Nama ku adalah Matahari Senja yang biasa di panggil Ari, sebuah nama yang diberikan orang tuaku tanpa perundingan sebelumnya.
Saat itu aku masih berstatus mahasiswa di sebuah universitas yang cukup ternama di kota ku, aku tercatat sebagai mahasiswa jurusan manajemen bisnis.
Keasyikan dalam berwirausaha membuatku memutuskan untuk menunda program "Kuliah Kerja Nyata" dan "Magang" yang di kampusku program-program itu bukanlah persyaratan untuk menulis skripsi, melainkan hanya persyaratan wisuda.
Aku memutuskan untuk melakukan kedua program itu ditahun berikutnya, dimana usahaku sudah memiliki 'orang kepercayaan' untuk meng handle tugas-tugasku dan beban skripsi juga sudah tuntas, sehingga aku bisa berkonsentrasi kepada KKN dan magang selama 1 semester.
Format kkn di kampus ku di selenggarakan berkelompok, terdiri dari 21 orang yang dibagi di beberapa desa dalam satu kecamatan, dalam kelompok itu ada 1 orang yang memegang jabatan sebagai koordinator desa dan beberapa perangkat, mereka semua di koordinir oleh 1 orang koordinator kecamatan dan di monitoring oleh 1 orang dosen.
Untuk pemilihan koordinator desa beserta perangkat dan koordinator kecamatan dipilih secara demokrasi oleh anggota kelompok saat acara pembekalan bersama dosen monitoring di masing-masing kecamatan.
Waktu yang diberikan oleh pihak kampus untuk melaksanakan kegiatan kkn adalah 3 bulan dan tempat pelaksanaannya di luar kota. Untuk pemilihan tempat dan kelompok ada dua cara yaitu di tetapkan oleh kampus dan mahasiswa bisa memilih sendiri lokasi dan kelompok.
Aku yang waktu itu tidak mau ribet menyerahkan segalanya kepada pihak kampus, lagian aku sudah semester 9 dan seluruh teman-teman satu angkatan di jurusan yang sama sudah selesai kkn semua.
Tibalah hari pengumuman kelompok dan lokasi yang di umumkan secara tertulis dan di tempel di papan informasi, aku mendatangi papan informasi dan mulai mencari nama ku. Ternyata aku di letakkan di desa yang berjarak cukup jauh dari kota asalku dan tergabung bersama 20 orang lainnya.
Dari 20 nama itu kutemukan satu nama yang ku kenal, nama itu adalah nama seorang junior di jurusan ku yang juga tergabung dalam organisasi yang sama, sedikit lega aku mengetahui hal itu. Aku kemudian menghubunginya dan menanyakan perihal kkn.
Mereka ternyata telah membuat sebuah grup chatting di "Blackberry Messenger" sebuah platform chatting yang sangat populer di masa itu. Di dalam grup tersebut kami sepakat untuk mengadakan pertemuan menjelang acara pembekalan untuk sekedar mengakrabkan diri.
************
Aku datang lebih awal hari itu, dimana hari itu adalah hari yang di sepakati buat berkumpul, aku menunggu sambil menikmati hisapan rokok sampoerna ku. Satu batang, dua batang dan tiga batang habis tapi tidak satupun yang memberitahu bahwa sudah ada yang datang selain aku.
"Brengsek, pada ngaret semua mereka" geram ku.
Aku kemudian mengeluarkan hp ku dari saku celana untuk mengirim chat di dalam grup itu, baru saja aplikasi bbm di buka aku mendengar sebuah suara menyapa ku dari belakang.
"Maaf kak Ari ya?"
Aku pun menoleh ke belakang untuk melihat kesumber suara, di belakang ku berdiri seorang perempuan cantik dengan rambut ekor kuda menatap ku dan tersenyum manis.
"Iya saya, siapa ya?"
"Saya Clara kak, temen satu kelompok kkn"
"Oh kak Clara, yang lain kemana kak?"
"Maaf ya kak yang lain sedikit telat kemungkinan"
"Oh oke"
Kami pun duduk di kursi yang di bawah pohon yang memang tumbuh di sekeliling auditorium kampusku, sambil menunggu kamipun ngobrol untuk menghilangkan kecanggungan yang hadir sesaat.
"Kak Ari mahasiswa teladan ya ontime banget"
"Ah engga, cuma ga ada kerjaan aja di kos"
"Kak Ari ngekos?"
"Iya, karna rumah lumayan jauh dari kampus dan aku males aja bolak balik"
"Ooh gitu"
"Iya, eh btw insting kakak hebat juga ya bisa langsung nanya aku Ari apa bukan"
"Hehe engga kok kak, kemaren kan kita sepakat buat kumpul di sini, dan kakak juga kasih dress code"
Aku berusaha mengingat-ingat percakapan di grup kemarin dan aku menemukan percakapan itu dalam memori otakku, aku memang menuliskan wajib memakai almamater dan kaos putih sebagai dress code.
"Ah iya ya, sori suka lupa hehehe"
"Eh kakak semester berapa?"
"Semester 9 kak"
"Kalo gitu jangan panggil aku kakak dong kak"
"Kenapa?"
"Aku kan masih semester 7" jelas Clara.
"Oh oke kalo gitu"
Tak lama kemudian nama-nama yang tertulis di daftar kelompok muncul satu persatu.
**************
YOU ARE READING
KKN (Dan) Dia Yang Tak Terlihat
HorrorMenceritakan sekelompok mahasiswa yang sedang berkkn di sebuah desa. Didesa tersebut selain mengerjakan program yang telah di rancang mereka juga membaur bersama masyarakat di sana. Percintaan, pertemanan, dan mistis mewarnai kehidupan mereka di des...
