Prolog
Hujan deras mengguyur Ibukota Jepang, Kota Tokyo, membasahi setiap tempat yang terkena tetesan hujannya. Di salah satu ruangan di Rumah Sakit Umum Kota Tokyo saat ini tengah diliputi ketegangan, keheningan ruangan tersebut digantikan suara rintik hujan di luar kaca jendela.
Seorang anak laki-laki dengan perban di kepalanya tengah duduk di atas ranjang pasien. Di belakang anak laki-laki tersebut kedua orang tuanya berdiri dengan tatapan cemas. Di tengah-tengah mereka berdua seorang gadis cilik berdiri dengan memeluk sebuah boneka beruang. Anak laki-laki tersebut memandang seorang anak perempuan berkacamata seusianya yang kini tengah berdiri menatapnya. Sedangkan di belakang anak perempuan tersebut tepatnya di samping pintu terdapat sepasang suami istri dan seorang anak laki-laki yang dua tahun lebih muda darinya.
"Siapa kau dan siapa mereka bertiga?". Pertanyaan anak laki-laki tersebut memecah keheningan. Anak perempuan di depannya mengepalkan kedua tangannya dengan wajah tertunduk. Sedangkan yang lainnya menatap anak perempuan tersebut dengan tatapan khawatir. "Nii-chan". Gadis cilik tersebut mendekati anak laki-laki yang merupakan kakaknya itu.
"Kau mengenalnya Rio?". Rio diam tidak bersuara. Tanpa sadar anak perempuan berkacamata tadi perlahan mundur ke belakang mendengar perkataan anak laki-laki tersebut. "Apa dia salah satu temanmu?". Setelah mendengar pertanyaan kedua, anak perempuan tersebut berbalik dan membuka pintu. Ia berlari keluar ruangan tanpa sepatah katapun, air mata yang sedari tadi di tahannya tumpah begitu saja.
Melihat anak perempuan yang semula berdiri di hadapannya berlari, anak laki-laki tersebut merasa heran. Sedangkan perempuan paruh baya dan anak laki-laki di sampingnya yang semula berdiri di dekat pintu telah ikut mengejar anak perempuan tersebut. Lalu tinggal seorang pria paruh baya yang tertinggal di sana. Ia mendekati anak laki-laki tersebut dan mengelus kepalanya. "Cepat sembuh Nezu-kun". Setelah mengatakannya, ia menunduk dan berjalan keluar ruangan menyusul mereka bertiga.
Setelah kepergian orang-orang tersebut, Rio memanggil kakaknya kembali, "Nii-chan". Panggilnya, yang di balas dengan elusan kepala dan senyuman dari kakaknya. 'Siapa sebenarnya dia' pikirnya.
Anak perempuan yang semula berlari tersebut berhenti di lorong rumah sakit. Ia berjongkok dan membenamkan kepalanya di kakinya. Hujan deras di luar sana menyamarkan tangisannya yang sudah pecah.
"Dia benar-benar telah melupakanku". Gumamnya di sela-sela Isak tangisnya.
~IWASAKI~
____________
.
.
.
Hallo minna-san....
Kali ini aku membawakan cerita dengan latar Jepang ya...
Maaf kalo masih banyak typo nya ya, sama karena beberapa kata masih kurang pas=_=
Semoga kalian suka ya..
See you next time 💕
YOU ARE READING
IWASAKI : Iwa-kun & Saki-san
RomanceAku hanya ingin hidup dengan penuh kesantaian dan kemalasan tanpa memikirkan apapun. Aku tidak butuh tokoh baru dalam hidupku dan tidak ingin menjadi pemeran utama dalam ceritaku. Aku juga tidak peduli dengan kisah asmara, mungkin hanya jika suatu s...
