"Because I Love You."
Satu kalimat itu secara drastis mengubah hari-hari Kyna. Kehilangan besar yang menimpanya sedikit mereda dengan hadirnya Jei Hope yang berstatus sebagai suaminya kini. Sikap lembut, perhatian yang manis dan cara Jei memandangny...
SEBENRNYA INI STORY YANG UDAH PERNAH AKU PUBLISH TAPI KEMARIN AKU SEMPAT STUCK SAMA ALURNYA SO AKU UNPUBLISH. KALIAN PASTI UDAH PERNAH BACA JUGA YA?
AKU NGERASAIN SIHH ALUR YANG KEMARIN AKU CIPTAIN TERLALU DARK AND DEEP, AKU JUGA JADI NGGAK NYAMAN NULISNYA.
KARENA AKU SEJUJURNYA SUKA SAMA PREMIS CERITA INI DAN AKU SUKA JEIHOPE.WKWK JADI AKU PUTUSIN UNTUK MEREVISI ALURNYA SEDIKIT SUPAYA LEBIH ENJOY AJA BACANYA.
RATE NYA TETEP MATURE YAA SAMA KAYAK DULU.HEHE
TAU KAN SYARAT BACA CERITAKU APA?
YUP! HARUS UDAH PUNYA KATEPE.WKWK
YUK DIBACA GENGS. ENJOOOYYY!!
Oh iya karena aku ngefeel banget sama lagu Fix You dan menurutku relate banget sama story ini jadi aku bkin FMV versi JHOPE nya lohh. Ditonton yaa di yutub channel akuu
.
.
Autumn. Quebec. Dini Hari.
Aku merasakan tangan hangatnya melingkari perutku bersamaan dengan bibirnya mengecup daun telingaku lembut. Mataku masih terpejam meski kesadaranku utuh. Aku hanya tidak ingin memulai interaksi apapun dengannya. Aku hanya akan tidur dan diam-diam pergi nanti saat ada sela untuk pergi tanpa dia ketahui.
Apa yang terjadi di antara kami berdua beberapa saat lalu sepenuhnya salahku. Aku tidak seharusnya datang. Aku tidak seharusnya diam saja saat bibirnya menciumku. Aku tidak seharusnya menerima setiap sentuhan yang dia beri padaku. Terlebih aku tidak seharusnya masih mempedulikan dia.
Semua tentangnya sudah aku akhiri, tapi aku malah membuat runyam segalanya hanya dalam satu malam.
"Jangan pergi lagi, Na. I'm dying without you..." ujarnya tercekat dan semakin erat memelukku, menarik tubuhku semakin menempel ke arahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku bisa merasakan punggungku yang tidak mengenakan apapun bersentuhan dengan dadanya yang telanjang. Kami berdua masih di bawah selimut yang sama dan masih tanpa mengenakan apapun juga. This is insane i know.
Ya Tuhan aku tidak tau harus apa dan harus bagaimana dengan diriku sendiri. Aku kesal dengan kaki yang melangkah ke sini, aku marah dengan setiap inci tubuhku yang merindukannya, dan aku terpuruk dengan hati yang sangat mencintainya ini.
"Aku tau kau mendengarku, Na," suaranya sangat pelan dan rapuh.
Hidungnya menyentuh belakang telingaku dan jarak kami benar-benar terpangkas habis. Untuk sesaat dia hanya diam dengan posisi kami yang tidak berubah sama sekali. Lalu aku merasakan sesuatu yang basah mengenai kulitku.
Jei menangis?
Lalu sedu sedannya yang tertahan tidak bisa dia sembunyikan dari telingaku.
"Forgive me, Kyna," lirihnya. "And please stay with me..."
Mataku yang terpejam meneteskan air mata atas reaksi hatiku yang luluh lantak mendengar permintaannya.
"You will stay, right?" ucapnya lagi.
Aku masih memilih diam. Sekuat tenaga mengendalikan diriku untuk tidak membalasnya. Tetapi dia yang tau aku tidak sedang tidur pun memutar tubuhku untuk akhirnya mengadap ke arahnya. Dia membenahi selimut yang membalut tubuhku lalu mengecup pelan mataku yang basah.
"Kenapa kita harus berpisah kalau sama-sama terluka, Na?"
Aku membuka mata perlahan, menatapnya sendu, "tujuan pernikahan kita sudah salah, Jei," ucapku tercekat.
"Give us chance, Na." Jei mengusap pelan wajahku dengan matanya yang memerah, "Aku ingin kita mencobanya sekali lagi."
Aku menatapnya ragu. Permasalahan di antara kami, kesalahan yang kami berdua perbuat, dan tujuan dari pernikahan ini kami jalani adalah petaka. Aku sudah tidak bisa berpikir apapun yang baik bagi kami berdua selain perceraian. Aku ingin dia berhenti mengkhawatirkanku dan aku ingin hatiku berhenti menginginkannya.
Aku lelah. Dan aku juga tau dia lelah.
Hanya saja ego dari hati yang masih dipenuhi kata cinta ini yang susah diajak kompromi.
Tapi dalam sebuah hubungan cinta saja belum cukup, kan?
Tapi cinta cukup kuat untuk sekali lagi membuatku diam menerima kecupannya di bibirku yang bergetar. Kecupan yang cukup intens untuk kami mengulang sekali lagi. Dia selalu menginginkanku dan aku selalu tidak bisa menolaknya.
At least, for the last time.
.
.
Another marriage life gaess
doakan aku kuat nulis ini setiap chapternya yaa
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.