Chpt. 1

16 1 0
                                        

Derap langkah semakin riuh terdengar saat jam menunjukkan tepat pukul 8 pagi. Lorong yang sebelumnya tampak lenggang sekarang terisi penuh dengan para mahasiswa/i yang berlalu lalang tergesa-gesa.

Termasuk gadis satu ini. Gadis bersurai panjang dengan warna dark brown yang nampak tergesa-gesa sembari membawa map berisi berkas-berkas tebal yang harus segera di kumpulkan.

Jantung yang sedari tadi berdegup kencang semakin bertalu saat tapak kakinya berhenti tepat di depan pintu yang bertuliskan 'RUANG KONSULTASI'.

Si gadis perlahan menarik napas lalu menghembuskannya. Dia melakukannya beberapa kali, sampai jari-jemarinya siap untuk terkepal mengetuk pintu.

"Assalamu'alaikum?". Hening. Belum ada jawaban. Sampai tiba-tiba pintu tebuka dan sebuah suara menyambutnya.

"terlambat lagi?". Si gadis tersenyum kikuk menatap ragu pada dosen yang seperti akan siap menyantapnya.

"mm.. itu.. saya ter-terlambat -bb-bangun pak."si bapak dosen hanya diam sambil menatap tanpa minat pada gadis di depannya.

"duduklah!" Tegasnya. "Jira, apa kau benar-benar berniat untuk lulus?, kau sudah kesekian kali terlambat untuk menyerahkan skripsimu padaku."

"mm-maafkan aku pak ss-sungguh aku khilaf. Tadi malam aku benar-benar sibuk merevisi skripsi yang sudah lebih dar--"

"aku tidak ingin mendengar keluh kesahmu. Cukup iya dan tidak? Mau lulus atau tetap disini?"

"tentu saja lulus pak, tapi pak.. tolonglah.. hmm apa kau tak bisa menerima hasil kerja kerasku??, aku bahkan tidak tidur sampai berhari-hari.." jira menunjukkan wajah memelas sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

"ckck. Kau pikir aku peduli?, besok kembali kesini. Aku akan memeriksanya di rumah. Kau membuang waktuku asal kau tau." Setelah mengatakan itu, pak dosen berlalu meninggalkan ruangan dan membiarkan jira diam seorang diri.

Lama terdiam. Tiba- tiba jira berucap "waah.. benar-benar!! Astagaaa!! Kalau bukan dosenku sudah ku tinju wajahnya yang angkuh itu. Sial!"

Mengumpat. Hanya itu yang dilakukan gadis muda yang sebentar lagi genap berusia 22 tahun itu. Pusing memikirkan tugas akhir yang bahkan sudah lebih dari 10 kali konsultasi tidak kunjung di terima.

Married?Where stories live. Discover now