angin menyeruling kan sebab bahagiaku
menyampaikan pada semua telinga
ditempat yang ku tau
ada mata yang memejam sambil tersenyum
menikmati siul angin yang satu dua kali
menyebut namanya
mengingat senyumnya yang tak sengaja terukir
sudah membuatku tak lagi minder pada kupu-kupu dan burung
sebab tanpa sayap, akupun bisa terbang
bahkan lebih tinggi
resah nelangsaku hilang
berganti dengan rindu yang bertandang
matur nuwhunku pada Tuhan
telah menggariskan besarkan dia, hatinya , senyumnya
untuk yang telah beberapa masa terbengkalai
oleh rasa yang datang dan tak bisa dihapus hilang
