Magenta

3.2K 179 73
                                        

☆ Don't forget to vote this chap, ily☆
💚Happy reading💚

Setelah rapat BEM doyoung yang biasa kupanggil doyie menghapirku. Dia sahabatku, dia salah satu jajaran anak organisasi di kampus kami

Fakultas sastra. Kami berada dalam satu fakultas yang sama namun berbeda jurusan

Ia sastra mandarin,dan aku sastra inggris.

Sudah pukul 5 sore, namun doyoung dan staff BEM belum beranjak dari meja Bundar mereka, aku memang sering menunggu Doyoung rapat BEM

Entahlah, dia selalu ingin aku menunggunya dan mengantarkan aku pulang walaupun memang rumah kami hanya dipisahkan satu rumah saja.

Lelaki berkaos putih itu menghampiri ku dengan senyum,mengusap kepalaku lembut

"lama ya? Hm?" ucapnya.

"hmmm" aku menghelanafas seadanya. Memang iya, lama.

"maaf ya, tadi ada masalah di divisi acaranya" katanya dengan suara yang menyiratkan rasa bersalah

"ada gitu ya ga pacaran tapi bucin teros" sela Ten

"apa sih ten" doyoung mengernyit menatap Ten, salah satu staff BEM dan juga teman dekat doy

"lah si bapak kesindir hahahaha" sarkas ten.

Memang bukan rahasia lagi, aku dan Doy sudah seperti ingus dan hidung, tidak bisa di pisahkan. Sejak kecil kami memang selalu bersama...

"ck gua kan sama lena sahabatan!"
Bantahnya

sebagai sahabat.

"emang ada sahabatan rela nungguin si cowo rapat di pojokan?" ten senang sekali menggoda kami berdua

"bacot lu ten" final ku, saat Doy yang sudah mulai ingin menjambak rambut ten saat ini.

°°

Saat ini aku sudah berada di rumahku, tentunya bersama doy.

Dia sering sekali datang ke rumah ini, bermain, atau sekedar mengusili aku  Bahkan tak jarang menginap

Rumah ku memang sepi. Jarang ada penghuninya, hanya Doy dan aku yang sering tampak di rumah ini

Lalu ayahku? Ibuku? Sibuk dengan dunia mereka dan pekerjaannya.

"kebiasaan banget si bukan pulang langsung ke rumahnya..." sungut ku saat melihat Doy asik bermain dengan ponselnya di samping ku.

"kenapa sih? Biarin sihhhhh" ucapnya
Dengan wajah nyolotnya

(Sebenarnya yang tuan rumah siapa sih?)

" pindah aja sekalian ke rumah aku Doy kalo kaya gini terus."

"emang boleh?" tanya Doy seakan tertarik dengan tawaran "bercandaku"

Lelaki itu mendekatkan wajahnya kepadaku, sampai aku dapat melihat melihat hidung mancung Doy lebih jelas

(Sial, sejak kapan Doy semancung ini?!)

"sekamar ya?" lanjutnya.

Aku hanya bisa menahan nafas, dan menahan tubuhku dengan meremat kulit sofa beludru

" sama kamu tapi..." imbuh ya lagi.

sesekali lelaki itu melirik bibir ku, jika tidak salah lihat

Doy smirk

" D-doy..."

Demi tuhan aku sangat gugup dengan posisi seperti ini, dan pipiku jangan tanyakan lagi.

Make A Wish  [doyoung NCT X wonwoo SVT] Stories to obsess over. Discover now