengan baik sahut agung menimpali sambil tersenyum,
Habis sudah dinda melebur karena melihat agung tersenyum di depannya.
"Ehh iyaa kalo gitu aku mau istirahat dulu ya, wi' aku ke atas dulu ya dah agung Wiwi selamat bekerja ..
Gimana kawan-kawan kuh apakah aku harus meneruskan cerita ini atau menghapus nya saja 😌 jujur aku hanya penulis amatir daj hanya iseng berbagi pengalaman ku yang selama ini ku simpan sendiri ...
Selamat membaca ☺️
YOU ARE READING
hijrah membawa ku bertemu dengan mu
Teen FictionArumi, yap gadis yang kini berusia 18 tersebut bekerja di sebuah restoran kecil di tengah kota, setiap hari ia menjalani kehidupannya sebagai waiters yang hanya menunggu tanggal gajian tiba, sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang pria yang...
